Pak Al-Mahmud & Danny,

terimakasih atas apresiasi anda.

Suatu kali, seorang penyair Lebanon,
Kahlil Gibran, pernah berkata: If your heart is a
volcano, how shall you expect flowers to bloom?
Bagaimana mungkin kembang-kembang nurani akan
berkuntum jika hati penuh dengan gejolak kebencian,
keirihatian, ketidakjujuran, kemelekatan, keserakahan
dan sejenisnya dalam diri manusia ?

salam,
Goenardjoadi Goenawan
--- In [email protected], "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Karena itu diperlukan Soempah Pemoeda II yang bunyinya "Satu Nusa, 
> Satu Bangsa, Satu Budaya, Indonesia". Bahasa sudah termasuk budaya.
> 
> Selama 61 tahun kemerdekaan ini, Indonesia memiliki budaya 
nasional 
> GONTOK-GONTOKAN. Jadi itu mesti di-Soempah Pemuda-kan menjadi 
budaya 
> RUKUN-RUKUNAN. Setelah rukun, mulailah memikirkan Water Management 
> agar tidak terjadi lagi banjir bandang. Mulailah memikirkan 
> pertanian/perkebunan supaya tanah Indonesia yang subur "tonggak 
kayu 
> pun jadi tanaman bisa menghasilkan produk optimal." Mulailah 
> melaksanakan pasal 34 UUD RI "Fakir miskin dan anak terlantar 
> dipelihara oleh negara". Buanglah Pancasila ke tong sampah 
dan "stop 
> masturbating with it", sebagai gantinya mulailah melaksanakan 
> sila "Keadilan Sosial." dll.dll. Sukses ya.
> 
> Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> 
> --- In [email protected], Goenardjoadi Goenawan 
> <goenardjoadi@> wrote:
> >
> > halo sahabat,
> > 
> > kalau kita baca message beberapa teman yang diposting
> > di Milis, kita bisa heran, contohnya..
> > 
> > Potret (Keliru) Poligami 
> > Cobaan dari Allah SWT untuk jemaah haji Indonesia 
> > The Next Bill Gates? A Chinese! 
> > Geger "Kristenisasi" di Depok 
> > Tuhan kelelahan 
> > Mengapa Kita Khawatir dengan Syariat Islam dalam
> > berbangsa 
> > Adu jangkrik : Shiyah dan Sunni di Timur Tengah 
> > aa gym dan ferry surya 
> > Poligami? Jangan cari excuses lewat 
> > 
> > Banyak sekali energi yang terbuang sia-sia hanya
> > mempermasalahkan nenek moyang kita.  ada yang
> > mempertentangkan AA Gym dan Ferry Surya, sampai-sampai
> > masalah Jemaah Haji yang kelaparan dijadikan bahan
> > untuk mempertentangkan antar agama.
> > 
> > Sungguh kita merasa sedih, sebab kalau dirunut-runut,
> > nenek moyang kita semua adalah Negara Sriwijaya, yang
> > pusatnya di Palembang, dan kita masih mempertentangkan
> > antar suku.  Suku ini, itu, kita lupa bahwa kita semua
> > pendatang dari pusatnya bangsa Melayu di Palembang.
> > 
> > Namun kalau dulu, Bangsa kita jaman Sriwijaya
> > membangun tempat ibadahnya yang paling megah sedunia
> > yaitu Borobudur di Jawa Tengah, kita masih
> > mengagung-agungkan suku ini, agama itu, apa tidak malu
> > dengan nenek moyang kita?
> > 
> > Susah-susah Dr. Soetomo, Ki Hajar Dewantoro
> > memperjuangkan Negara Kesatuan Indonesia, kita masih
> > mengeyel-eyel Islam melawan Budha, atau
> > Kristenisasi... dan kita lupa, nenek moyang kita juga
> > pernah beragama Budha, Hindu, bahkan dulu nenek moyang
> > kita juga Pithegantropus Erectus, kita masih
> > menganggap agama yang satu dipertentangkan dengan
> > agama yang lain.
> > 
> > Mari kita berpikir positif, kalau sudah meninggal,
> > kita semua juga jadi abu... tidak ada warna kuning,
> > coklat, atau merah.
> > 
> > salam,
> > Goenardjoadi Goenawan
> >
>


Kirim email ke