Memalsukan video, potret, menyebarkan kebohongan & kebencian hanyalah salah 
satu cara kampanye dari kaum jihadis, islamist  yang sudah dilakukan ber-kali2. 
 Sedihnya, muslimin2 yang melihat pemalsuan tsb. tidak bisa berpikir kritis, 
bahkan mudah saja terumbar kemarahan mereka.  Mungkin karena didalam Islam 
mereka tidak diajar utk. berpikir secara kritis, tetapi dari kecil menerima 
mentah2 apa yang dikatakan oleh kiyai, ulama, dsb. dsb.
   
  Dan pemalsuan video, photo, berita juga dipakai oleh simpatisan2 jihadis, 
islamist, palistinia di Barat.  Seringkali itu adalah karena jurnalis2 Barat 
tsb. langsung memakai potret, keterangan, dll yang diberikan oleh kaki tangan 
(stringers) mereka. 
   
  Berikut hanyalah beberapa contoh:
   
  * Kematian Al-Dura, anak Palestina yang katanya mati karena ditembak Israel.  
Per-tama2 ini ditayangkan di tv Perancis.  Meskipun pembicara di tayangan 
pertama tsb. adalah orang Perancis, tetapi yamg shooting video tsb. adalah kaki 
tangan tv perancis tsb. di Palestina.  Telah dibuktikan dengan video yang 
dikeluarkan oleh Pierre Rehov bahwa al-Dura tsb. tidak mungkin mati karena 
peluru Israel, bahkan kemungkinan besar sekali oleh peluru orang Palestina 
sendiri.
   
  Disiti juga diperlihatkan bahwa tayangan2 tv mengenai perlawanan Palestina ke 
Israel ada yang di-bikin2.
   
  Pallywood
   
  * Waktu Israel menyerang Hizbulah di Lebanon selatan, ada beberapa potret dan 
tayangan di tv hasil dari stringers tsb.  Sampai2 AP kemudian memberhentikan 
tukang potret Arab yang memalsukan/membuat lebih dramatis potret yang 
diambilnya mengenai asap yang mengebul diatas kota.
   
  Ini artikel dari website yang membahas pemalsuan2 tsb.
   
   
  * Kejadian di pantai Gaza dimana sekeluarga orang Palestina yang sedang 
berpikinik di pantai terbunuh, yang selamat hanya seorang anak wanitanya.  
Ber-hari2 sesudah itu dunia penuh dengan kecaman2 terhadap Israel, sebab 
Palestina menuduh bahwa peluru dari kapal perang Israel lah yang membunuh orang 
Palestina tsb.  Begitu pun di video di Palestina di putar ber-kali2 dimana bisa 
dilihat korban2 tsb. kemudian juga kapal perang Israel tsb. padahal kapal 
Perang Israel tsb. pada waktu adanya ledakan di pantai tidak sedang menembak.  
Apa yang di perlihatkan di tv Palestina dari kapal perang Israel tsb. diambil 
dari press release IDF sendiri yang dikeluarkan tidak terlalu lama sebelum 
ledakan yang mematikan di pantai tsb. yang ternyata adalah ledakan dari amunisi 
orang Palestina sendiri.
   
  Kofi Annan yang sangat mudah terpengaruh oleh kebohongan2 Palestina/Arab 
akhirnya menarik kembali pernyataan yang dikeluarkannya yang berdasarkan 
kebohongan Palestina tsb.
   
  * Disebarluaskannya buku 'the protocols of the elders of zion', yang jelas2 
adalah rekaan dari pada dinas rahasia Rusia di permulaan abad ke 20.  Bukan 
hanya itu saja, di Mesir belum begitu lama berselang dibuat tv berdasarkan buku 
bohong tsb.
   
  * tulisan di koran mengenai 'blood libel', dimana seorang pandai, bertitel 
menulis artikel di koran terkemuka bahwa orang Israel membuat roti dengan 
daerah anak2.
   
  * Banyak buku2 dsb. yang mengajarkan kebencian terhadap orang Yahudi dan non 
Muslim.
   
  Sowing seeds of hatred 
  Islamic textbooks scapegoat Jews, Christians
   
  Saudi Publications on Hate Ideology Invade American Mosques
  

BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Yang dimaksud video tersebut dapat dilihat di situs ini : 
http://www.youtube.com/watch?v=8Bo-ZRb1Edg

Kelihatanya video tersebut adalah adalah hasil editan dari beberapa kasus di 
Indonesia, misalnya kasus Sampit yang terjadi pemegalan kepala ( makanya banyak 
kepala yang dipegal di video ini ) , poso dan Ambon ( kapal pesiar ), dll. coba 
deh perhatikan senjata yang mereka bawa serta pakaian yang mereka pakai, kita 
bisa menduga itu kejadian didaerah mana. 

" mungkin polisi itu jijik mempersilahkannya masuk ke mobil atau bisa juga ia 
takut melindungi pemuda itu sementara puluhan pemuda Kristen Radikal sedang 
memukulinya. " Ngak ada tuh didalam Video

Jangan2 Video tersebut sengaja dibuat oleh orang tertentu dengan tujuan 
tertentu pula. cobadeh dengar bahasa pengantar yang dipergunakan.

Salam, Budiman

----- Original Message ----- 
From: Wido Q Supraha 
To: [email protected] 
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, January 31, 2007 1:30 PM
Subject: [mediacare] Ketidakadilan MEDIA dalam pemberitaan POSO

Saksi Poso Berbicara Di Jakarta
(laporan Syarifuddin Ambalawi)

Hanya selang 2 hari setelah sweeping Brimob terhadap 16 muslim Poso yang 
termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) yang menyebabkan tewasnya belasan 
penduduk sipil muslim Poso 22 Jan 2007 lalu, Ust. Ahmad kemudian diutus oleh 
Ust. Adnan Arsal, tokoh agama Islam Poso setempat, untuk ke Jakarta melaporkan 
fakta sebenarnya. Kamis, 25 Jan 2007, Ust. Ahmad didampingi beberapa tokoh 
Forum Umat Islam, termasuk Ust. Abu Bakar Ba'asyir dari Majelis Mujahidin 
Indonesia dan Habib Rizieq dari Front Pembela Islam, mendatangi Komnas HAM 
untuk menyampaikan fakta.

Rekaman Video Yang Menjijikkan
Rekaman video kekejaman 'Kristen Radikal' pada masa sebelum kesepakatan Malino 
dipersaksikan. Tampak belasan mayat anak kecil Muslim sedang dikumpulkan, 
diantaranya ada anak balita yang 1/3 tempurung kepala bagian atasnya lepas 
terbacok rata (kemudian disambungkan lagi), usus terburai dan anak kecil 
lainnya yang punggung atau bahunya terbelah lebar dan dalam bekas bacokan. 
Disisi lain tampak pula mayat-mayat orang dewasa termasuk para wanita dewasa. 
Mayat seorang ibu terlihat pergelangan tangannya putus rata dibacok dengan 
senjata yang sangat tajam yang menyebabkan bekas bacokannya sangat 'rata'. 
Suatu rekaman video penutup akhirnya diputarkan yang menyebabkan teriakan 
ledakan marah para pemuda ormas Islam yang ikut hadir disertai teriakan 
histeris para wartawan yang ikut menyaksikan. Dalam rekaman ini tampak seorang 
pemuda muslim Poso sedang dikeroyok oleh sekelompok pemuda Kristen Radikal 
(istilah yang dikemukakan Habib Rizieq untuk membedakannya dengan umat Kristen 
umum). Sebuah golok telah menyabet kulit kepala pemuda tersebut hingga 
terkelupas selebar dan setebal kue serabi, sehingga terlihat daging berwarna 
putih dan kelupasan kulit kepala yang masih menggantung di kepalanya 
terumbai-umbai ketika ia bergerak kesana kemari. Pemuda muslim ini terlihat 
masih bisa berdiri dan teriak-teriak minta tolong pada polisi bersenjata 
lengkap yang ada disekitarnya namun tak berdaya atau tak berani atau tak mau 
bertindak tegas. Beberapa pemuda Kristen Radikal terlihat masih terus 
memukulnya dengan kayu, sementara seorang pemuda lainnya menombak dada kiri 
pemuda malang
tersebut dengan sebilah bambu runcing. Pemuda tersebut melepas tombak bambu itu 
dengan tangannya, lalu dengan kepala yang berlumuran darah, kulit kepala 
terkelupas, baju penuh darah, ia berjalan terhuyung menuju mobil polisi yang 
ada 3 meter disampingnya. Sesaat terlihat kelupasan kulit kepala pemuda 
tersebut masih melambai tergantung diatas telinganya akibat gerakan tubuhnya. 
Seorang polisi yang ada dalam mobil tersebut mengusirnya ketika pemuda malang 
itu minta perlindungan, mungkin polisi itu jijik mempersilahkannya masuk ke 
mobil atau bisa juga ia takut melindungi pemuda itu sementara puluhan pemuda 
Kristen Radikal sedang memukulinya. Walau akhirnya pemuda malang tersebut bisa 
diselamatkan ke sebuah mobil patroli bak terbuka polisi, namun dari sekitar 20 
- 30 polisi yang ada di lokasi hanya 1-2 orang yang terlihat berusaha melerai, 
namun dengan cara seadanya. 
Andi Baso, tokoh penandatangan Perjanjian Malino, yang ikut hadir menjelaskan 
bahwa itu masih belum apa-apa dibanding laporan yang ia terima dimana beberapa 
wanita dewasa di suatu desa di Poso diperkosa para Kristen Radikal dan beberapa 
diantaranya kemaluannya dimasukkan botol dengan paksa, ditendang kemaluannya, 
dan lalu sebagian mati ditempat. Kabar lain mengatakan Tibo pernah menyembelih 
seorang anak kecil dan meminum darahnya yang sedang mengalir dari lehernya 
langsung ke mulutnya. 

Kecemburuan Sosial Sebagai Sumbu Perang Antar Umat Beragama Poso
Menurut Andi Baso, pemicu awal perang Poso adalah kecemburuan sosial dari umat 
Kristen terhadap kemajuan umat Islam di Poso. Warga Kristen Poso sudah biasa 
menenggak minuman keras sehingga bangun telat, ke ladang telat, kerja telat, 
akhirnya ekonomi memburuk. Sedang warga muslim, ditambah pengaruh transmigran 
muslim dari Jawa, yang selalu bangun subuh untuk sholat subuh, lalu berangkat 
kerja sejak subuh, lantas lebih cepat maju. Akibat kemajuan ekonomi umat Islam, 
lantas lebih banyak mesjid dibangun, lalu uang lebih banyak tersedia untuk beli 
pengeras suara. Kemajuan rumah ibadah dan pengeras suara ini merupakan friksi 
awal yang memulai kecemburuan sosial. Secara logika dalam situasi seperti ini 
provokasi dari luar lebih mudah meledakkan umat Kristen, sebaliknya tidak ada 
artinya provokasi bagi umat Islam yang tidak memiliki kecemburuan sosial.

. 



         

Kirim email ke