Oooh, jadi nikah itu tujuannya untuk penyaluran nafsu toh? Waduh, baru tau saya...
manneke -----Original Message----- > Date: Fri Dec 01 22:24:13 PST 2006 > From: "gedehc" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [mediacare] Re: Istri Kedua Aa Gym? > To: [email protected] > > Mas, nafsu memang sudah dilengkapi oleh Sang Khalik ketika menciptakan > manusia. Ia jangan dibunuh tapi juga jangan dijadikan raja dan > dituruti terus. Itu sebabnya, menikah dengan alasan tak kuat lagi > menahan nafsu masih lebih mulia daripada tidak menikah tetapi > disalurkan lewat zina atau pacaran a la "kekinian" yang di luar batas. > > Itu sebabnya pula maka menikah lebih dari sekali, apapun alasannya, > termasuk alasan NAFSU yang sulit dikekang, masih lebih mulia ketimbang > "jajan" di jalan atau main serong atau main dengan pelacur. Apalagi > kalau menikah yang kedua kalinya itu betul-betul untuk ibadah meolong > sang wanita (gadis atau duda), tidak ada paksaan dari siapa pun juga, > apalagi ikhlas dari sang wanita dan sang istri pertama. > > Lalu, apa masalahnya menikah lebih dari sekali dan memiliki lebih dari > satu istri, asalkan maksimum empat. Tentu saja syarat lainnya ada, > misalnya, kuat secara ekonomi, mapan kehidupan sosialnya, dan paham > agama yang dianutnya. Artinya, sudah teruji emosinya. > > Bahkan, saya tandaskan lagi, menikah untuk kali pertama semata-mata > demi menyalurkan nafsu itu menjadi WAJIB segera dilaksanakan daripada > sang lelaki terjerumus ke perzinahan. Ini prinsip dasarnya. Apalagi > kalau usianya sudah lebih dari 30 tahun. Ia harus segera menikah sebab > kebutuhan syahwatnya wajib dipenuhi seperti dia memenuhi kebutuhan > makan, minum, pendidikan, dll. > > Idem ditto, untuk pernikahan kali kedua, ketiga dan keempat, asalkan > itu untuk menyalurkan nafsu di tempat yang sah, tidak ada masalah. > Menjadi masalah kalau disalurkan di tempat yang haram, semacam zina, dll. > > Gede H. Cahyana > http://gedehace.blogspot.com
