On 1/18/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  > "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hanya ingin meluruskan.
> Dalam sejarah Islam, tidak semua khalifah baru naik karena yang
> sebelumnya terbunuh.

Sebutkan khalifah mana yang bisa naik kalo yang sebelumnya tidak
terbunuh????

Yang dinamakan khalifah itu cuma satu, jadi sejak nabi Muhammad mati,
setiap khalifah mati dibunuh oleh khalifah yang akan naik. Dalam
Alquran tidak dijelaskan siapa pembunuhnya. Tetapi sejarah
membuktikan, pembunuh seorang raja adalah raja yang kemudian naik itu
sendiri.
















Saya ambil sample sebagian
Maaf kalau rada panjang, biar kamu sekali-kali membaca sejarah sebelum
komentar.

- Abu Bakar
Abu Bakar naik menjadi Khalifah semenjak Nabi Muhammad meninggal. Sebelum
Nabi meninggal, Nabi sering menunjuk Abu Bakar untuk memimpin sholat, dan
setelah Nabi meninggal, Abu Bakar dipilih menjadi khalifah berdasarkan
MUSYAWARAH umat Islam pada saat itu.
Abu Bakar meniggal pada 23 Agustus 634 di Madinah dan meninggal karena
keadaan alami. (yo wes semua orang pasti ada yang meninggal secara alami)

- Umar Bin Khattab
Umar naik menjadi khalifah setelah Abu Bakar wafat. Umar adalah kepala
penasihat pada masa ke khalifahan Abu Bakar. Setelah Abu Bakar wafat, umat
Islam bermusyawarah memilih Umar menjadi khalifah.
Umar meninggal karena dibunuh dibunuh oleh Abu Lukluk, seorang budak pada
saat ia akan memimpin sholat. Pembunuhan ini dilatarbelankangi dendam
pribadi Abu Lukluk terhadap Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25
Dzulhijjah 23 H/644 M

- Utsman bin Affan
Utsman adalah saudagar kaya dan naik menggantikan Umar karena Umar
meninggal. Kekhalifahan Utsman pun karena pilihan rakyat.Pada akhir tahun 34
H Daulah Islamiyah mulai dilanda fitnah. Yang menjadi sasaran adalah Utsman
sampai mengakibatkan Beliau terbunuh pada tahun berikutnya. Fitnah yang keji
datang dari Mesir berupa tuduhan-tuduhan palsu yang dibawa oleh orang-orang
yang datang hendak umroh pada bulan Rajab. Ali Bin Abi Thalib (Ali)
mati-matian membela Utsman atas serangan fitnah tersebut. Hingga suatu saat
keadaan semakin parah dan Utsman dikepung dirumahnya dan tidak pergi ke
masjid. Pada suatu hari para pembangkang menyerbu rumahnya lalu membunuhnya.
Mereka tidak menaruh sedikitpun belas kasihan kepada Utsman yang telah
berjuang dalam Islam dan menginfakan hartanya untuk peperangan. Ibnu
Abidunia menyampaikan kisah dari Abdullah Bin Salaam, "Aku pergi ke rumah
Utsman ketika dia sedang dikepung dirumahnya dan aku bertemu dengan dia,
lalu dia berkata, "Selamat datang saudaraku, aku bermimpi bertemu Rasulullah
SAW di suatu lorong yang sempit dan dan Beliau berkata :"Ya Utsman mereka
mengepung kamu?" aku menjawab, "Ya" Nabi bertanya lagi, "Dan mereka membuat
kamu haus?" Aku menjawab, "Ya" Kemudian Nabi memberiku ember berisi air dan
aku minum sampai puas dan aku rasakan dinginnya air pada dada dan pundakku,
lalu Beliau berkata, "Kalau kamu menghendaki, kamu dimenangkan dan kalau
kamu menghendai berbuka puasa di tempat kami." Ketika itu Utsman dalam
keadaan puasa . Utsman berkata, "Aku memilih berbukan puasa di tempat Nabi
SAW." Tepat pada sore hari itu Utsman ra dibunuh. Ia dimakamkan di
semak-semak bukit sebelah timur pekuburan Albaqii, hari Jumaat tahun 35 H
tgl 17 Dzulhijjah dalam usia 80 atau 82 thn.

- Ali bin Abi Thalib
Menantu Nabi Muhammad, naik menjadi khalifah karena Utsman terbunuh (karena
fitnah bangsa Mesir).
Beliau meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdullah bin
Muljam, seseorang yang berasal dari golongan pembangkang/pemberontak saat
mengimami shalat subuh di masjid Kufah, pada 19
Romadhon<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=19_Ramadhan&action=edit>,
dan Ali meninggal pada 21 Ramadhan 40 H<http://id.wikipedia.org/wiki/Hijriyah>



Semua kaliph yang anda katakan ada yang tidak terbunuh sudah
bukan lagi kaliph karena sudah terpecah belah. Misalnya saja, raja
Kuwait sekarang juga kaliph, raja Saudi itu juga kaliph, Ghulam Ahmad
itu juga melahirkan berbagai kaliph yang berbeda. Namun kalo yang
dimaksudkan kaliph itu adalah pewaris langsung setelah zaman Muhammad
maka semuanya mati terbunuh. Muhammad mati terbunuh Abu Bakar
meskipun tidak diceritakan dalam AlQuran karena Alquran itu sendiri
memang memihak kepada Abu bakar karena ditulis oleh keturunannya.












Muhammad tidak mati terbunuh.
Mengapa hal itu tidak ada dalam Al-Qur'an karena logikanya gak mungkin lah,
masa setelah penerima Wahyu meninggal masih ada lanjutan kisahnya di Kitab
yang katanya berisi wahyu ?



Musuh Abu Bakar adalah keturunan Muhammad dimana mereka menuduh Aisyah
berzinah. Demikianlah tuduh menuduh bukanlah bukti sejarah, cukup
saja anda ketahui rumusnya kalo seorang raja dibunuh, maka semua
keturunannya harus dibunuh hingga ke-akar2nya agar tidak lagi ada yang
bisa mengklaim tahtanya. Demikianlah, tak mungkin anak cucu cicit
Muhammad musnah dibunuh sementara Muhammad tidak mati dibunuh.
Setelah Muhammad mati, terjadi pembunuhan massal namun tak dijelaskan
dalam AlQuran pihak mana yang dibunuh massal itu. Memang AlQuran
bukan buku sejarah, karena alquran bukan cuma satu versi ada lebih
dari 5 versi.














Logika lagi.
Al-Qur'an adalah kitab suci yang berisi wahyu yang berasal dari Allah,
disampaikan kepada Nabi Muhammad.
Jika Nabi Muhammad meninggal, ya sudah dapat dipastikan (dan secara logika)
bahwa wahyu terhenti dan tidak mungkin ada cerita setelah Nabi Muhammad
meninggal.

Al-Qur'an ada satu versi, mulai dari zaman Nabi Muhammad sampai sekarang,
isi Al-Qur'an adalah sama seperti itu.

Tunjukkan bukti anda.




Kaliph berkuasa seumur hidup sampai mati, tidak ada kekuasaan kaliph
yang berlandaskan pemilu seperti pemilu presiden dizaaman sekarang.






Lihat kisah Khulafaur Rasyidin yang saya ceritakan diatas.
Mereka dipilih berdasarkan musyawarah umat Islam pada saat itu.

INGAT: AlQuran bukanlah buku sejarah, belum pernah ada ahli sejarah
yang menggunakan referensi AlQuran sebagai buktinya. Sejarah Islam
gelap, contohnya, AlQuran menggambarkan masa lalu Arab sebelum
lahirnya Muhammad sebagi zaman jahiliah yang kacau balau. Sejarah
menemukan bahwa masa lalu Arab ternyata memiliki kerajaan2 yang
termaju didunia ini.










Sebelum datangnya Islam, inikah yang anda sebut kemajuan ?
- Bayi wanita sering dibunuh karena dianggap tidak berguna
- Wanita dilecehkan dan dianggap tidak berguna
- Homoseksualitas merajalela
- Penguasa / ORang kaya berlaku seenaknya


Yang saya bicarakan disini adalah kenyataan sejarah bukan kepercayaan
agama Islam. Kalo anda mau menilai Islam berdasarkan kepercayaan
silahkan saja tapi hal itu bukan kenyataan. KEPERCAYAAN secara
definisi hanyalah angan2 bukan kenyataan, bukan sejarah, bukan bukti,
dan bukan kebenaran. Hal ini dulu yang harus anda camkan dalam benak
anda sebelum diskusi. Kita tak bisa berdiskusi berdasarkan
kepercayaan dan menyangkal kenyataan2.











Saya berdasarkan referensi sejarah dan bukan angan-angan seperti anda.



Nabi Muhammad SAW meninggal bukan karena terbunuh, dan Abu Bakar
> tidak mengangkat dirinya sebagai khalifah. Silahkan baca sejarah
> Nabi Muhammad dan kekhalifahan.
>

Sejak Muhammad mati, keturunan Muhammad tidak pernah mengakui dan
menerima Abu Bakar sebagai caliph, mereka mengangkat Ali sebagai
Caliph. AlQuran yang anda percaya tidak sama dengan AlQuran yang
dipercaya oleh pihak Syiah. Anda mungkin menganggap Ali menjadi
Caliph yang ketiga, tidak benar hal itu karena berdasarkan Syiah, Abu
Bakar tidak syah sebagai Caliph karena Muhammad menunjuk Ali sebagai
penggantinya bukan Abu Bakar. Namun konyol kalo hanya berpihak kepada
satu pihak saja, cukup kita gunakan analisa tentang kemungkinan2 apa
yang terjadi, yaitu Muhammad mati dan anak cucu cicitnya dikejar untuk
juga mati dibunuh. Jadi memang tidak diceritakan bahwa Muhammad mati
dibunuh Abu Bakar karena hal ini harus disembunyikan untuk melegalisir
Abu bakar naik sebagai kaliph. Sama saja Suharto juga melegalisir
dirinya ditunjuk oleh Sukarno melalui sp 11 Maret. Namun caranya Abu
Bakar melegitimasi dirinya sebagai Caliph adalah dengan memalsukan
anaknya Aisyah sebagai isteri Muhammad.
























Kalangan syi'ah memang tidak suka jika Abu Bakar menjadi khalifah, pada saat
itu memang terjadi perpecahan antara Sunni dan Syiah. Namun, Ali bin Abi
Thalib mendukung Abu Bakar dan pada saat itu (pada saat Ali hidup)
perpecahan tidak terjadi lagi.
Mengenai Abu Bakar, lihat kisahnya diatas.






Bagaimana mungkin Abu Bakar dan keturunannya mengejar dan membunuhi
keturunan Muhammad sementara anda bisa percaya Muhammad nya sendiri
tidak mati terbunuh oleh kelompok yang sama yang membunuh keturunannya
????

Ny. Muslim binti Muskitawati.










Keturunan Nabi Muhammad mana yang Anda maksud ?

Kirim email ke