Saya melihat Smackdown sebagai bom waktu buruknya kualitas siaran televisi
kita, yang baru saja meledak. Karena sebetulnya, Smackdown hanyalah imbas
dari tayangan-tayangan televisi yang tidak memerhatikan mutu edukasi
melainkan terlalu mengedepankan segi entertain dan komersial.
 
Jadi, kesalahan tidak melulu ada di pihak Lativi selaku yang menayangkan
Smackdown dan solusi memindahkan jam tayang bukanlah solusi yang paling
tepat, meskipun cukup bisa untuk membatasi.
 
Dalam siaran Liputan 6 SCTV, salah seorang anak SD diwawancarai soal
tayangan Smackdown. Ia kemudian menjawab bahwa ia menonton Smackdown pada
waktu puasa dari tengah malam sampai subuh. Nah, kalo sudah begini, berarti
tayangan jam berapa pun tidak menjamin akan bebas dari jangkauan anak.
 
Belum lagi, ketika sedang berjalan-jalan di salah satu toko VCD dekat tempat
tinggal saya. Saya melihat si penjual VCD memajang VCD Smackdown persis di
samping VCD Teletubbies. Jadi, ditayangkan atau tidak oleh televisi,
Smackdown tetap bisa dijangkau melalui VCD "bajakan"
 
Kuncinya kini ada di orang tua. Bagaimana ia dapat mengawasi tayangan apa
yang dikonsumsi oleh anak-anaknya sendiri.
 
Dalam ulasan Editorial Media Indonesia di MetroTV, saya melihat adanya
kecenderungan pihak orang tua untuk selalu memersalahkan stasiun televisi.
Tetapi di samping itu mereka juga mengritik tayangan sinetron-sinetron
lainnya yang mengandung unsur kekerasan dan tindakan amoral lainnya. Hanya
saja, pihak MetroTV & Media Indonesia tidak ingin melirik ke bahasan tentang
sinetron-sinetron dan tayangan-tayangan televisi lainnya, sebab diakui atau
tidak, banyak juga tayangan berita yang tidak pantas untuk anak-anak, yang
juga disiarkan oleh MetroTV.
 
Bedanya, tayangan berita itu kan gak dikasih label SU, BO, dsb, dan mungkin
anak-anak masih malas nonton berita. Tapi... who knows?
 
Intinya yang ingin saya garis bawahi di sini adalah kenapa Smackdown
mendadak jadi kambing hitam ketidakterkontrolannya prilaku anak sekarang?
 
Jika media massa, khususnya pertelevisian, mau jujur dan mau terbuka.
Smackdown itu hanyalah puncak dari peniruan-peniruan lainnya yang dilakukan
oleh anak-anak. Kenapa anak-anak mau menonton sampai larut malam? Karena
mereka telah dibentuk dengan sikap membangkang yang juga salah satunya
akibat pengaruh tayangan TV lainnya. Jadi, nasihat orang tua pun dianggap
sambil lalu.
 
Meski demikian, kesalahan tidak 100% terletak pada media massa. Toh,
anak-anak bisa menonton lewat VCD atau DVD atau media lain. Kontrol yang
dilakukan oleh semua pihak sangatlah penting, mulai dari orang tua,
lingkungan sekitar, guru dan masyarakat umum. Semuanya ikut memberi andil
dalam membentuk karakter anak.
 
Jadi, anggap saja Smackdown sebagai malaikat maut yang telah membuka
selubung kurangnya kontrol kita terhadap anak-anak.
 
Sekarang tinggal berpikir solusinya. Gak perlu lagi mengungkit-ungkit yang
sudah berlalu



  _____  

This message is FREE from virus when I sent. 


Virus Database (VPS): 0651-0, 27/11/2006
Tested on: 29/11/2006 20:48:39





  _____  

This message is FREE from virus when I sent. 


Virus Database (VPS): 0651-0, 27/11/2006
Tested on: 29/11/2006 21:56:30





  _____  

This message is FREE from virus when I sent. 


Virus Database (VPS): 0651-0, 27/11/2006
Tested on: 29/11/2006 23:36:18



Kirim email ke