Kalau umat Buddha saja tidak peduli bagaimana umat lain mau menghormati kebudayaan yang terkait dengan ajaran Buddha?
Sebenarnya memanjat dan merogoh stupa menurut saya merupakan sebuah bentuk perbuatan yang tidak sopan? Kenapa? Karena mereka yang memanjat dan merogoh stupa terutama patung di dalamnya berpikiran untuk mendapatkan sesuatu (berkah/kekayaan/power dll) -> bukankah ini menjadi berhala? Bukan untuk menghormati (simbol) apalagi membersihkan stupa beserta patung tersebut. Marilah kita sebagai umat Buddha, menjaga peninggalan leluhur kita dengan sebaik-baiknya. radi muliawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hanya memanjat dan merogoh stupa?? sepertinya itu bisa saja dan belum keterlaluan, kecuali men-coret-coret di stupa --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > Kado Waisak dari SGM 4 : Mari Merusak Borobudur > > Waisak tahun 2007 ini, saya mendapatkan hadiah yang > tidak terduga dari > produk susu bayi SGM 4, PT. Sari Husada Tbk.. Betapa > tidak, menjelang > peringatan Waisak ke 2551 ini PT. Sari Husada Tbk > menayangkan iklan baru > yang membuat hati ini bergolak. Iklan yang memiliki > nilai komersil tinggi, > namun rendah dalam kepedulian pelestarian > peninggalan peradaban bangsa > Indonesia. > > Ketika berbagai kalangan yang peduli demikian gencar > mengkampayekan > penyelamatan Borobudur dari kerusakan yang > disebabkan oleh ulah manusia, > PT. Sari Husada Tbk., produsen susu SGM 4 malah > sebaliknya secara national > wide mengkampayekan pengrusakan candi Borobudur > lewat iklan mereka. Iklan > televisi berskala nasioanal ini, dalam sekian detik > telah mengalahkan > semua usaha kampanye pelestarian candi Borobudur > yang hingga hari ini > belum berhasil melakukan kampanye secara national > wide lewat televisi. > > Ketika aktivis HIKMAHBUDHI (Perhimpunan Mahasiswa > Buddhis Indonesia) dalam > perayaan Waisak 2551BE ini kembali melancarkan aksi > "Save Borobudur for > Civilization" yang isinya menghimbau pengunjung > candi Borobudur untuk > tidak merogoh patung dalam stupa. Merogoh patung > selain merusak > bagian-bagian patung, juga telah mengikis batu stupa > karena ketika akan > merogoh patung, orang menginjakkan kaki (sepatu) > pada bagian bawah stupa. > Dengan pengunjung candi yang demikian banyak, dapat > dibayangkan betapa > cepat pengikisan yang terjadi dari gesekan sepatu > dengan bagian stupa. > > PT. Sari Husada Tbk., melalui iklan SGM 4, secara > eksplisit telah > mengajarkan pemirsa televisi untuk berperilaku sama > seperti anak dalam > iklan tersebut; memanjat stupa dan merogoh-rogoh > patung dalam stupa. > Perilaku yang ditampilkan dalam iklan SGM 4 tersebut > merupakan perilaku > yang tidak menunjukkan kepedulian atas pelestarian > budaya bangsa > Indonesia, pun iklan tersebut memanisfestasikan dan > merepresentasikan > ketidakpedulian PT. Sari Husada Tbk., produsen SGM > 4, terhadap pentingnya > pelestarian peninggalan nenek moyang bangsa ini. > > Adalah sebuah ironi, ketika orang-orang asing dari > berbagai penjuru dunia > peduli dengan keberadaan salah satu masterpiece > sepanjang peradaban > manusia, produsen SGM 4 telah mengorbankan peradaban > dan peninggalan luar > biasa tersebut hanya untuk menggenjot penjualan. > > Save Borobudur for Civilization > Abin Nagasena > > --------------------------------------- > Mari kita bersama-sama menegur dan menyadarkan PT. > Sari Husada Tbk dengan > mengunjungi situs PT. Sari Husada Tbk dan > mengirimkan teguran lewat link > Contact Us di bagian bawah situs. > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > __________________________________________________________ Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it now. http://uk.answers.yahoo.com/ --------------------------------- Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. [Non-text portions of this message have been removed]
