Saya tanggapi beberapa bagian. --- kadhafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Yola yth. > > Tentu saja kita sepakat kalau yang datang kerumah > kita adalah orang yang baik, bukan penjahat apalagi > pembunuh, pastilah kita akan menyambutnya dengan > baik. Lihat saja bagaiaman negeri ini menyambut > Presiden Iran beberap waktu lalu. Tak seorang pun > masyarakat Indonesia yang menyerukan penolakan. Anda seperti bicara dengan tembok. Tidak menolak bukan berarti senang. Entah berapa banyak orang yang dibantai oleh rezim mullah maha kejam yang sekarang dipimpin si Ahmadinejad itu. Tanya sajalah pemeluk agama Baha'i, betapa mereka ditumpas, agama mereka dilarang, dipecat dari pekerjaan, harta milik mereka disita secara sewenang-wenang, dijebloskan ke penjara dan dihukum mati sumir tanpa diadili. Belum lagi yang dianggap sebagai pengikut Syah Iran. > Atau > mungkin juga kalau Negeri ini mengundang Presiden > Bolivia atau Venezuela, saya yakin masyarakat ini > akan menyambutnya dengan sangat ramah. Tapi kalau > yang datang adalah pembunuh (berdarah dingin) dan > agresor, bagaiamana hati nurani kita mau > menyambutnya dengan baik. > > Kenapa saya sebut pembunuh atau agresor, fakta ada > di hadapan mata kita sampai hari ini, dan semua > orang tau apa yang terjadi di Palestina, Libanon, > Afganistan beberap awaktu yang lalu. Sumber informasi anda adalah media bermutu jurnalistik rendah. Carilah bacaan atau saluran televisi yang menyajikan berita lebih berimbang dan berdasarkan fakta. > Pembantaian > manusia memang pernah juga terjadi di negeri ini, > tapi kan sudah ada koreksi untuk tidak melakukan hal > serupa, dan sampai sekarang kita hampir tidak > mendengar lagi adanya pembantaian besar-besaran > terhadap rakyat Indonesia oleh orang Indonesia > sendiri. > > Bandingkan dengan Amerika (Bush) yang sudah mendapat > kecaman dari seluruh penjuru dunia, tapi tetap saja > mengeluarkan kebijakan agresi militer terhadap > negara lain (yang mereka tidak sukai), membunuh > banyak orang di sana. Kecaman dari selutuh penjuru dunia? Kalau seluruh dunia mengecam tentulah pemerintah Bush tidak akan mendapat dukungan puluhan negara sahabatnya dalam menindak Saddam Hussein di Iraq dan menghadapi sisa-sisa Taliban di Afganistan. Coba periksa apakah negara-negara berikut tidak mengirim tentara ke Iraq untuk membantu Geroge Bush. Supaya jangan asal mangap. Ini: Inggris, Jepang, Portugal, Singapura, Ukraina, Albania, Armenia, Australia, Azerbaijan, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, El Salvador, Estonia, Georgia, Italia, Kazakstan, Latvia, Lituania, Masedonia, Moldova, Mongolia, Polandia, Rumania, Slowakia, Korea Selatan, serta Hongaria, Islandia, Slovenia dan Turki yang membantu NATO melatih angkatan bersenjata baru Iraq. Dan di Afghanistan, apakah tentara negaranya George Bush dalam mendukung pemerintah Hamid Karzai tidak dibantu pasukan negara-negara yang tergabung dalam ISAF (International Security Assistance Force) yang meliputi: Inggris, Prancis, Jerman, Turki, Italia, Spanyol dan Belanda? Dan juga tentara dari Australia, Kanada, Estonia, Yunani, Polandia, Republik Ceko, Portugal, Denmark, Estonia, Lithuania, Swedia, Norwegia, Australia, Selandia Baru, Bulgaria, Albania, Austria, Azerbaijan, Kroasia, Finlandia, Irlandia, Swiss, Belgia dan Luxemburg. Mau saya berikan juga berapa banyak masing-masing negara itu mengirim tentara ke Afganistan tahun 2006 ini? Saya punya lengkap, termasuk apakah pasukan zeni atau special forces. > Sebentar lagi agresi militer > ke Korea Utara dan Iran oleh Amerika mungkin akan > dilakukan. > > Di Indoensia sendiri Agresi yang dilakukan oleh > Amerika (Bush) sesungguhnya telah memiskinkan rakyat > bangsa ini, jauh lebih kejam dari pembantaian sesaat > yang