Mas Irwan K yang baik,

  Soal Kejujuran memang sulit diukur, lebih baik menggunakan ukuran, "masuk 
akal atau tidak", cara ini lebih ampuh.
  Dan masih banyak pemimpin kita yang bijak, pintar2, yg masih ada hati nurani, 
dan tidak mudah dikompori, itu yg sangat kita dambakan.
   
  Soal boss datang mau bantu atau tidak, ya kita pandai2 lah berdiplomasi, saya 
kira agenda mereka jelas. Dan untuk menilai  untung atau rugi =>
  Sederhana saja cara berpikirnya, kalau di-hitung2 tidak menguntungkan dalam 
arti banyak ruginya yah kita tidak usah menandatangani MOU tsb, selesai.....
   
  Tapi kalau kita tidak melakukannya, berarti kalau itu memberi keuntungan, 
maka hilanglah kesempatan mendapat keuntungan itu :)))
   
  Dari pengalaman, Hasutan2 ini sungguh kejam dan berakibat penderitaan! Contoh 
sepele saja, demo2 thd pabrik, industri dll, mereka sudah pada hengkang (Sony 
Corp,pabrik sepatu reebok, rockport,spotec, pabrik textil dll) ; ada yg ke 
China, ada yang ke vietnam, singapore, Malaysia dll, akhirnya kita 
ditinggalkan, rakyat jadi penganguran, perut lapar....keroncongan...ini salah 
siapa, pemerintah atau yg hobby demo atau yg senang  menghasut yg menyebabkan 
dmk !
  Dapur yg juga buat isteri dan anak2 juga didemo, mogok kerja, tekan terus 
sampai HENGKANG.......karena tidak memikirkan jauh kedepan. Akibatnya putus asa 
dan..... 
  Hasutan ini bagaikan  lingkaran setan saja dibikinnya ! 
   
  Tapi walaupun demikian, pemerintah yg perlu didukung terus ini, harus kita 
akui mengalami kemajuan cukup pesat terutama dibidang ekonomi makro. Jerat 
hutang kita kepada IMF/Dana Moneter Internasional sebesar 7,51 Milyar USD  
sudah terbebaskan, sudah kita bayar lunas !!! Belum sektor2 industri, juga  
penegakan hukum dgn ditangkapnya para koruptor dll. Kita kok masih suka 
memalukan muka2 pemimpin Bangsa ini, Presiden kita sendiri dengan cara2 Demo2, 
injak2 dan bakar2 bendera tamu, menyantet tamu sendiri dll, seolah-olah 
memusuhi Bush tapi sesungguhnya Presiden SBY CS + Staf lah yang dipermalukan, 
ujung2nya ya rakyat indonesia sendiri, dimana moral kita yg sering kita 
dengung2kan bhw rakyat Indonesia adalah penuh keramahan, lemah lembut, penuh 
persaudaraan, sopan santun dll, ...mana??.
   Kalau dilihat dari atas, begitu busuk perlakuan ini apapun alasannya !!! Bau 
busuk ini sudah tersebar ke seantero dunia, bauuuuuuuuuuuu 
busuuuuuk........................................ Siapakah yang haus kekuasaan 
sehingga mengorban rakyat yang tidak tahu apa yg mereka lakukan ???
  Semoga sadar, sadar dan sadar.................
   
  Salam,

  
IrwanK juga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  IMHO, ini bukan soal melawan atau memusuhi AS.. akan tetapi lebih pada 
kejujuran.. 
khususnya pada yang beberapa tahun yang lalu mengutarakan kecintaannya pada
negara lain.. Berani gak beliau jujur kepada publik/rakyat Indonesia?

Kenapa kejujuran penting? Karena kejujuran akan memberikan lebih banyak pilihan 
pada publik.. Publik tidak akan 'ditipu' oleh penampilan luar semata.. 
Kita/publik akan 
dapat melihat mau dibawa ke mana negara ini dan tidak terkaget" di akhirnya.. 
wah baru tahu saya, nyesel saya, dsb.. 

Apa alasan sebenarnya menerima(?) apalagi mengundang kedatangan tamu 'agung' 
(big boss) itu? Bukan alasan yang muluk" seolah/terkesan mereka akan membantu
Indonesia.. padahal dalam waktu yang sama, mereka mengeruk hasil pertambangan
di negeri ini jauh LEBIH BESAR.. dengan pola 'kerjasama' yang sangat timpang.. 
:-(

Bahkan soal pembentukan DTIK (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi) sendiri
ditengarai berkaitan dengan pelegalan produk M$ (yang artinya: setoran duit ke 
LN)..
Sementara isu IGOS yang katanya akan disosialisasikan di lembaga pemerintahan 
(melalui/dimulai di Dept. Ristek) seolah hanya pelengkap/pemanis.. 
seolah Pemerintah RI peduli dan mendukung open source.. 
balik lagi ke 'klaim dan seolah-olah' dan ja-im.. :-P

Namun saya sendiri bukan tipe orang yang gemar/hobby demo.. apalagi kalau 
sampai 
berhari".. apalagi saya ini karyawan swasta yang gak bisa seenaknya keluar dari 
tempat kerja.. bukan orang yang punya usaha sendiri.. :-p 
Tapi saya juga bukan penentang demo.. Kalaupun harus demo, menurut saya 
mestinya demo tersebut:

- Bukan untuk kepentingan/mengangkat nama kelompok/parpol sendiri saja..
   Seolah dengan demo, kelompok/parpol yang melakukannya sudah menunjukkan
   kepedulian kepada satu isu.. Padahal mereka sadar demo tersebut tidak jelas 
   manfaat/dampaknya.. jadi tidak ada target kecuali bahan 'jualan nama' saja..

- Tidak harus sering (kuantitas), tetapi yang penting adalah topik bahasannya 
jelas
   (kualitas). Sehingga memang mengena/didukung publik luas dan tidak menjadi 
   bahan tertawaan/hinaan pihak lain.

- (Tetapi) harus memperjuangkan kepentingan publik luas secara sungguh"..
  Contoh demo waktu jaman '98 mendesak Eyang Harto berhenti dari jabatannya..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

  On 11/17/06, Ki Sapujagad Bhanwargupa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            
Berpikirlah dari segi Positif jauh lebih baik dari pikiran negatif.

Kita tidak bisa mengharapkan 100% apa yang kita mau-i dari AS, tapi tentulah 
tuntutan kita seperti kerjasama dibidang pendidikan, kesehatan, alih teknologi 
dll masih kita perlukan. Kalau kita tidak melakukan apa yg kita butuhkan 
tentulah lebih tidak "CERIAH" lagi, tinggal pilih saja ! 

Dipihak AS, kita haruslah berpikir bijak, tentu mereka juga mengharapkan 
keuntungan dari kita, keuntungan bukannya berarti kita dirugikan, ini salah 
pemahaman.
Kalau memang itu merugikan Indonesia, kita berhak menolak agenda mereka, tapi 
rakyat pikir (pendidikannya relatif cukupan), kita selalu diperlakukan tidak 
adil !!!
Kalau pun ada pemahaman itu, itu adalah tidak benar ! 

Kerjasama antara dua negara tentulah yg dicari keuntungan bagi keduabelah pihak.
Kita sudah mempercayai Pemerintah yang melakukan itu semua, itu tataran 
Pemerintah tertinggi di Indonesia. Janganlah kita berpikir seperti rakyat yg 
berpendidikan secukupnya berpikir, kalau seperti itu apa jadinya negara ini??? 
Kita perlu pemimpin yg bijak dan berwawasan luas!

