* Kematian Al-Dura, anak Palestina yang katanya mati karena ditembak
Israel.  Per-tama2 ini ditayangkan di tv Perancis.  Meskipun pembicara
di tayangan pertama tsb. adalah orang Perancis, tetapi yamg shooting
video tsb. adalah kaki tangan tv perancis tsb. di Palestina.  Telah
dibuktikan dengan video yang dikeluarkan oleh Pierre Rehov bahwa
al-Dura tsb. tidak mungkin mati karena peluru Israel, bahkan
kemungkinan besar sekali oleh peluru orang Palestina sendiri.

---------------------------

Kalau mau ngungkapin fakta jangan cuma ngambil pas yang bagian
tengahnya saja, tapi langsung kesimpulannya saja. Karena fakta dari
pengadilan Perancis menyatakan bahwa hal tersebut adalah tuduhan yang
tidak benar

On October 19, 2006, a court in Paris ruled that Philippe Karsenty,
who runs the Media-Ratings Agency, was guilty of libeling France 2 and
Charles Enderlin after alleging that they had faked their report.
http://www.answers.com/topic/muhammad-al-durrah

French TV station wins al-Dura case
http://www.jpost.com/servlet/Satellite?c=JPArticle&cid=1159193481133&pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull

Dan pemerintah Israel sudah meminta ma'af dan tidak berniat membuka
kasus ini lagi, tanya kenapa?

Dan mengenai video tersebut, saya cuma sekedar nanya, bagaimana anda
memastikan bahwa deskripsi yang diceritakan dalam postingan Sdr. Wido
adalah persis sama dengan link video yang anda berikan?

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa sudah nature orang
kristen tipikal kok berlagak jadi innocent dove meski merekalah yang
sebenarnya memutarbalikkan fakta bak seekor ular. Sebegitu parahnya
penyakit ini sampai2 si penjagal tibo dan dkk pun mereka jadikan
pahlawan. Kapan sih pernah orang Kristen tipikal berani memikul
tanggung jawab dari ada yang sudah mereka lakukan?

Merasa menjadi korban dan merasa menjadi kambing hitam adalah kartu as
yang selama ini dimainkan oleh kristen tipikal hanya karena mereka
hidup di tengah2 masyarakat di negara Muslim terbesar di dunia,
kendati fakta menunjukkan bahwa tibo dan dkk nya itu sudah terbukti di
lapangan bahwa mereka memang srigala-srigala yang haus darah. Dan ini
bahkan sampai melibatkan gereja cynode dan para pendeta.

Sebegitu hebatnya self-denial itu, saya sampai-sampai berpikir
seandainya tragedi kebiadaban tentara kristen Serbia itu terjadi di
Indonesia, atau kerusuhan saling berbunuhan masyarakat kristen di
Timor-Timur itu terjadi di Indonesia, tentunya mereka juga akan
menyalahkan Muslim Indonesia. No doubt. Dan semua yang ditampilkan
media Indonesia pastilah dalam rangka menyudutkan mereka.

Tidak ada yang perlu diedit dan dimanipulasi untuk video tsb, karena
kristen perusuh di lapangan itu memang yang begitu itu perilakunya.
Mencari gara-gara dengan terlebih dahulu membantai penduduk Muslim
yang tidak berdosa. Ini sudah jamak kok di daerah yang Kristennya agak
seimbang dengan Muslim. Aneh bukan? Mengapa bukan hal seperti ini yang
dikritisi oleh orang2 Kristen yang berada di luar daerah konflik tsb?
Mereka enak, kondisi mereka relatif aman, meski tinggal di daerah2
yang bermayoritas Muslim, tapi khusus untuk daerah2 yang mereka adalah
mayoritasnya ataupun proporsinya seimbang, selalu saja Muslimnya
dibuat menderita dan sengsara.

Tolerance and respect are a two-way street, got it?

JustJoiningTheTribe





--- In [email protected], amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Memalsukan video, potret, menyebarkan kebohongan & kebencian hanyalah
salah satu cara kampanye dari kaum jihadis, islamist  yang sudah
dilakukan ber-kali2.  Sedihnya, muslimin2 yang melihat pemalsuan tsb.
tidak bisa berpikir kritis, bahkan mudah saja terumbar kemarahan
mereka.  Mungkin karena didalam Islam mereka tidak diajar utk.
berpikir secara kritis, tetapi dari kecil menerima mentah2 apa yang
dikatakan oleh kiyai, ulama, dsb. dsb.
 
Dan pemalsuan video, photo, berita juga dipakai oleh simpatisan2
jihadis, islamist, palistinia di Barat.  Seringkali itu adalah karena
jurnalis2 Barat tsb. langsung memakai potret, keterangan, dll yang
diberikan oleh kaki tangan (stringers) mereka.
 
