Berpikirlah dari segi Positif jauh lebih baik dari pikiran negatif.
Kita tidak bisa mengharapkan 100% apa yang kita mau-i dari AS, tapi
tentulah tuntutan kita seperti kerjasama dibidang pendidikan, kesehatan,
alih teknologi dll masih kita perlukan. Kalau kita tidak melakukan apa yg
kita butuhkan tentulah lebih tidak "CERIAH" lagi, tinggal pilih saja !
Dipihak AS, kita haruslah berpikir bijak, tentu mereka juga mengharapkan
keuntungan dari kita, keuntungan bukannya berarti kita dirugikan, ini salah
pemahaman.
Kalau memang itu merugikan Indonesia, kita berhak menolak agenda mereka,
tapi rakyat pikir (pendidikannya relatif cukupan), kita selalu diperlakukan
tidak adil !!!
Kalau pun ada pemahaman itu, itu adalah tidak benar !
Kerjasama antara dua negara tentulah yg dicari keuntungan bagi keduabelah
pihak.
Kita sudah mempercayai Pemerintah yang melakukan itu semua, itu tataran
Pemerintah tertinggi di Indonesia. Janganlah kita berpikir seperti rakyat yg
berpendidikan secukupnya berpikir, kalau seperti itu apa jadinya negara
ini???
Kita perlu pemimpin yg bijak dan berwawasan luas!
Dan juga kita tidak boleh berpikir dari sisi negatif kita berpikir,
seolah-olah negara kita ini negara Palestina/Irak, dan kita merasa-rasa di
Zholimi AS, Urusan negara lain (Irak,Lebanon, Palestina), walaupun seiman
(sama Islam), jangan dicampur adukkan dengan kebutuhan rakyat IIndonesia.
Urusan agama adalah arusan pribadi dengan Allah. Perut rakyat miskin ini
sudah pada keroncongan, mereka negara2 Islam yg kaya raya belum tentu mau
membantu kita, mana faktanya, kasus bencana alam sdh terjadi, akhirnya
negara2 non Islam malah yg membantu spt AS, Ingris, Jerman, Australia,
Jepang, RRC dll, (Contoh Salah satu negara terkaya didunia,
Bruneidarusallam, rajanya cukup dengan Melawat dan salam Haru-nya pada
musibah Tsunami) dan datangnyapun setelah keadaan sudah stabil, tapi kita
membela mati2an kepada mereka (bahkan mau Jihad segala macam) dengan
memusuhi AS, negara yg bersedia membantu kita dibidang kesehatan, pendidikan
dll, tapi kita belum sadar dan selalu berpikir bhw
AS terutama George W Bush mem-benci Islam, mereka musuh kita.
Disini kita harus berpikir secara bijaksana dan jangan selalu menutup
mata/tidak mau tahu keadaan orang lain..
Coba kita renungkan tulisan seorang Direktur Eksekutif Lembaga Kajian
Agama dan Sosial (LKAS) :
Mereka sudah mengkaji semua itu dan menelorkan tulisan ini :
Bacalah.........
Membumikan Islam oleh Choirul Mahfud
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Agama dan Sosial (LKAS) Surabaya,
pengajar studi Islam di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia,
Choirul Mahfud, melihat akar-akar pertikaian Muslim—Barat dan
tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dengan penduduknya yang
multikultural dari perspektif intelektual Indonesia. Ia menyatakan bahwa
demokrasi tak lebih merupakan pertemuan kebajikan-kebajikan dari kelompok
mayoritas. He argues that democracy is about more than just meeting the
wishes of the majority. "Kinilah saatnya umat Islam meninggalkan model
beragama dengan angka dan menunjukkan religiusitas dengan membumikan ajaran
Islam serta berlomba-lomba menegakkan amar makruf nahi munkar dengan cara
yang santun, membela pihak tertindas, membantu fakir-miskin, menolak
kekerasan, memerangi korupsi, terorisme, dan menebar kedamaian."
(Sumber: Common Ground News Service (CGNews), 3 Oktober 2006)
kadhafi <[EMAIL PROTECTED] <kadhafi%40telapak.org>> wrote:
Aku sendiri tidak yakin kaloau saja kedatangan Bush bisa mengubah wajah
Indonesia menjadi lebih CERIAH. Niat Amerika memberikan bantuan menurutku
sama sekali bukan tanpa imbalan, posisi tawar Indonesia dimata Amerika
sangat lemah, sehingga apapaun yang di inginkan Amerika, terutama melalui
lembaga ekonomi internasional-nya pasti akan di turuti, ini terjadi karena
pemerintah kita masih sangat tergantung dengan uang dari Amerika dalam
bentuk Utang Luar Negeri.
Dipihak lain Bush telah membunuh jutaan manusia (muslim) di bumi ini
melalui kebijakan perangnya di berbagai negara muslim. Menerima Bush bisa
berarti juga menunjukan penerimaaan negera kita terhadap tragedi pembantaian
manusia itu.