Dan juga kita tidak boleh berpikir dari sisi negatif kita berpikir, seolah-olah 
negara kita ini negara Palestina/Irak, dan kita merasa-rasa di Zholimi AS, 
Urusan negara lain (Irak,Lebanon, Palestina), walaupun seiman (sama Islam), 
jangan dicampur adukkan dengan kebutuhan rakyat IIndonesia. Urusan agama adalah 
arusan pribadi dengan Allah. Perut rakyat miskin ini sudah pada keroncongan, 
mereka negara2 Islam yg kaya raya belum tentu mau membantu kita, mana faktanya, 
kasus bencana alam sdh terjadi, akhirnya negara2 non Islam malah yg membantu 
spt AS, Ingris, Jerman, Australia, Jepang, RRC dll, (Contoh Salah satu negara 
terkaya didunia, Bruneidarusallam, rajanya cukup dengan Melawat dan salam 
Haru-nya pada musibah Tsunami) dan datangnyapun setelah keadaan sudah stabil, 
tapi kita membela mati2an kepada mereka (bahkan mau Jihad segala macam) dengan 
memusuhi AS, negara yg bersedia membantu kita dibidang kesehatan, pendidikan 
dll, tapi kita belum sadar dan selalu berpikir bhw 
AS terutama George W Bush mem-benci Islam, mereka musuh kita.
Disini kita harus berpikir secara bijaksana dan jangan selalu menutup 
mata/tidak mau tahu keadaan orang lain.. 

Coba kita renungkan tulisan seorang Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Agama dan 
Sosial (LKAS) :
Mereka sudah mengkaji semua itu dan menelorkan tulisan ini : Bacalah.........

Membumikan Islam oleh Choirul Mahfud
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Agama dan Sosial (LKAS) Surabaya, pengajar 
studi Islam di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia, Choirul Mahfud, 
melihat akar-akar pertikaian Muslim—Barat dan tantangan-tantangan yang dihadapi 
oleh Indonesia dengan penduduknya yang multikultural dari perspektif 
intelektual Indonesia. Ia menyatakan bahwa demokrasi tak lebih merupakan 
pertemuan kebajikan-kebajikan dari kelompok mayoritas. He argues that democracy 
is about more than just meeting the wishes of the majority. "Kinilah saatnya 
umat Islam meninggalkan model beragama dengan angka dan menunjukkan 
religiusitas dengan membumikan ajaran Islam serta berlomba-lomba menegakkan 
amar makruf nahi munkar dengan cara yang santun, membela pihak tertindas, 
membantu fakir-miskin, menolak kekerasan, memerangi korupsi, terorisme, dan 
menebar kedamaian." 
(Sumber: Common Ground News Service (CGNews), 3 Oktober 2006)

kadhafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aku sendiri tidak yakin kaloau saja kedatangan Bush bisa mengubah wajah 
Indonesia menjadi lebih CERIAH. Niat Amerika memberikan bantuan menurutku sama 
sekali bukan tanpa imbalan, posisi tawar Indonesia dimata Amerika sangat lemah, 
sehingga apapaun yang di inginkan Amerika, terutama melalui lembaga ekonomi 
internasional-nya pasti akan di turuti, ini terjadi karena pemerintah kita 
masih sangat tergantung dengan uang dari Amerika dalam bentuk Utang Luar 
Negeri. 

Dipihak lain Bush telah membunuh jutaan manusia (muslim) di bumi ini melalui 
kebijakan perangnya di berbagai negara muslim. Menerima Bush bisa berarti juga 
menunjukan penerimaaan negera kita terhadap tragedi pembantaian manusia itu. 

Kita tidak mungkin tau agenda tersembunyi yang di bawa Bush. Yang di 
gembar-gemborkan selama ini adalah bantuan yang akan dibawa, tapi sesungguhnya 
saya yakin ada agenda tersembunyi yang akan di bawa ke Indonesia, terutama 
tentang pengamanan aset-aset bisnis Amerika di Indonesia, seperti yang seringa 
di katakan Amin Rais bahwa Bisnis yang dijalankan oleh Amerika di Indonesia 
adalah bentuk penjajahan ekonomi yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia. 
Lihat saja beberapa perusahaan multinasional yang bergerak di bidang 
pertambangan dan minyak.... 

Jadi Bush wajar dan layak untuk di tolak masuk Indonesia




----- Original Message ----- 
From: Jereweh Sumbawa 
Sent: Thursday, November 16, 2006 8:49 AM
Subject: [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk 
bangun Indonesia supaya makmur!

