Bro Chuang, 
Walaupun demikian ciri yang dapat dijelaskan, namun itu hanya bisa 
digunakan satu arah.

Ketika orang terlihat takut dan marah, maka jelas ia bukan arahat.
Namun, apakah ketika orang tidak terlihat takut dan marah lantas orang itu 
sudah arahat?

Lagi pula takut dan marah kan gak bisa kelihatan, yang bisa kelihatan 
adalah ekspresi dari takut dan marah itu.










"Chuang" <[EMAIL PROTECTED]> 
Others, 06/15/2007 01:19 AM
Sent by: [email protected]
 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        [MABINDO] Bukan Arahat

Hehehe....bisa jadi benar juga ya. Tapi yg jelas, di dlm buku Mindfulness,
Bliss and Beyond, pada bab 14 Ajahn Brahm bilang bahwa adalah hal yg sulit
utk memastikan apakah seseorang itu adalah seorang Arahat. Krn cuma 
seorang
Buddha yg bisa benar2 memastikan tingkat pencapaian kearahatan seseorang.
Tetapi lanjut beliau, yg jelas adalah sangat mungkin sekali utk memastikan
apakah seseorang itu BUKAN arahat. Ciri-ciri seorang yg tercerahkan penuh
(arahat) adalah Ia tidak bisa lagi marah dan takut. Arahat juga tidak lagi
memiliki kesombongan. Dan masih banyak lagi ciri2 lain yg bisa kita pakai
utk memastikan seseorang itu bukan seorang Arahat.

Oh ya, pada bab yg sama ada sebuah nasihat bagus buat kita semua: jika 
kita
sungguh2 telah mencapai suatu tingkat pencerahan tertentu, maka sebaiknya
kita tutup mulut saja atas pencapaian tsb. Kalau tidak begitu, kita akan
repot sendiri seumur hidup krn akan terus diusik oleh orang2 utk 
membuktikan
kebenaran klaim kita. Kalau pun kita harus menyatakannya, orang yg pas utk
dituju adalah guru kita.

Salam

Chuang
Sudah baca novel ABG Buddhis?
http://trioratana.blogspot.com
----- Original Message -----
From: "siwu" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 15, 2007 7:03 AM
Subject: Re: [MABINDO] Kesempatan Langka

> Ah, itu mah orang tuli atau nonton sambil tidur.
>
> On 6/13/07, Chuang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
>

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke