24/01/2007 15:47 WIB
Ketua MPR: Densus 88 Harus Ditarik dari Poso Iqbal Fadil - detikcom Jakarta - Densus 88 harus segera ditarik dari Poso, Sulawesi Tengah. Untuk sementara, tugas pasukan khusus itu digantikan satuan lain hingga suasana kondusif. Hal itu disampaikan Ketua MPR DR. H. Muhammad Hidayat Nurwahid, MA., Lc. usai pertemuan dengan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2007). "Mestinya Densus 88 yang terlibat bentrok ditarik dulu dan digantikan dengan pasukan yang tidak dalam satu kesatuan yang sama," kata mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini. Hidayat mencontohkan, penarikan pasukan pernah dilakukan di Aceh. Saat itu, TNI menarik pasukan yang tidak disukai masyarakat dengan pasukan Siliwangi yang lebih bisa diterima. Dia juga merasa prihatin dan menyesalkan banyaknya korban sipil dalam bentrok di Poso beberapa waktu lalu. "Tentu saja kita sepakat hukum harus ditegakkan di negeri ini. Tapi pendekatan kekerasan yang menghasilkan korban sipil yang begitu banyak semestinya dihindari oleh negara. Saya yakin Poso tidak lebih rumit dari Aceh. Jadi kalau polisi berwibawa dan sabar, saya yakin penyelesaian lebih elegan bisa dilakukan," tandasnya.(ken/nrl)
