> "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hanya ingin meluruskan.
> Dalam sejarah Islam, tidak semua khalifah baru naik karena yang 
> sebelumnya terbunuh.

Sebutkan khalifah mana yang bisa naik kalo yang sebelumnya tidak
terbunuh????  

Yang dinamakan khalifah itu cuma satu, jadi sejak nabi Muhammad mati,
setiap khalifah mati dibunuh oleh khalifah yang akan naik.  Dalam
Alquran tidak dijelaskan siapa pembunuhnya.  Tetapi sejarah
membuktikan, pembunuh seorang raja adalah raja yang kemudian naik itu
sendiri.  Semua kaliph yang anda katakan ada yang tidak terbunuh sudah
bukan lagi kaliph karena sudah terpecah belah.  Misalnya saja, raja
Kuwait sekarang juga kaliph, raja Saudi itu juga kaliph, Ghulam Ahmad
itu juga melahirkan berbagai kaliph yang berbeda.  Namun kalo yang
dimaksudkan kaliph itu adalah pewaris langsung setelah zaman Muhammad
maka semuanya mati terbunuh.  Muhammad mati terbunuh Abu Bakar
meskipun tidak diceritakan dalam AlQuran karena Alquran itu sendiri
memang memihak kepada Abu bakar karena ditulis oleh keturunannya. 
Musuh Abu Bakar adalah keturunan Muhammad dimana mereka menuduh Aisyah
berzinah.  Demikianlah tuduh menuduh bukanlah bukti sejarah, cukup
saja anda ketahui rumusnya kalo seorang raja dibunuh, maka semua
keturunannya harus dibunuh hingga ke-akar2nya agar tidak lagi ada yang
bisa mengklaim tahtanya.  Demikianlah, tak mungkin anak cucu cicit
Muhammad musnah dibunuh sementara Muhammad tidak mati dibunuh. 
Setelah Muhammad mati, terjadi pembunuhan massal namun tak dijelaskan
dalam AlQuran pihak mana yang dibunuh massal itu.  Memang AlQuran
bukan buku sejarah, karena alquran bukan cuma satu versi ada lebih
dari 5 versi.

Kaliph berkuasa seumur hidup sampai mati, tidak ada kekuasaan kaliph
yang berlandaskan pemilu seperti pemilu presiden dizaaman sekarang.

INGAT:  AlQuran bukanlah buku sejarah, belum pernah ada ahli sejarah
yang menggunakan referensi AlQuran sebagai buktinya.  Sejarah Islam
gelap, contohnya, AlQuran menggambarkan masa lalu Arab sebelum
lahirnya Muhammad sebagi zaman jahiliah yang kacau balau.  Sejarah
menemukan bahwa masa lalu Arab ternyata memiliki kerajaan2 yang
termaju didunia ini.

Yang saya bicarakan disini adalah kenyataan sejarah bukan kepercayaan
agama Islam.  Kalo anda mau menilai Islam berdasarkan kepercayaan
silahkan saja tapi hal itu bukan kenyataan.  KEPERCAYAAN secara
definisi hanyalah angan2 bukan kenyataan, bukan sejarah, bukan bukti,
dan bukan kebenaran.  Hal ini dulu yang harus anda camkan dalam benak
anda sebelum diskusi.  Kita tak bisa berdiskusi berdasarkan
kepercayaan dan menyangkal kenyataan2.


> Nabi Muhammad SAW meninggal bukan karena terbunuh, dan Abu Bakar 
> tidak mengangkat dirinya sebagai khalifah. Silahkan baca sejarah 
> Nabi Muhammad dan kekhalifahan.
>


Sejak Muhammad mati, keturunan Muhammad tidak pernah mengakui dan
menerima Abu Bakar sebagai caliph, mereka mengangkat Ali sebagai
Caliph.  AlQuran yang anda percaya tidak sama dengan AlQuran yang
dipercaya oleh pihak Syiah.  Anda mungkin menganggap Ali menjadi
Caliph yang ketiga, tidak benar hal itu karena berdasarkan Syiah, Abu
Bakar tidak syah sebagai Caliph karena Muhammad menunjuk Ali sebagai
penggantinya bukan Abu Bakar.  Namun konyol kalo hanya berpihak kepada
satu pihak saja, cukup kita gunakan analisa tentang kemungkinan2 apa
yang terjadi, yaitu Muhammad mati dan anak cucu cicitnya dikejar untuk
juga mati dibunuh.  Jadi memang tidak diceritakan bahwa Muhammad mati
dibunuh Abu Bakar karena hal ini harus disembunyikan untuk melegalisir
Abu bakar naik sebagai kaliph.  Sama saja Suharto juga melegalisir
dirinya ditunjuk oleh Sukarno melalui sp 11 Maret.  Namun caranya Abu
Bakar melegitimasi dirinya sebagai Caliph adalah dengan memalsukan
anaknya Aisyah sebagai isteri Muhammad.

Bagaimana mungkin Abu Bakar dan keturunannya mengejar dan membunuhi
keturunan Muhammad sementara anda bisa percaya Muhammad nya sendiri
tidak mati terbunuh oleh kelompok yang sama yang membunuh keturunannya
????

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke