Bung Radi, 
Bagaimana pendapat anda selanjutnya?
Apakah anda sudah sependapat ataukah anda masih berbeda pendapat?
Saya masih menunggu tanggapan anda.











[EMAIL PROTECTED] 
Others, 06/04/2007 10:38 AM
Sent by: [EMAIL PROTECTED]
 
        To:     "Mubi Milis" <[EMAIL PROTECTED]>, "Mabindo Milis" 
<[email protected]>, "Milis SamaggiPhala" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Dhammasabha" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Buddha Vacana" 
<[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        [dhammasabha] Kado Waisak dari SGM 4 : Mari 
Merusak Borobudur


Kado Waisak dari SGM 4 : Mari Merusak Borobudur 

Waisak tahun 2007 ini, saya mendapatkan hadiah yang tidak terduga dari 
produk susu bayi SGM 4, PT. Sari Husada Tbk.. Betapa tidak, menjelang 
peringatan Waisak ke 2551 ini PT. Sari Husada Tbk menayangkan iklan baru 
yang membuat hati ini bergolak. Iklan yang memiliki nilai komersil tinggi, 
namun rendah dalam kepedulian pelestarian peninggalan peradaban bangsa 
Indonesia. 

Ketika berbagai kalangan yang peduli demikian gencar mengkampayekan 
penyelamatan Borobudur dari kerusakan yang disebabkan oleh ulah manusia, 
PT. Sari Husada Tbk., produsen susu SGM 4 malah sebaliknya secara national 
wide mengkampayekan pengrusakan candi Borobudur lewat iklan mereka. Iklan 
televisi berskala nasioanal ini, dalam sekian detik telah mengalahkan 
semua usaha kampanye pelestarian candi Borobudur yang hingga hari ini 
belum berhasil melakukan kampanye secara national wide lewat televisi. 

Ketika aktivis HIKMAHBUDHI (Perhimpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) dalam 
perayaan Waisak 2551BE ini kembali melancarkan aksi "Save Borobudur for 
Civilization" yang isinya menghimbau pengunjung candi Borobudur untuk 
tidak merogoh patung dalam stupa. Merogoh patung selain merusak 
bagian-bagian patung, juga telah mengikis batu stupa karena ketika akan 
merogoh patung, orang menginjakkan kaki (sepatu) pada bagian bawah stupa. 
Dengan pengunjung candi yang demikian banyak, dapat dibayangkan betapa 
cepat pengikisan yang terjadi dari gesekan sepatu dengan bagian stupa. 

PT. Sari Husada Tbk., melalui iklan SGM 4, secara eksplisit telah 
mengajarkan pemirsa televisi untuk berperilaku sama seperti anak dalam 
iklan tersebut; memanjat stupa dan merogoh-rogoh patung dalam stupa. 
Perilaku yang ditampilkan dalam iklan SGM 4 tersebut merupakan perilaku 
yang tidak menunjukkan kepedulian atas pelestarian budaya bangsa 
Indonesia, pun iklan tersebut memanisfestasikan dan merepresentasikan 
ketidakpedulian PT. Sari Husada Tbk., produsen SGM 4, terhadap pentingnya 
pelestarian peninggalan nenek moyang bangsa ini. 

Adalah sebuah ironi, ketika orang-orang asing dari berbagai penjuru dunia 
peduli dengan keberadaan salah satu masterpiece sepanjang peradaban 
manusia, produsen SGM 4 telah mengorbankan peradaban dan peninggalan luar 
biasa tersebut hanya untuk menggenjot penjualan. 

Save Borobudur for Civilization 
Abin Nagasena 

--------------------------------------- 
Mari kita bersama-sama menegur dan menyadarkan PT. Sari Husada Tbk dengan 
mengunjungi situs PT. Sari Husada Tbk dan mengirimkan teguran lewat link 
Contact Us di bagian bawah situs. 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke