Kemana intelejen Indonesia hya...?

Sebenarnya dari senjata yg dipakai masyarakat, logika sangat mudah mengarah 
pada siapa pemasoknya. Senjata M-16 yg dipakai masyarakat itu kan standart TNI. 

Operasi intelejen susah untuk dibantah pada kasus POSO. Struktur sosial sekuat 
apapun, tidak ada apa-2nya melawan operasi intelejen. Apalagi rivalitas TNI & 
POLRI di daerah sudah hal biasa. Jaman Suharto dulu, institusi intelejen dlm 1 
struktur. Skrg tiodak lagi. TNI Punya, POLRI juga punya bahkan Kejaksaanpun ada.

Seharusnya TNI & POLRI jujur. Salah satu caranya audit kedua instutusi tsb.

THX, MAW

Jimmy Masinambow <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Sangat Sangat Benar pendapat dari edogawa2000.... INI SANGAT GILA.... Saya 
disaat melihat dan mendengar dari berita yang beredar bahwa Pasukan Anti Teror 
disuruh tarik dari Poso spontan saya berpikir bahwa  NAH, ORANG-ORANG INI (yang 
meminta DENSUS 88 segera ditarik dari POSO) YANG MENJADI OTAK DARI SEMUA TEROR 
DI INDONESIA.

Kenapa ??? sebab di Poso-kan sudah jelas dan pasti adalah tempat para teroris 
bersembunyi dengan bukti adalah DPO-DPO itu bersembunyi di sana. Tapi kok bisa 
ada orang sampai para pejabat yang DUDUK DI KURSI ENAK di Jalan Gatot Subroto 
apalagi sampe Ketua MPR mengeluarkan suatu penyataan DENSUS 88 HARUS DITARIK 
DARI POSO.    INIKAN GILA DAN SANGAT GILA. 
 
Saya Sangat Salut dan Angkat Topi untuk POLRI tidak layak untuk disalahkan 
karena mereka telah bertindak benar.

Sekarang terserah kita mau pilih mana AMAN atau KACAU ... itu aja pilihannya 
... 

Ok thanks. 
GBU, 
-- 
Jimmy Masinambow 




On 1/25/07, edogawa2000 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              
      Sebenarnya kalo kita jujur melihat konflik yang ada di poso, kita bisa 
melihat taktik yang sama seperti yang dilakukan HISBULLAH di timur tengah.
 Menggunakan masyarakat yang terprovokasi lalu menjadi kan masyarakat tersebut 
itu tameng. Maka jika terjadi baku tembak akan ditulis bahwa pihak berwajib 
menembaki masyarakat. Padahal kelompok teror yang mengaku Islam keras tersebut 
melakukan tembakan dari belakang masyarakat tersebut dan kadang membagikan 
masyarakat yang telah dipanas panasi tersebut senjata untuk melawan petugas. 
 Apabila petugas telah menembak dan korban telah jatuh langsung kelompok ini 
menghilang membawa senjata senjata tersebut sehingga petugas di salahkan.





 

 Kayaknya sih memang telah banyak orang orang dengan otak teror ini masuk ke 
Indonesia dan mereka juga dilindungi dan di dukung oleh kelompok kelompok 
politik yang berambisi menguasai Indonesia untuk dijadikan sarang penyamun 
mereka. 





  Kita telah bisa melihat kok, partai politik Indonesia mana yang berkiblat 
kepada ajaran kelompok garis keras islam timur tengah macam Hisbullah. Sekarang 
tinggal kita mau jujur gak untuk mengakuinya ?






 On 1/24/07,  Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED] > wrote:                        
                 
  24/01/2007 15:47 WIB
      Ketua MPR: Densus 88 Harus Ditarik dari Poso
  Iqbal Fadil - detikcom
    Jakarta - Densus 88 harus segera ditarik dari Poso, Sulawesi Tengah. Untuk 
sementara, tugas pasukan khusus itu digantikan satuan lain hingga suasana 
kondusif.
    Hal itu disampaikan Ketua MPR DR. H. Muhammad Hidayat Nurwahid, MA., Lc. 
usai pertemuan dengan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin di Gedung DPR, 
Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2007).
    "Mestinya Densus 88 yang terlibat bentrok ditarik dulu dan digantikan 
dengan pasukan yang tidak dalam satu kesatuan yang sama," kata mantan Presiden 
Partai Keadilan Sejahtera ini.
    Hidayat mencontohkan, penarikan pasukan pernah dilakukan di Aceh. Saat itu, 
TNI menarik pasukan yang tidak disukai masyarakat dengan pasukan Siliwangi yang 
lebih bisa diterima.
    Dia juga merasa prihatin dan menyesalkan banyaknya korban sipil dalam 
bentrok di Poso beberapa waktu lalu.
    "Tentu saja kita sepakat hukum harus ditegakkan di negeri ini. Tapi 
pendekatan kekerasan yang menghasilkan korban sipil yang begitu banyak 
semestinya dihindari oleh negara. Saya yakin Poso tidak lebih rumit dari Aceh. 
Jadi kalau polisi berwibawa dan sabar, saya yakin penyelesaian lebih elegan 
bisa dilakukan," tandasnya.(ken/nrl)
   
  
     
     
               
         








 
     
                       

 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke