Teman teman ini ada cerita dari Kompas
semoga bermanfaat
( saya dapat dari berita lingkungan )
Salam
Joost
----------
> Rabu, 26 April 2000
> 
> Industri Tambak Udang Ancam Ekosistem Pesisir 
> Jakarta, Kompas 
> 
> Penciutan hutan bakau, terutama akibat perkembangan industri
> tambak udang, menyebabkan ancaman pada ekosistem pesisir
> seperti turunnya mutu air perairan pantai, abrasi pantai, serta
> musnahnya sejumlah spesies yang hidup di lingkungan itu. Selain
> itu, industri tambak udang berpotensi menimbulkan dampak sosial
> ekonomi dan budaya. Demikian benang merah dialog nasional
> "Dampak Perkembangan Industri Tambak Udang terhadap
> Ekosistem Pesisir dan Hutan Mangrove di Indonesia", yang
> diselenggarakan Sekretariat Kerja Sama Pelestarian Hutan Indonesia
> (Skephi), Selasa (25/4), di Jakarta.
> 
> Menurut IBM Suastika Jaya dari Balai Budidaya Air Payau Jepara,
> Direktorat Jenderal Perikanan, pembukaan hutan mangrove (bakau)
> untuk tambak akan mengubah bentang lahan (landscape) hutan
> bakau dan mengurangi luasan hutan, sehingga stabilitas terganggu. 
> Jika limbah tambak berupa sisa pupuk, pestisida, limbah bahan
> organik melebihi daya tampung lingkungan, akan menimbulkan
> pencemaran. Pada gilirannya hal itu akan menurunkan mutu air
> perairan, meningkatkan sedimentasi, sehingga mematikan karang
> serta menghilangkan sejumlah spesies yang hidupnya tergantung
> pada keberadaan hutan bakau. 
> 
> "Pengeruhan air laut tampak antara lain pada pantai timur Lampung,
> akibat pembukaan areal tambak secara besar-besaran," ujar
> Suastika.
> 
> Biofisik
> 
> Pada dasarnya budidaya udang membutuhkan lingkungan biofisik
> yang baik untuk berproduksi. Hal ini harus dipelihara dengan
> mempertahankan kemampuan self purifying lingkungan. Caranya,
> membatasi beban masukan limbah yang berasal dari tambak dengan
> menerapkan strict liability kepada petambak. Untuk itu perlu
> teknologi yang tepat dan pemantauan oleh petugas pemerintah. 
> 
> Cara lain adalah dengan pembatasan luas pemanfaatan lahan
> maksimum yang dapat dikelola pada masing-masing kawasan. Hal
> ini ditentukan oleh daya tampung lingkungan yang secara teoritis
> dihitung berdasarkan luas hutan bakau sebagai penyangga,
> kedalaman mixed layer perairan, dan pertukaran air perairan pantai
> dengan laut terbuka. 
> 
> Cara ketiga, membuat hutan bakau sebagai mitra tambak, mengingat
> bakau merupakan penyaring alamiah limbah. Selain melakukan
> konservasi hutan bakau, juga menanami tambak yang tidak produktif
> dengan bakau.
> 
> Untuk mengendalikan dampak tambak udang, paradigma terbaru
> adalah pendekatan cleaner production (produksi bersih). Yaitu,
> minimisasi limbah sejak proses produksi, seperti penggunaan pakan
> yang berdaya cerna tinggi, perbaikan manajemen pakan untuk
> menekan sisa konversi pakan, serta resirkulasi limbah dengan
> prinsip daur ulang, penggunaan kembali, serta pemulihan. 
> 
> Penyaringan limbah dapat memanfaatkan organisme akuatik seperti
> kerang hijau, ikan mujair, rumput laut, yang dapat dipanen sebagai
> hasil sampingan. Cara lain, desalinisasi endapan lumpur tambak,
> sehingga bisa digunakan untuk menanam tanaman hortikultura.
> 
> Menurut Koordinator Skephi untuk Isu Pesisir dan Nelayan, Ruddy
> Gustave, kekurangpengetahuan petani dan pengusaha mengenai
> teknis dan pengelolaan tambak udang menyebabkan mereka
> mengalami gagal panen. Kerugian akibat gagal panen menyebabkan
> petani terpaksa menjual atau membiarkan tanahnya disita bank dan
> beralih pekerjaan menjadi buruh tani.
> 
> Sementara penerapan konsep Perusahaan Inti Rakyat (PIR) oleh
> industri tambak udang ternyata membuat petani makin terpuruk.
> Selain lahannya diakuisisi perusahaan, petani dibebani pinjaman
> kredit yang sarat dengan mark up, sementara hasil panen udangnya
> dihargai jauh lebih rendah dari harga pasaran. Hal ini menyebabkan
> petani memberontak, seperti yang terjadi pada petani plasma PT
> Dipasena Citra Darmaja, Lampung, dan PT Wachyuni Mandira,
> Sumatera Selatan. (atk) 




---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.kreatif.com/mancingl  --> Fishing information, online 
chat, forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **






Kirim email ke