Yola yth.

Tentu saja kita sepakat kalau yang datang kerumah kita adalah orang yang baik, 
bukan penjahat apalagi pembunuh, pastilah kita akan menyambutnya dengan baik. 
Lihat saja bagaiaman negeri ini menyambut Presiden Iran beberap waktu lalu. Tak 
seorang pun masyarakat Indonesia yang menyerukan penolakan. Atau mungkin juga 
kalau Negeri ini mengundang Presiden Bolivia atau Venezuela, saya yakin 
masyarakat ini akan menyambutnya dengan sangat ramah. Tapi kalau yang datang 
adalah pembunuh  (berdarah dingin) dan agresor, bagaiamana hati nurani kita mau 
menyambutnya dengan baik.

Kenapa saya sebut pembunuh atau agresor, fakta ada di hadapan mata kita sampai 
hari ini, dan semua orang tau apa yang terjadi di Palestina, Libanon, 
Afganistan beberap awaktu yang lalu. Pembantaian manusia memang pernah juga 
terjadi di negeri ini, tapi kan sudah ada koreksi untuk tidak melakukan hal 
serupa, dan sampai sekarang kita hampir tidak mendengar lagi adanya pembantaian 
besar-besaran terhadap rakyat Indonesia oleh orang Indonesia sendiri.

Bandingkan dengan Amerika (Bush) yang sudah mendapat kecaman dari seluruh 
penjuru dunia, tapi tetap saja mengeluarkan kebijakan agresi militer terhadap 
negara lain (yang mereka tidak sukai), membunuh banyak orang di sana. Sebentar 
lagi agresi militer ke Korea Utara dan Iran oleh Amerika mungkin akan dilakukan.

Di Indoensia sendiri Agresi yang dilakukan oleh Amerika (Bush) sesungguhnya 
telah memiskinkan rakyat bangsa ini, jauh lebih kejam dari pembantaian sesaat 
yang dilakukan BUsh di negeri lain. Parahnya lagi, pemerintah kita masih mau 
dijajah secara ekonomi oleh Amerika. 

Benar kalau negeri kita kaya raya, tapi coba teliti secara jernih juga, kemana 
sumber daya alam negeri ini berlabuh, siapa yang menyedotnya. Sangat jelas dan 
kasat mata. Aku tidak yakin orang Indonesia tidak mampu memanfaatkan kekayaan 
alamnya sendiri. Pasti bisa, tapi persoalannya tidak diberi keleluasaan dan 
kesempatan untuk mengolahnya. Pemerintah kita masih lebih percaya tambang, 
hutan, laut dll dikelola oleh perusahaan2 multinasional (kebanyakan dari 
Amerika) ketimbang dikelola oleh perusahaan milik anak2 negeri ini sendiri. 





  ----- Original Message ----- 
  From: Yola Kano 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, November 17, 2006 4:33 PM
  Subject: Re: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk 
bangun Indonesia supaya makmur!



  Bung Kadhafi,

  Menurut pendapat saya, lebih baik kita melihat posisi positif nya.
  Soalnya kalo kita masih saja mengintimidasi seseorang (dalam hal ini seorang 
Presiden) maka, hasil yang akan kita terima adalah, kepuasan sendiri & sesaat 
saja.
  Hasil dari intimidasi itu adalah perpecahan & kekacauan. Apakah hal ini yang 
anda inginkan? Kalau saja Bumi Pertiwi bisa bicara, mungkin dia akan teriak 
MINTA AMPUN.......

  Sama seperti dalam rumah tangga, apabila kedatangan tamu besar, pasti 
senanglah hati tuan rumah tersebut. Apalagi setelah diundang, ternyata undangan 
tersebut bersambut. Anda pasti akan menyiapkan segala sesuatu untuk 
menyenangkan tamu tersebut. Dan akan berusaha sedemikian rupa membuat tamu 
tersebut betah.

  Bayangkan diri anda seorang Presiden dari negara tersebut, yang kemudian 
diundang ke negara yang kecil? Akan kah anda menghancurkan negara tersebut? 
Apakah itu yang sudah ditanamkan oleh orang tuan anda? Saya yakin, yang ada di 
hati nurani seorang manusia adalah membantu.

  Kalau hasil bantuan dari Amerika itu minta dibalas, mana mungkin sih negara 
itu minta balasan, lagian apakah kita bisa membalasnya?? Lihat pakai mata yang 
jernih, akan kah kita mampu? Negara kita ini makmur, tapi orang Indonesianya 
sendiri tidak mampu memanfaatkannya. Kalau pun ada negara lain yang 
memanfaatkannya, saya yakin itu sudah ada kesepakatan. Jangan lah di umbar2 
yang tidak jelas.

  Usahakanlah jangan seperti orang yang tidak punya hati & pendidikan yang 
tinggi.

  Presiden Juga Manusia, Punya Hati Punya Rasa
  Jangan kau samakan dengan pisau belati....

  .

  kadhafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Aku sendiri tidak yakin kaloau saja kedatangan Bush bisa mengubah wajah 
Indonesia menjadi lebih CERIAH. Niat Amerika memberikan bantuan menurutku sama 
sekali bukan tanpa imbalan, posisi tawar Indonesia dimata Amerika sangat lemah, 
sehingga apapaun yang di inginkan Amerika, terutama melalui lembaga ekonomi 
internasional-nya pasti akan di turuti, ini terjadi karena pemerintah kita 
masih sangat tergantung dengan uang dari Amerika dalam bentuk Utang Luar Negeri.

    Dipihak lain Bush telah membunuh jutaan manusia (muslim) di bumi ini 
melalui kebijakan perangnya di berbagai negara muslim. Menerima Bush bisa 
berarti juga menunjukan penerimaaan negera kita terhadap tragedi pembantaian 
manusia itu. 

    Kita tidak mungkin tau agenda tersembunyi yang di bawa Bush. Yang di 
gembar-gemborkan selama ini adalah bantuan yang akan dibawa, tapi sesungguhnya 
saya yakin ada agenda tersembunyi yang akan di bawa ke Indonesia, terutama 
tentang pengamanan aset-aset bisnis Amerika di Indonesia, seperti yang seringa 
di katakan Amin Rais bahwa Bisnis yang dijalankan oleh Amerika di Indonesia 
adalah bentuk penjajahan ekonomi yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia. 
Lihat saja beberapa perusahaan multinasional yang bergerak di bidang 
pertambangan dan minyak....

    Jadi Bush wajar dan layak untuk di tolak masuk Indonesia




      ----- Original Message ----- 
      From: Jereweh Sumbawa 
      To: Media 
      Sent: Thursday, November 16, 2006 8:49 AM
      Subject: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk 
bangun Indonesia supaya makmur!


      Artikel ini saya forward karena menurut saya pribadi kita harus cerdas 
menyikapi kedatangan Bush, bukan asal demo sana demo sini dan akhirnya energi 
habis sia sia. Kalau mau demo seharusnya sebelum bantuan America mengalir ke 
Indonesia. Juga kita ketahui alat alat tempur Indonesia yang dikirim ke Libanon 
ternyata memakai kapal perang America. 

      Tadi malam dengar di Metro TV bahwa nantinya anak anak Indonesia sampai 
80% akan dapat bantuan kesehatan dari America, dan America tidak mengatakan 
mereka hanya anak anak yang di Bali, Irian dan Manado saja yang dapat bantuan 
kesehatan tapi untuk semua anak anak Indonesia tidak pandang agama. Dan bukan 
hanya kesehatan juga pendidikan anak bangsa Indonesia akan dibantu. 

      Ketika kita sudah dibantu mengapa kita anti pati dengan yang sudah 
membantu kita, kita selama ini antipati kepada America karena rasa solider 
dengan rakyat Irak, Afganistan, Palestina, lalu bagaimana rakyat kita yang 
masih banyak meminta minta di jalan, korban Lapindo, TKI yang menjadi korban 
sex dan masih banyak anak anak bangsa yang tidak sanggup membayar biaya 
sekolah. 

      Semoga kedatangan Bush bisa mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih 
cerdas, dan melepaskan bangsa ini dari kemiskinan.

      ---------- Forwarded message ----------
      From: Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]>
      Date: Nov 15, 2006 10:51 PM 
      Subject:  AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun 
Indonesia supaya makmur!


       
      .
       
      Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur!

      Nabi Muhammad SAW  pernah berkata, "Tuntutlah Ilmu sampai kenegeri China"
      Memang China, pada zamannya Nabi adalah sumber Ilmu Pengetahuan, baik 
kesehatan maupun pendidikan.

      Tapi sekarang Sumber itu dipegang AS, bahkan 15 tahun yh lalu China 
mengirim pelajar2nya ke AS, dan mentransfer  Ilmu ke negeri China. Mereka yg 
sdh menyadap Ilmu tsb, pulang kenegerinya dan mengaplikasikan ilmu tsb dengan 
membangun industri dan ekonomi di China, coba lihatlah bagaimana perekonomian 
China sekarang ? Bahkan diChina dibangun pabrik Microsoft sebagai pusat Reseach 
terbesar didunia ! 

      Nah bangaimana dengan Indonesia terhadap AS dan George W. Bush ??

      Presiden AS, George W. Bush sebentar lagi sudah menginjakkan kakinya di 
Istana Presiden Bogor. Tidak semua masyarakat Indonesia setuju atas kunjungan 
tsb, hal ini dapat kita cermati adanya unjuk rasa yg hampir setiap hari 
disekitar Istana Presiden Bogor maupun didepan Kedubes AS di Jakarta. Tampak 
dari pedemo itu dari Ormas Islam dan para simpatisan terutama dari FPI-Front 
Pembela Islam dan Hizbut Tahir, bahkan mahasiswa, remaja serta anak-anakpun 
ikut berdemo. 

      Substansi dari Demo itu terutama menganggap AS sbg teroris dunia dan 
musuh Islam dan George W Bush sebagai imperialis serta  penjahat perang.
      Sesungguhnya kunjungan George W Bush ini adalah lanjutan kunjungan 
bilateral antara Kepala  Negara Indonesia dengan AS, yang sudah dimulai sejak 
masa Presiden Megawati berkuasa.

      Bagaimana kalau rakyat Indonesia "Unjuk Rasa" supaya ada kerjasama 
bilateral dibidang Pendidikan? Kita transfer aja Ilmunya dari sana, lalu kita 
bawa pulang ke Indonesia untuk membangun negara kita yang sangat miskin ini, 
seperti China itu.  
      Sebab kalau kita menentang dan menekan terus, belum tentu rakyat 
Indonesia yg masih dihimpit kemiskinan ini tahu2 menjadi makmur, ya semacam 
"Miracle". 

      Semoga Kita Semua menjadi orang Bijak dan Kesadaran juga terbuka !







------------------------------------------------------------------------------
  Sponsored Link

  Degrees for working adults in as fast as 1 year. Bachelors, Masters, 
Associates. Top schools

   

Kirim email ke