Bung radityo,

 

Mohon maaf untuk jawaban awal ini saya kembalikan ke milis pertama yang saya
kirimkan saja, karena sepertinya Anda memforward email saya ke 'terlalu'
banyak komunitas. Saya tidak tahu apakah ini sesuai etika milis ataukah
tidak.

 

Benar, bahwa adalah hak seseorang untuk pindah agama, tapi kalau Anda
mengikuti bagaimana usaha Kawan-kawan di e-mail di bawah ini, maka Anda
tidak akan mungkin berkata bahwa mereka telah tenang, tentram, dan damai,
karena ada faktor ekonomi di balik kristenisasi ini, dan yang kami lakukan
adalah membantu masalah ekonomi tersebut, karena memang itulah pangkal
masalahnya. Dan terus terang, yang terkait masalah ekonomi ini cukup banyak
sekali terjadi di wilayah Indonesia, dan tentu cukup memprihatinkan kita
semua, tatkala bantuan diberikan dengan pamrih agama.

 

Dan kalau Anda berbicara langsung dengan saudara-saudara kita yang telah
kembali ke dalam Islam ini, Anda akan merasakan bagaimana tekanan ekonomi
telah mengajak mereka untuk mengikuti para 'donatur' meski itu bertentangan
dengan hati dan keyakinan mereka. Memang benar, menjadi tantangan bagi kaum
muslimin untuk membantu saudaranya yang kesulitan di bidang ekonomi, dan
oleh karenanyalah, kami berusaha semaksimal mungkin mengembalikan
sahabat-sahabat yang 'terlilit' akan masalah ini.


Terkecuali dia pindah agama karena keyakinan-nya, maka kembali kepada kaidah
: Tidak ada paksaan dalam beragama. Silahkan mereka memilih agama apapun,
sepanjang perjalanan spiritual mereka membawa langkahnya ke arah sana.


Demikian, terima kasih.

 

--wqs

 

Powered by Gentoo!

 

  _____  

From: radityo djadjoeri [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, November 20, 2006 10:32 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: Re: [PKS] Kisah Bu Nana

 

Bung Wido dan teman-teman PKS,

 

Biarkan sajalah dia menjadi Kristen, asal hatinya tenang, tentram dan damai.
Tak perlu kita usik dan kita campuri urusan pribadinya. Adalah haknya untuk
memilih agama apa saja yang dia sukai. Orang yang tak mau beragama pun perlu
kita hargai, janganlah dicemoohkan. Lagian, jumlah umat Islam di Indonesia
kan sudah bejibun, berdesak-desakan seperti penumpang KRL Jabotabek tiap
pagi dan petang. Apa sih ruginya kalau cuma kurang satu? 

 

Salam,

 

RD

Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



KRONOLOGIS BU NANA

(Kembalinya Keluarga Muslim dari Pemurtadan)

Selasa, 12 September 2006

LAZ PLN P3B mendapat informasi dari salah satu karyawan PLN P3B yang juga
merupakan Anggota Dewan Sekolah di SMPN 226 Jakarta Selatan, bahwa ada salah
satu siswa kelas 3 yang sudah berpindah agama dari muslim menjadi kristen.
Hal itu dibuktikan dengan seringnya siswa tersebut ke tempat ibadah Gereja
selama 1 bulan terakhir. Siswa tersebut bernama Devi. Untuk membuktikan
informasi tersebut maka kami mendatangani sekolah tersebut untuk bertemu
siswa yang bersangkutan. Dengan didampingi salah satu Guru BP di sekolah
tersebut, maka kami mencoba menginterogasi siswi tersebut. Beberapa
informasi yang kami tangkap adalah :

- Ibunya (Bu Nana), Kakaknya (Lisna) dan Devi sudah sebulan terakhir
ini di doktrin ajaran2 kristen dengan cara pihak gereja mendatangi rumah
keluarga tersebut hampir setiap malam dan mengajak anaknya (Lisna & Devi
serta kedua adiknya Tri dan Agung) setiap hari minggu ke gereja di wilayah
Fatmawati (Gereja Al-Balop).

