*Alhamdulillahhirabbil'alamin, wa sholatu wa salamu'alal asyrofil
anbiya-i wal mursalin, sayyidina, wa habibina, wa qudwatina, wa maulana
Muhammad shalallahu'alaihi wassalam*
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Wahai ikhwan wa akhwat yang senantiasa tabayyun,
Kelafaran yang melanda hamfir 200.000 anggota jemaah haji Indonesia
saat wukuf di Arafah adalah cobaan dari Allah SWT semata. Semua fihak
hendaknya bersabar, tidak memferkeruh suasana, agar tidak menimbulkan
hil-hil yang mustahal.
Umat Islam yang rutin tiap tahun selama sebulan lamanya berfuasa mustinya
mamfu bertahan untuk tidak menyantap makanan dan minum air cuma barang
sehari dua hari sahaja. Afabila mereka atau anggota keluarganya di Indonesia
menggerutu, mengomel, bahkan marah-marah, maka Allah SWT tidak akan
menerima ibadahnya walau mereka telah mengeluarkan duit jutaan rufiah
untuk dapat fergi haji.
Fenunjukan ferusahaan catering Ana Service & Supply menurut ana sudah tefat,
karena fanitia haji sudah memohon fetunjuk dari Allah SWT
dan Rasulullah sebelumnya. Dulu, untuk urusan ransum jamaah haji dilayani
oleh muasasah, namun tarifnya lebih mahal, buang-buang devisa
sahaja. Apalagi perusahaan catering tersebut masih terhitung milik keluarga
kerajaan Saudi, jadi tidak boleh kita cela dan kita ferkarakan
berfanjang-fanjang.
Kejadian "katering gagal" itu tidaklah setara dibandingkan fengorbanan
Nabi Ibrahim AS yang menyembelih Nabi Ismail AS, futranya dari Ummi
Siti Hajar. Justru kita musti bersyukur dan terus berdoa, afabila ada jemaah
haji asal Indonesia wafat di Tanah Suci, mereka akan langsung masuk surga.
Segala kesalahannya akan langsung dimaafkan oleh Allah.
Janganlah fercaya fada gunjingan kaum kafirun yang bilang bahwa mereka
yang wafat di Tanah Suci adalah dikorbankan untuk jadi santapan setan-setan.
Karena menurut mereka, kisah dikurbankannya Ismail adalah kisah falsu, dimana
menurut kitab mereka yang dikurbankan adalah Isaq, bukan Ismail. Yang
menyeramkan: ribuan jemaah haji yang mati tiap tahunnya di Tanah Suci, menurut
mereka, ratusan tahun kemudian akan menjadi fosil yang bisa dimanfaatkan
sebagai sumber minyak. Masya Allah!
Maha suci Allah dengan segala firmanNya!
*Jazakumullahu khairan katsira*
Wassalammu'alaikum wr wb
INDONEBIA (Indonesia-Arabia)
Pendukung tegaknya Syariat Islam di Indonesia!
"FOLIGAMI YES, SELINGKUH NO!"
Website:
www.indonebia.com
(sudah dicolong kaum kafir Erofah)
-------------
Ensiklopedi tentang PKS:
http://pks-anz.org/pkspedia
(bagaimana menggunakan istilah ana, abu, antum, ikhwan, ikhwah, akhi,
sukron, khalwat dsb. secara tefat, baik dan benar)
-------------
Antum jangan coba-coba buka situs ini! Blog bikinan antek-antek kafir yang
cuma ingin menjelek-jelekkan PKS:
pkswatch.blogspot.com
Na'udzubiLLAH......neraka jahanam menantimu!
-------------
Milis yang ana sarankan untuk tidak diikuti:
Islam Liberal: [EMAIL PROTECTED]
Zamanku: [EMAIL PROTECTED]
-------------
Lebih baik antum ikutan milis-milis Islami yang tidak sesat:
PKS: [EMAIL PROTECTED]
Sabili: [EMAIL PROTECTED]
Jamaah-Islamiyah: [EMAIL PROTECTED]
Indonebia: [EMAIL PROTECTED]
-------------
Bacaan wajib ummat:
Era Muslim web: www.eramuslim.com
Hidayatullah web: www.hidayatullah.com
==================================================
3.000 Jemaah haji Terancam Kelaparan
ARAFAH, JUMAT – Sekitar 3.000 jemaah haji Indonesia yang berada di
Maktab 43 terancam kelaparan sejak tiba di Arafah karena katering
(makanan) tidak dikirim sejak Kamis (28/12).
"Katering yang biasa dikelola pemerintah Saudi Arabia kabarnya
diserahkan ke pihak Departemen Agama RI tapi sejak tadi malam hingga
Jumat pagi ini pasokan makanan tidak datang," kata Thamrinuddin dari
Arafah, Jumat (29/12).
Menurut jamaah haji Kloter Delapan Embarkasi Jakarta itu, sebelum di
Arafah, tak ada masalah dengan katering. Ia berharap persoalan
katering segera terselesaikan sehingga jemaah haji Indonesia dapat
lebih khusuk menjalani ibadah mereka.
Sumber: Antara
Penulis: dth
http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0612/29/144741.htm
===============================================================
Jemaah Haji Indonesia Gelisah dan Kacau
Ketiadaan makanan dan minuman yang layak selama hampir 24 jam membuat
jemaah haji lemas.
Undang, jemaah haji dari maktab 5 yang dihubungi Kompas Jumat (29/12)
sekitar pukul 18.00 wib (pukul 14.30 waktu setempat) menyampaikan,
malam sebelumnya sempat memperoleh tiga kotak makanan. Makanan itu
dibagi-bagi untuk 10 orang anggota kelompok.
"Tapi sampai sekarang belum ada lagi makanan. Banyak yang usinya
sudah lanjut di sini, jadi lemas karena hampir 24 jam tidak makan
nasi. Syukurlah, belum ada yang pingsan," ujar Undang.
Menurut Undang, sekitar pukul 04.00 waktu setempat, Amirul Haj
Indonesia, Tarmizi Taher, sempat datang ke pondokan jemaah haji
Indonesia. "Ia menjanjikan persoalan tidak adanya makanan ini segera
diatasi. Tapi sampai sekarang belum ada nasi," ujar Undang.
Untungnya, tambah Undang, saat ini masih ada sejumlah jemaah yang
menyimpan roti di tenda-tenda pondokan, sehingga dapat dibagi-bagikan
kepada jemaah lain untuk mengganjal perut. (IDR)
Penulis: dth
http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0612/29/192846.htm