Kita tidak mungkin tau agenda tersembunyi yang di bawa Bush. Yang di
gembar-gemborkan selama ini adalah bantuan yang akan dibawa, tapi
sesungguhnya saya yakin ada agenda tersembunyi yang akan di bawa ke
Indonesia, terutama tentang pengamanan aset-aset bisnis Amerika di
Indonesia, seperti yang seringa di katakan Amin Rais bahwa Bisnis yang
dijalankan oleh Amerika di Indonesia adalah bentuk penjajahan ekonomi yang
dilakukan Amerika terhadap Indonesia. Lihat saja beberapa perusahaan
multinasional yang bergerak di bidang pertambangan dan minyak....
Jadi Bush wajar dan layak untuk di tolak masuk Indonesia
----- Original Message -----
From: Jereweh Sumbawa
Sent: Thursday, November 16, 2006 8:49 AM
Subject: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk
bangun Indonesia supaya makmur!
Artikel ini saya forward karena menurut saya pribadi kita harus cerdas
menyikapi kedatangan Bush, bukan asal demo sana demo sini dan akhirnya
energi habis sia sia. Kalau mau demo seharusnya sebelum bantuan America
mengalir ke Indonesia. Juga kita ketahui alat alat tempur Indonesia yang
dikirim ke Libanon ternyata memakai kapal perang America.
Tadi malam dengar di Metro TV bahwa nantinya anak anak Indonesia sampai
80% akan dapat bantuan kesehatan dari America, dan America tidak mengatakan
mereka hanya anak anak yang di Bali, Irian dan Manado saja yang dapat
bantuan kesehatan tapi untuk semua anak anak Indonesia tidak pandang agama.
Dan bukan hanya kesehatan juga pendidikan anak bangsa Indonesia akan
dibantu.
Ketika kita sudah dibantu mengapa kita anti pati dengan yang sudah
membantu kita, kita selama ini antipati kepada America karena rasa solider
dengan rakyat Irak, Afganistan, Palestina, lalu bagaimana rakyat kita yang
masih banyak meminta minta di jalan, korban Lapindo, TKI yang menjadi korban
sex dan masih banyak anak anak bangsa yang tidak sanggup membayar biaya
sekolah.
Semoga kedatangan Bush bisa mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih
cerdas, dan melepaskan bangsa ini dari kemiskinan.
---------- Forwarded message ----------
From: Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]<rudyprabowo2000%40yahoo.com>
>
Date: Nov 15, 2006 10:51 PM
Subject: AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun
Indonesia supaya makmur!
.
Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur!
Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Tuntutlah Ilmu sampai kenegeri China"
Memang China, pada zamannya Nabi adalah sumber Ilmu Pengetahuan, baik
kesehatan maupun pendidikan.
Tapi sekarang Sumber itu dipegang AS, bahkan 15 tahun yh lalu China
mengirim pelajar2nya ke AS, dan mentransfer Ilmu ke negeri China. Mereka yg
sdh menyadap Ilmu tsb, pulang kenegerinya dan mengaplikasikan ilmu tsb
dengan membangun industri dan ekonomi di China, coba lihatlah bagaimana
perekonomian China sekarang ? Bahkan diChina dibangun pabrik Microsoft
sebagai pusat Reseach terbesar didunia !
Nah bangaimana dengan Indonesia terhadap AS dan George W. Bush ??
Presiden AS, George W. Bush sebentar lagi sudah menginjakkan kakinya di
Istana Presiden Bogor. Tidak semua masyarakat Indonesia setuju atas
kunjungan tsb, hal ini dapat kita cermati adanya unjuk rasa yg hampir setiap
hari disekitar Istana Presiden Bogor maupun didepan Kedubes AS di Jakarta.
Tampak dari pedemo itu dari Ormas Islam dan para simpatisan terutama dari
FPI-Front Pembela Islam dan Hizbut Tahir, bahkan mahasiswa, remaja serta
anak-anakpun ikut berdemo.
Substansi dari Demo itu terutama menganggap AS sbg teroris dunia dan musuh
Islam dan George W Bush sebagai imperialis serta penjahat perang.
Sesungguhnya kunjungan George W Bush ini adalah lanjutan kunjungan
bilateral antara Kepala Negara Indonesia dengan AS, yang sudah dimulai sejak
masa Presiden Megawati berkuasa.
Bagaimana kalau rakyat Indonesia "Unjuk Rasa" supaya ada kerjasama
bilateral dibidang Pendidikan? Kita transfer aja Ilmunya dari sana, lalu
kita bawa pulang ke Indonesia untuk membangun negara kita yang sangat miskin
ini, seperti China itu.
Sebab kalau kita menentang dan menekan terus, belum tentu rakyat Indonesia
yg masih dihimpit kemiskinan ini tahu2 menjadi makmur, ya semacam "Miracle".
Semoga Kita Semua menjadi orang Bijak dan Kesadaran juga terbuka !