- Selama 1 bulan terakhir juga Devi (SMPN 226) telah diberi sejumlah
dana untuk kebutuhan sekolah (buku2 pelajaran, buku2 paket, seragam sekolah
dan baju2 sehari-hari dan ongkos sehari-hari)

- Ibunya (Bu Nana) juga mendapatkan bantuan modal usaha untuk
menghidupi keluarganya.

Sementara setelah dialog itu kami meminta Devi untuk shalat ashar, karena
ternyata Devi masih ada sedikit keyakinan tentang Al-Islam, kecuali ibu dan
kakaknya.

Rabu, 13 September 2006

Informasi tersebut lalu kami followup dengan mendatangi rumah keluarga
tersebut yang berlokasi di Gg. Mushola Ar-Rahman Jl. Tiga Putra Rt 003/04
No. 82 Meruyung untuk pembenaran informasi yang kami dapatkan.

Dari pertemuan tersebut kami dapatkan informasi sebagai berikut :

- Kepala Keluarga Bu Nana (Suaminya) telah terkena kasus narkoba dan
sedang berurusan dengan pihak kepolisian yang berujung kepada dipenjaranya
suami Bu Nana tersebut.

- Bu Nana mempunyai hutang yang cukup besar kepada salah satu
temannya.

- Lisna (adik Bu Nana) juga ternyata telah mendapat biaya sekolah
(buku2, seragam dan ongkos sehari-hari) dan didaftarkan ke sekolah SMK
Tadika Pertiwi. 

- Kecenderungan masyarakat sekitar untuk mengucilkan keluarga bu
nana, karena kasus suaminya tersebut, sehingga keluarga bu nana beranggapan
masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya setelah ditinggal suami
di penjara.

Kamis, 14 Sepetember 2006

Melihat kondisi seperti itu, kami berinisiatif untuk melakukan rapat
koordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti tokoh masyarakat setempat
untuk mencoba menyelamatkan keluarga tersebut dari proses kristenisasi.

Rapat koordinasi dilakukan dengan butir-butir rencana diantaranya :

- Mencoba untuk melakukan dialog secara intensif kepada keluarga bu
nana terutama bu nana sendiri 

- Merekapitulasi kebutuhan dana keluarga tersebut sehari-hari.

- Melakukan pengislaman kembali apabila memang keluarga tersebut
sudah menyatakan diri masuk kristen tanpa sepengetahuan pihak gereja

- Pada tanggal 15 - 20 September 2006 pihak masyarakat yang ditunjuk
sebagai pendamping dan fasilitator telah diupayakan untuk terus melakukan
kunjungan dan monitoring kepada keluarga tersebut sampai keluarga tersebut
kembali kepada Islam.

Kamis, 21 September 2006

Dengan dihadiri oleh Pejabat Kelurahan, Perwakilan PLN P3B Jawa Bali,
Pejabat RW-RT setempat dan para Tokoh Masyarakat, pada hari Kamis/21
September 2006 telah dilakukan pengucapan 2 kalimah syahadah di hadapan
ustadz dan juga dihadiri oleh masyarakat muslim setempat, sebagai wujud
kembalinya keluarga Bu Nana kedalam agama Islam, Alhamdulillah........satu
keluarga telah selamat dari proses pemurtadan.

[Non-text portions of this message have been removed]

 

 

  

  _____  

Sponsored Link

Mortgage
<https://www2.nextag.com/goto.jsp?product=100000035&url=%2fst.jsp&tm=y&searc
h=b_rate150k&s=3968&p=5035&disc=y&vers=722>  rates as low as 4.625% -
$150,000 loan for $579 a month. Intro-*Terms

Kirim email ke