sedih rasanya mendengar berita bahwa poso saat ini dalam kondisi yang
mencekam.
saya mendukung sekali kebijakan-kebijakan yang dapat mengurangi penderitaan
rakyat.
 
adalah hal yang berjiwa ksatria bilamana hukum dapat dihormati, dan POLRI
dapat menindak tegas bawahannya yang telah berlaku secara tidak profesional,
demikian juga sebaliknya agar tokoh-tokoh masyarakat dapat menghimbau agar
mereka-mereka yang telah dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai
saksi (yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang/DPO) dapat segera
memenuhi panggilan polisi agar poso kembali aman, tentram, dan raharja.
 
apalah artinya perjuangan bilamana ummat/rakyat juga yang menjadi korbannya?
 
 
Regards,
LEO TOBING
 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Wido Q Supraha
Sent: Wednesday, January 24, 2007 5:38 PM
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; PKS Depok; PKS
Keadilan; PKS Umum
Subject: [mediacare] HNW : Densus 88 Harus Ditarik dari Poso



24/01/2007 15:47 WIB

 

Ketua MPR: Densus 88 Harus Ditarik dari Poso

Iqbal Fadil - detikcom

 

Jakarta - Densus 88 harus segera ditarik dari Poso, Sulawesi Tengah. Untuk
sementara, tugas pasukan khusus itu digantikan satuan lain hingga suasana
kondusif.

 

Hal itu disampaikan Ketua MPR DR. H. Muhammad Hidayat Nurwahid, MA., Lc.
usai pertemuan dengan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin di Gedung DPR,
Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2007).

 

"Mestinya Densus 88 yang terlibat bentrok ditarik dulu dan digantikan dengan
pasukan yang tidak dalam satu kesatuan yang sama," kata mantan Presiden
Partai Keadilan Sejahtera ini.

 

Hidayat mencontohkan, penarikan pasukan pernah dilakukan di Aceh. Saat itu,
TNI menarik pasukan yang tidak disukai masyarakat dengan pasukan Siliwangi
yang lebih bisa diterima.

 

Dia juga merasa prihatin dan menyesalkan banyaknya korban sipil dalam
bentrok di Poso beberapa waktu lalu.

 

"Tentu saja kita sepakat hukum harus ditegakkan di negeri ini. Tapi
pendekatan kekerasan yang menghasilkan korban sipil yang begitu banyak
semestinya dihindari oleh negara. Saya yakin Poso tidak lebih rumit dari
Aceh. Jadi kalau polisi berwibawa dan sabar, saya yakin penyelesaian lebih
elegan bisa dilakukan," tandasnya.(ken/nrl)

 

 

Kirim email ke