dilakukan BUsh di negeri lain. Pembantaian? Anda dan teman-teman anda kelihatannya sangat pelupa. Siapa yang datang menolong dulu sewaktu Aceh digulung tsunami? Sewaktu semua prasarana hancur dan komunikasi terputus? Apakah bukan satuan tugas kapal induk Abraham Lincoln yang mendrop makanan, air minum dan obat-obatan dengan belasan helikopter yang datang bolak-balik? Siapa yang memerintahkan bantuan kemanusiaan kritis cepat bagi malapetaka besar itu? Apakah bukannya George Bush? Kalau dia tak punya rasa kemanusiaan dan maunya hanya membantai apakah dia akan mengeluarkan perintah tanggapan cepat itu? Dan apakah waktu itu rezim mullah buru-buru datang memberi pertolongan? Dan raja-raja minyak Arab? Mereka acuh tak acuh dan tenang-tenang saja mengeloni isteri-isteri cantik di haremnya. > Parahnya lagi, > pemerintah kita masih mau dijajah secara ekonomi > oleh Amerika. > Benar kalau negeri kita kaya raya, tapi coba teliti > secara jernih juga, kemana sumber daya alam negeri > ini berlabuh, siapa yang menyedotnya. Sangat jelas > dan kasat mata. Sumber daya alam diusahakan dengan kontrak bagi hasil. Biasanya 60:40. Indonesia 60 persen, perusahaan asing yang menyediakan modal dan teknologi 40 persen. Di negara-negara lain juga berlaku seperti itu. Minyak dan mineral lainnya tidak muncul begitu saja dari dalam tanah. Untuk menemukan keberadaan-nya harus dilakukan eksplorasi lebih dulu. Untuk itu perlu biaya besar dengan tanggungan risiko gagal tak menemukan apa-apa di tengah hutan atau di tengah laut sana. Sebab itu sebelum eksplorasi dilakukan, kontrak ditandatangani lebih dulu. Dan kontrak ini tidak bisa dibatalkan atau diubah begitu saja sebelum masa berlakunya habis. > Aku tidak yakin orang Indonesia > tidak mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri. > Pasti bisa, tapi persoalannya tidak diberi > keleluasaan dan kesempatan untuk mengolahnya. > Pemerintah kita masih lebih percaya tambang, hutan, > laut dll dikelola oleh perusahaan2 multinasional > (kebanyakan dari Amerika) ketimbang dikelola oleh > perusahaan milik anak2 negeri ini sendiri. Jangan kemaruk. Menggali minyak dan tambang lainnya tidak sama dengan menggali lubang kakus. Jangan hanya karena LOBA dan TAMAK, tak mau berbagi sepeserpun dengan orang lain, terjadi bencana yang lebih hebat lagi dari Lumpur Panas Lapindo yang telah menenggelamkan banyak desa. Puluhan hektar areal pertanian takkan bisa lagi ditanami selama 20 tahun. Sebentar lagi takkan ada lagi ikan di Selat Madura. Mati tercekik lumpur semua. Kalau teknologi belum dikuasai benar, mbok ya matangkan dulu. Jangan nanti bukannya duit yang didapat, malah jadi bokek. > ----- Original Message ----- > From: Yola Kano > To: [email protected] > Sent: Friday, November 17, 2006 4:33 PM > Subject: Re: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita > Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya > makmur! > > > > Bung Kadhafi, > > Menurut pendapat saya, lebih baik kita melihat > posisi positif nya. > Soalnya kalo kita masih saja mengintimidasi > seseorang (dalam hal ini seorang Presiden) maka, > hasil yang akan kita terima adalah, kepuasan sendiri > & sesaat saja. > Hasil dari intimidasi itu adalah perpecahan & > kekacauan. Apakah hal ini yang anda inginkan? Kalau > saja Bumi Pertiwi bisa bicara, mungkin dia akan > teriak MINTA AMPUN....... > > Sama seperti dalam rumah tangga, apabila > kedatangan tamu besar, pasti senanglah hati tuan > rumah tersebut. Apalagi setelah diundang, ternyata > undangan tersebut bersambut. Anda pasti akan > menyiapkan segala sesuatu untuk menyenangkan tamu > tersebut. Dan akan berusaha sedemikian rupa membuat > tamu tersebut betah. > > Bayangkan diri anda seorang Presiden dari negara > tersebut, yang kemudian diundang ke negara yang > kecil? Akan kah anda menghancurkan negara tersebut? > Apakah itu yang sudah ditanamkan oleh orang tuan > anda? Saya yakin, yang ada di hati nurani seorang > manusia adalah membantu. > > Kalau hasil bantuan dari Amerika itu minta > dibalas, mana mungkin sih negara itu minta balasan, > lagian apakah kita bisa membalasnya?? Lihat pakai > mata yang jernih, akan kah kita mampu? Negara kita > ini makmur, tapi orang Indonesianya sendiri tidak > mampu memanfaatkannya. Kalau pun ada negara lain > yang memanfaatkannya, saya yakin itu sudah ada > kesepakatan. Jangan lah di umbar2 yang tidak jelas. > > Usahakanlah jangan seperti orang yang tidak punya > hati & pendidikan yang tinggi. > > Presiden Juga Manusia, Punya Hati Punya Rasa > Jangan kau samakan dengan pisau belati.... > > . > > kadhafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Aku sendiri tidak yakin kaloau saja kedatangan > Bush bisa mengubah wajah Indonesia menjadi lebih > CERIAH. Niat Amerika memberikan bantuan menurutku > sama sekali bukan tanpa imbalan, posisi tawar > Indonesia dimata Amerika sangat lemah, sehingga > apapaun yang di inginkan Amerika, terutama melalui > lembaga ekonomi internasional-nya pasti akan di > turuti, ini terjadi karena pemerintah kita masih > sangat tergantung dengan uang dari Amerika dalam > bentuk Utang Luar Negeri. > > Dipihak lain Bush telah membunuh jutaan manusia > (muslim) di bumi ini melalui kebijakan perangnya di > berbagai negara muslim. Menerima Bush bisa berarti > juga menunjukan penerimaaan negera kita terhadap > tragedi pembantaian manusia itu. > > Kita tidak mungkin tau agenda tersembunyi yang > di bawa Bush. Yang di gembar-gemborkan selama ini > adalah bantuan yang akan dibawa, tapi sesungguhnya > saya yakin ada agenda tersembunyi yang akan di bawa > ke Indonesia, terutama tentang pengamanan aset-aset > bisnis Amerika di Indonesia, seperti yang seringa di > katakan Amin Rais bahwa Bisnis yang dijalankan oleh > Amerika di Indonesia adalah bentuk penjajahan > ekonomi yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia. > Lihat saja beberapa perusahaan multinasional yang > bergerak di bidang pertambangan dan minyak.... > > Jadi Bush wajar dan layak untuk di tolak masuk > Indonesia > > > > > ----- Original Message ----- > From: Jereweh Sumbawa > To: Media > Sent: Thursday, November 16, 2006 8:49 AM > Subject: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita > Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya > makmur! > > > Artikel ini saya forward karena menurut saya > pribadi kita harus cerdas menyikapi kedatangan Bush, > bukan asal demo sana demo sini dan akhirnya energi > habis sia sia. Kalau mau demo seharusnya sebelum > bantuan America mengalir ke Indonesia. Juga kita > ketahui alat alat tempur Indonesia yang dikirim ke > Libanon ternyata memakai kapal perang America. > > Tadi malam dengar di Metro TV bahwa nantinya > anak anak Indonesia sampai 80% akan dapat bantuan > kesehatan dari America, dan America tidak mengatakan > mereka hanya anak anak yang di Bali, Irian dan > Manado saja yang dapat bantuan kesehatan tapi untuk > semua anak anak Indonesia tidak pandang agama. Dan > bukan hanya kesehatan juga pendidikan anak bangsa > Indonesia akan dibantu. > > Ketika kita sudah dibantu mengapa kita anti > pati dengan yang sudah membantu kita, kita selama > ini antipati kepada America karena rasa solider > dengan rakyat Irak, Afganistan, Palestina, lalu > bagaimana rakyat kita yang masih banyak meminta > minta di jalan, korban Lapindo, TKI yang menjadi > korban sex dan masih banyak anak anak bangsa yang > tidak sanggup membayar biaya sekolah. > > Semoga kedatangan Bush bisa mengubah bangsa > Indonesia menjadi lebih cerdas, dan melepaskan > bangsa ini dari kemiskinan.
