blm lagi soal audio yang dipake di dalam stadion....
padahal sbg slh satu broadcaster yg sanggup mengumpulkan crowd sampai sebegitu 
banyak...hrsnya ngerti tehnis tata suara...

suatu hal yg dipandang sepele...tp efek akhirnya sgt tdk dipikir...
jelas-jelas fungsi dr tata suara yg ada utk memperkuat suara dari si announcer 
di stage...tp malah memanipulasi suara asli...gak 
kedengeran...grounding...broomin'..

mungkin dr skian puluh ribu manusia di sana saat itu...
bisa dihitung dng jari yg bisa nagkep suara dng jelas...clear 'n bright...

okay transcorp...
perdalam lagi manpower utk tata suara...jd mereka tau..apa itu modulasi 
(db)...atau, apa itu frequency (Hz)...

pertunjukan cokek aja gak enak kalau sound systemnya tak ditata profesional.

vriana indriasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Saya juga agak aneh,

Saya pernah melamar ke trans TV tahun 2005 lalu. setelah menjajal tesnya, saya 
agak kapok untuk melamar lagi, karena jumlahnya yang memang terlalu banyak. 
Sejak itu saya tak pernah melayangkan surat lamaran ke trans TV lagi. 
Tiba-tiba, sabtu sore, 20 Jan 2007, saya mendapat telp bahwa saya dipanggil tes 
pada hari minggunya. Anehkan?

chazt pamungkas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                             Apa sih artinya REKOR MURI...apa mentang-mentang 
karena Trans 7 Punya PROGRAM REKOR MURI ? Kok lama kelamaan bukannya simpati 
justru  antipati....memblow up sesuatu bentuk sisi kekurangan bangsa (jumlah 
pengangguran) menjadi bahan tertwaan kebanggaan sebuah rekor-rekor 
an...keblabasen...yah..ngak papa seh OKB..(Orang Kaya Baru)...mesti ehm:-) gak 
tau yah profesionalitas dalamnya kayak apa...ehm lagi..-(

sujatmiko wahyu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Trans Crop Sudah Edan!

Sebelumnya memang saya sangat berterima kasih dengan Trans Crop yang telah 
memberikan kesempatan kerja bagi penganguran yang angkanya semakin bertambah.

Berawal dari pendaringan yang mulai goyah, saya lantas iseng-iseng memasukan 
resume CV...(mungkin dari persyaratan yang ditentukan ada beberapa yang tidak 
terpenuhi).
Entah kenapa Trans Corp tetap  melayangkan panggilan utnuk melaksanakan test, 
yang dilaksanakan di staadion gelora Bung Karno.

Diantara ratusan ribu manusia, hati saya menjadi  miris karena dalam 
penyeleksian tersebut tidaklah jauh dengan publikasi (publikasi atas kebobrokan 
bangsa). Suasana test saat itu seperti sebuah event yang diselenggarakan Trans 
Crop. (pakai pegelaran drumband, sambutan, dan acara penyerahan piagam MURI)

Mungkin manusia-manusia yang mengusulkan ide ini tidak menyadari bahwa apa yang 
telah mereka lakukan merupakan sebuah ide yang sangat buruk untuk stasiun 
televisi swasta yang katanya ingin menjadi terbaik.

Dari corong speaker terdengarlah angka 110.000 peserta yang berminat untuk 
menjadi karyawan Trans Corp. Tetapi sadarkah bahwa mereka yang berkumpul di 
gelora bung karno hanya mencoba mengadu nasib untuk mendapatkan pekerjaaan yang 
semakin sulit. (mungkin jika di Indonesia ini lapangan pekerjaan tak sesulit 
sekarang tak ada angka seperti itu.)

Selain  itu, apalah artinya piagam penghargaan jikalau hanya untuk menorehkan 
kejelekan bangsa ini. Bayangkan saja, angka 110.000 itu merupakan generasi 
penerus  yang mengenyam pedidikan D3, Sarjana, dan mungkin S2. Dari sini kita 
dapat mengetahui bahwa angka pengangguran dibangsa kita mencapai titik 
memprihatinkan.

weleh...weleh...negeriku dah edan, lantas knapa Trans Corp tidak mensponsori 
untuk memecahkan rekor dunia kalau Indonesia memiliki angka pengangguran 
tertinggi???

Salam
Manusia yang terbawa edan





Kirim email ke