On Fri, 1 Nov 2002, Prianggada I Tanaya wrote:

>
> Hoooiiii ... pada mau menangnya sendiri nih diskusinya.
> Coba lah, saling menghormati teman bicara. Jangan menyamakan kasus yang
> notabene-nya tak akan pernah sama.

Menghormati teman diskusi bukan dalam arti menabukan diskusi dan
memaksakan keputusan.

> Pada kasusnya pak IMW, rasanya installer -nya cukup bijak, dan tahu
> kebutuhan. Jadi, solusi yang ditawarkan ya sudah pas, sesuai spesifikasi
> yang diminta. Sedangkan, maaf loh nih pak IMW, di Endonesa ini, semua
> masih serba bajak membajak, ... euforia linux untuk komunitas ini cukup
> kental sekali. Kemudian, semangatnya, kalau ada versi yang lebih baru
> ... install ... dst. Wah ... kalau untuk sendiri sih silahkan saja ...
> selamat kuat beli perlengkapan. Kalau untuk diperusahaan seperti saya
> ini ... perlu pendekatan psikologi dan sosial yang memadai untuk
> memperkenalkan yang baru, apa lagi pada orang yang kurang pengetahuan
> tentang, misalnya LINUX, dibandingkan M$ yang sudak 'kelewat'
> user-friendly (katanya siihh).

Sebetulnya yang ingin saya tekankan adalah kita selalu sering terperangkap
pada trend yang ada saat ini (Linxu tak cocok buat desktop dsb) dan kita
baru sadar setelah barang itu "masuk jadi benda jadi" (misalnya dikemas
dalam produk jadi)

Sama seperti kasus Desktop dg Linux ini.

IMW


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke