Kehancuran berawal dari sebuah kesombongan...

mudah-mudahan bukan itu yang sekarang dilakukan oleh Trans corpora. terus
terang saya agak miris melihat puluhan ribu orang itu di TV dan yang lebih
ironi pembawa beritanya banyak menyungging senyum. jadi inget waktu nyari
kerja... sedih banget. ironis memang karena masih ada orang yang tertawa dan
tersenyum di tengah penderitaan banyak orang.

Indonesia ini memang aneh yah...

ph


On 1/21/07, chazt pamungkas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Apa sih artinya REKOR MURI...apa mentang-mentang karena Trans 7 Punya
PROGRAM REKOR MURI ? Kok lama kelamaan bukannya simpati justru
antipati....memblow up sesuatu bentuk sisi kekurangan bangsa (jumlah
pengangguran) menjadi bahan tertwaan kebanggaan sebuah rekor-rekor
an...keblabasen...yah..ngak papa seh OKB..(Orang Kaya Baru)...mesti ehm:-)
gak tau yah profesionalitas dalamnya kayak apa...ehm lagi..-(

*sujatmiko wahyu <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

Trans Crop Sudah Edan!

Sebelumnya memang saya sangat berterima kasih dengan Trans Crop yang telah
memberikan kesempatan kerja bagi penganguran yang angkanya semakin
bertambah.

Berawal dari pendaringan yang mulai goyah, saya lantas iseng-iseng
memasukan resume CV...(mungkin dari persyaratan yang ditentukan ada beberapa
yang tidak terpenuhi).
Entah kenapa Trans Corp tetap melayangkan panggilan utnuk melaksanakan
test, yang dilaksanakan di staadion gelora Bung Karno.

Diantara ratusan ribu manusia, hati saya menjadi miris karena dalam
penyeleksian tersebut tidaklah jauh dengan publikasi (publikasi atas
kebobrokan bangsa). Suasana test saat itu seperti sebuah event yang
diselenggarakan Trans Crop. (pakai pegelaran drumband, sambutan, dan acara
penyerahan piagam MURI)

Mungkin manusia-manusia yang mengusulkan ide ini tidak menyadari bahwa apa
yang telah mereka lakukan merupakan sebuah ide yang sangat buruk untuk
stasiun televisi swasta yang katanya ingin menjadi terbaik.

Dari corong speaker terdengarlah angka 110.000 peserta yang berminat untuk
menjadi karyawan Trans Corp. Tetapi sadarkah bahwa mereka yang berkumpul di
gelora bung karno hanya mencoba mengadu nasib untuk mendapatkan pekerjaaan
yang semakin sulit. (mungkin jika di Indonesia ini lapangan pekerjaan tak
sesulit sekarang tak ada angka seperti itu.)

Selain itu, apalah artinya piagam penghargaan jikalau hanya untuk
menorehkan kejelekan bangsa ini. Bayangkan saja, angka 110.000 itu
merupakan generasi penerus yang mengenyam pedidikan D3, Sarjana, dan mungkin
S2. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa angka pengangguran dibangsa kita
mencapai titik memprihatinkan.

weleh...weleh...negeriku dah edan, lantas knapa Trans Corp tidak
mensponsori untuk memecahkan rekor dunia kalau Indonesia memiliki angka
pengangguran tertinggi???

Salam
Manusia yang terbawa edan













Komentar Anda dan usul Anda, lagi-lagi saya CC-kan ke milis internal Trans
TV, agar dibaca orang Trans TV... he..he...



Maaf, saya lagi sibuk, hari ini harus jaga "ujian tes masuk" karyawan di
Gelora Bung Karno, Senayan (bukan cuma untuk News, reporter, presenter,
cameraperson, tapi juga untuk bagian lain: keuangan, produksi, sales,
marketing, etc....)



Satrio Arismunandar
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184627

http://satrioarismunandar6.blogspot.com


----- Original Message ----
From: Radityo
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Sunday, January 21, 2007 8:50:53 AM
Subject: [mediacare] Re: Cetak rekor MURI, Trans 7 mau cari karyawan atau
cari publikasi?



Mas Satrio,

Terima kasih. Saya amat menghargai langkah Anda yang cepat tanggap
dalam meresponse segala isu tentang Trans Corp. Nah, sayangnya
apabila isu tersebut dilempar ke milis internal News Trans TV,
lantas tak ada kelanjutannya lagi.

Nah, karena kami-kami disini tidak bisa ikutan milis
tersebut, saya sarankan agar Anda bisa memposting juga hasil
tanggapan dari teman-teman di Trans Corp. Saya rasa tim humas Trans
TV/Trans TV juga ikutan milis ini, semoga bisa ikut menanggapi.

Oh ya, sedikit saran. Karena Trans TV cukup banyak pemirsanya, apa Mas
Satrio tidak berencana mengelola milis khusus pemirsa? Sebagai contoh, milis
FPK (Forum Pembaca Kompas). Dengan adanya milis tersebut, Trans Corp bisa
menggelar temu pemirsa secara berkala.
Rasanya Pak Ishadi SK pasti setuju dengan usulan ini. Sekalian numpang
titip salam buat beliau (dulu mantanku tetanggaan sama beliau di nDemangan,
Jogja).

Salam,

RD

PS:
Sekalian numpang tanya. Dengan berganti namanya TV7 menjadi Trans7,
apakah websitenya sudah ganti domain name juga?


Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik:

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links




 ------------------------------
 <http://answers.yahoo.com.sg/>
*Real people. Real questions. Real answers. Share what you 
know<http://answers.yahoo.com.sg/>
*.



Kirim email ke