Artikel ini saya forward karena menurut saya pribadi kita harus cerdas 
menyikapi kedatangan Bush, bukan asal demo sana demo sini dan akhirnya energi 
habis sia sia. Kalau mau demo seharusnya sebelum bantuan America mengalir ke 
Indonesia. Juga kita ketahui alat alat tempur Indonesia yang dikirim ke Libanon 
ternyata memakai kapal perang America. 

Tadi malam dengar di Metro TV bahwa nantinya anak anak Indonesia sampai 80% 
akan dapat bantuan kesehatan dari America, dan America tidak mengatakan mereka 
hanya anak anak yang di Bali, Irian dan Manado saja yang dapat bantuan 
kesehatan tapi untuk semua anak anak Indonesia tidak pandang agama. Dan bukan 
hanya kesehatan juga pendidikan anak bangsa Indonesia akan dibantu. 

Ketika kita sudah dibantu mengapa kita anti pati dengan yang sudah membantu 
kita, kita selama ini antipati kepada America karena rasa solider dengan rakyat 
Irak, Afganistan, Palestina, lalu bagaimana rakyat kita yang masih banyak 
meminta minta di jalan, korban Lapindo, TKI yang menjadi korban sex dan masih 
banyak anak anak bangsa yang tidak sanggup membayar biaya sekolah. 

Semoga kedatangan Bush bisa mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih cerdas, dan 
melepaskan bangsa ini dari kemiskinan.

---------- Forwarded message ----------
From: Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Nov 15, 2006 10:51 PM 
Subject: AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia 
supaya makmur!

.

Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur!

Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Tuntutlah Ilmu sampai kenegeri China"
Memang China, pada zamannya Nabi adalah sumber Ilmu Pengetahuan, baik kesehatan 
maupun pendidikan.

Tapi sekarang Sumber itu dipegang AS, bahkan 15 tahun yh lalu China mengirim 
pelajar2nya ke AS, dan mentransfer Ilmu ke negeri China. Mereka yg sdh menyadap 
Ilmu tsb, pulang kenegerinya dan mengaplikasikan ilmu tsb dengan membangun 
industri dan ekonomi di China, coba lihatlah bagaimana perekonomian China 
sekarang ? Bahkan diChina dibangun pabrik Microsoft sebagai pusat Reseach 
terbesar didunia ! 

Nah bangaimana dengan Indonesia terhadap AS dan George W. Bush ??

Presiden AS, George W. Bush sebentar lagi sudah menginjakkan kakinya di Istana 
Presiden Bogor. Tidak semua masyarakat Indonesia setuju atas kunjungan tsb, hal 
ini dapat kita cermati adanya unjuk rasa yg hampir setiap hari disekitar Istana 
Presiden Bogor maupun didepan Kedubes AS di Jakarta. Tampak dari pedemo itu 
dari Ormas Islam dan para simpatisan terutama dari FPI-Front Pembela Islam dan 
Hizbut Tahir, bahkan mahasiswa, remaja serta anak-anakpun ikut berdemo. 

Substansi dari Demo itu terutama menganggap AS sbg teroris dunia dan musuh 
Islam dan George W Bush sebagai imperialis serta penjahat perang.
Sesungguhnya kunjungan George W Bush ini adalah lanjutan kunjungan bilateral 
antara Kepala Negara Indonesia dengan AS, yang sudah dimulai sejak masa 
Presiden Megawati berkuasa.

Bagaimana kalau rakyat Indonesia "Unjuk Rasa" supaya ada kerjasama bilateral 
dibidang Pendidikan? Kita transfer aja Ilmunya dari sana, lalu kita bawa pulang 
ke Indonesia untuk membangun negara kita yang sangat miskin ini, seperti China 
itu. 
Sebab kalau kita menentang dan menekan terus, belum tentu rakyat Indonesia yg 
masih dihimpit kemiskinan ini tahu2 menjadi makmur, ya semacam "Miracle". 

Semoga Kita Semua menjadi orang Bijak dan Kesadaran juga terbuka !








 
---------------------------------
Sponsored Link

$420,000 Mortgage for $1,399/month -   Think You Pay Too Much For Your 
Mortgage? Find Out!

Kirim email ke