Dan "penyakit" Manneke yang menyamakan burka dengan gaun biasa 
inilah yang membuat diskusi di Media Care ini menjadi korslet slet 
slet slet, hi hu haaa :-).

Burka bukanlah gaun biasa, di belakang busana burka ada 
sejarah/tradisi/budaya ratusan tahun, dan sejarah/tradisi/budaya 
itulah yang tidak cocok dengan sejarah/tradisi/budaya Belanda/Eropa 
yang respek satu terhadap yang lain, a.l. bersalaman, derajat pria 
dan wanita sama, bertatap muka dengan ramah, berintegrasi dengan 
tuan rumah, belajar bahasa Belanda, menonton TV Belanda bukan cuma 
Al Jazeera dll.dll. Kini ditambah bahaya terorisme yang (mungkin) 
bersembunyi di balik burka membuat parlemen Belanda sebentar lagi 
akan mensahkan RUU pelarangan Burka, Niqab, Ninja dan Helm tertutup 
itu.

Kita tahu parlemen adalah wakil rakyat, dus di Belanda rakyatlah 
yang berkuasa alias pelarangan burka itu 100% demokratis. Karena itu 
meski pun RUU Pelarangan Burka itu belum disahkan sekarang ini, saya 
sebagai WN Belanda sudah entusias ingin berseru .... hiep hiep hiep 
hoeraaa ........ !!!! Rakyat Belanda jaya merdekaaaaa ... !!! Ehm 
ehm ........ :-).

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Meneer Lim ini penyakit korslet-nya tak juga kunjung sembuh. Kita 
kan bicara soal orang yang memakai burqa, bukan orang yang mau 
mengubah warna bendera Belanda menjadi hijau, menggeser istana ratu 
ke kandang kambing, melarang orang Belnda makan babi, memaksa 
memasang antena Al Jazeera di rumah Piet dan Wim, atau melarang 
orang Belanda berjabat tangan? 
> 
> Jangan suka ngelamun jorok ah, jadi super konyol. Lupa ya bahwa 
persoalan yang sedang dibahas adalah soal pemakaian burqa? Ngerti? 
ehm...ehm. 
> 
> Kalo Anda menuduh perempuan berburqa itu melakukan hal-hal yang 
tak mereka lakukan, itu namanya fitnah. Nggak diajarin ya di Belanda 
soal beginian? Aduh payah deh dong sih auuu......
> 
> 
> 
> manneke
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> 
> > Date: Fri Nov 24 06:56:13 PST 2006
> > From: "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [mediacare] Helsing - Re:  Belanda Berencana Larang 
Jilbab
> > To: [email protected]
> >
> > Dear Manneke,
> > 
> > Kapan-kapan aku berkunjung ke rumah Manneke, aku akan atur agar 
> > warna lemari Manneke diubah menjadi hijau, mejanya dipindah ke 
> > pojokan supaya ada banyak ruang untuk bersujud sembahyang. Lalu 
aku 
> > akan memelihara kambing di kebun rumah Manneke supaya saat Adul 
Adha 
> > bisa disembelih untuk korban. Upacara penyembelihan kambing juga 
> > akan aku lakukan di kebun rumahnya Manneke yang amat sangat 
> > menjunjung tinggi budaya tamunya itu. Daging babi tidak boleh 
lagi 
> > Manneke makan di rumah lho ya, kalau tokh mau makan daging babi 
> > Manneke mesti ke restoran saja dan mandi dulu sebelum pulang ke 
> > rumah ya sebab daging babi haram adanya.
> > 
> > Kemudian langganan koran Manneke aku ubah menjadi Maroc News 
atau 
> > Iraki's Times. Dan aku akan memasang antene parabola di atas 
rumah 
> > Manneke supaya bisa menangkap siaran Al Jazeera, dan TV Manneke 
akan 
> > aku pakai setiap hari hanya untuk menonton siaran Al Jazeera itu 
> > saja. Oh ya, aku akan datang ke rumah Manneke tidak sendirian 
> > tentunya, tapi mengajak beberapa teman wanitaku yang semuanya 
> > mengenakan burka, dan Manneke tentunya tidak boleh menjabat 
tangan 
> > wanita-wanita temanku itu apalagi dekat-dekat dengan mereka 
sebab 
> > Manneke berjenis kelamin pria dan kafir lagi, jadi Manneke haram 
> > banget 'tuh buat teman-teman burkaku itu.
> > 
> > Teman-teman burkaku itu tentu harus ditanggung hidupnya oleh 
Manneke 
> > sebab mereka mustahil mendapat kerjaan dengan burkanya itu. 
> > Kelihatannya akan merepotkan Manneke ya, tapi aku yakin Manneke 
akan 
> > mememnuhi semua permintaanku dan teman-temanku dengan senang 
> > hati 'kan? Satu hal aku jamin, aku dan teman-teman burkaku akan 
> > bersikap sopan santun sesuai permintaan tuan rumah Manneke 
sendiri. 
> > Tapi ya itulah Manneke, asal Manneke tahu saja ya, keramahan 
kami 
> > itu hanya akan kami lakukan bila semua permintaan kami 
dikabulkan 
> > oleh Manneke donk deh sih tuh nih yee cihui bah hoeraa ......
> > 
> > Anyway, tunggu tanggal mainnya ya Manneke sayang, kami pasti 
akan 
> > berkunjung ke rumah Manneke, menetap dan menikmati semua 
fasilitas 
> > yang Manneke berikan ke pada kami selama mungkin, demi 
persahabatan 
> > kita yang win win situation tentunya ya.
> > 
> > Salam hangat dari (terutama) teman-teman burkaku. Daag doei ...
> >
>


Kirim email ke