Berikut hanyalah beberapa contoh:
 
* Kematian Al-Dura, anak Palestina yang katanya mati karena ditembak
Israel.  Per-tama2 ini ditayangkan di tv Perancis.  Meskipun pembicara
di tayangan pertama tsb. adalah orang Perancis, tetapi yamg shooting
video tsb. adalah kaki tangan tv perancis tsb. di Palestina.  Telah
dibuktikan dengan video yang dikeluarkan oleh Pierre Rehov bahwa
al-Dura tsb. tidak mungkin mati karena peluru Israel, bahkan
kemungkinan besar sekali oleh peluru orang Palestina sendiri.
 
Disiti juga diperlihatkan bahwa tayangan2 tv mengenai perlawanan
Palestina ke Israel ada yang di-bikin2.
 
Pallywood
 
* Waktu Israel menyerang Hizbulah di Lebanon selatan, ada beberapa
potret dan tayangan di tv hasil dari stringers tsb.  Sampai2 AP
kemudian memberhentikan tukang potret Arab yang memalsukan/membuat
lebih dramatis potret yang diambilnya mengenai asap yang mengebul
diatas kota.
 
Ini artikel dari website yang membahas pemalsuan2 tsb.
 
 
* Kejadian di pantai Gaza dimana sekeluarga orang Palestina yang
sedang berpikinik di pantai terbunuh, yang selamat hanya seorang anak
wanitanya.  Ber-hari2 sesudah itu dunia penuh dengan kecaman2 terhadap
Israel, sebab Palestina menuduh bahwa peluru dari kapal perang Israel
lah yang membunuh orang Palestina tsb.  Begitu pun di video di
Palestina di putar ber-kali2 dimana bisa dilihat korban2 tsb. kemudian
juga kapal perang Israel tsb. padahal kapal Perang Israel tsb. pada
waktu adanya ledakan di pantai tidak sedang menembak.  Apa yang di
perlihatkan di tv Palestina dari kapal perang Israel tsb. diambil dari
press release IDF sendiri yang dikeluarkan tidak terlalu lama sebelum
ledakan yang mematikan di pantai tsb. yang ternyata adalah ledakan
dari amunisi orang Palestina sendiri.
 
Kofi Annan yang sangat mudah terpengaruh oleh kebohongan2
Palestina/Arab akhirnya menarik kembali pernyataan yang dikeluarkannya
yang berdasarkan kebohongan Palestina tsb.
 
* Disebarluaskannya buku 'the protocols of the elders of zion', yang
jelas2 adalah rekaan dari pada dinas rahasia Rusia di permulaan abad
ke 20.  Bukan hanya itu saja, di Mesir belum begitu lama berselang
dibuat tv berdasarkan buku bohong tsb.
 
* tulisan di koran mengenai 'blood libel', dimana seorang pandai,
bertitel menulis artikel di koran terkemuka bahwa orang Israel membuat
roti dengan daerah anak2.
 
* Banyak buku2 dsb. yang mengajarkan kebencian terhadap orang Yahudi
dan non Muslim.
 
Sowing seeds of hatred
Islamic textbooks scapegoat Jews, Christians
 
Saudi Publications on Hate Ideology Invade American Mosques


BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    Yang dimaksud video tersebut dapat dilihat di situs ini :
http://www.youtube.com/watch?v=8Bo-ZRb1Edg

    Kelihatanya video tersebut adalah adalah hasil editan dari
beberapa kasus di Indonesia, misalnya kasus Sampit yang terjadi
pemegalan kepala ( makanya banyak kepala yang dipegal di video ini ) ,
poso dan Ambon ( kapal pesiar ), dll. coba deh perhatikan senjata yang
mereka bawa serta pakaian yang mereka pakai, kita bisa menduga itu
kejadian didaerah mana.

    " mungkin polisi itu jijik mempersilahkannya masuk ke mobil atau
bisa juga ia takut melindungi pemuda itu sementara puluhan pemuda
Kristen Radikal sedang memukulinya. " Ngak ada tuh didalam Video

    Jangan2 Video tersebut sengaja dibuat oleh orang tertentu dengan
tujuan tertentu pula. cobadeh dengar bahasa pengantar yang dipergunakan.

    Salam, Budiman

    ----- Original Message -----
    From: Wido Q Supraha
    To: [email protected]
    Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
    Sent: Wednesday, January 31, 2007 1:30 PM
    Subject: [mediacare] Ketidakadilan MEDIA dalam pemberitaan POSO

    Saksi Poso Berbicara Di Jakarta
    (laporan Syarifuddin Ambalawi)

    Hanya selang 2 hari setelah sweeping Brimob terhadap 16 muslim
Poso yang termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) yang menyebabkan
tewasnya belasan penduduk sipil muslim Poso 22 Jan 2007 lalu, Ust.
Ahmad kemudian diutus oleh Ust. Adnan Arsal, tokoh agama Islam Poso
setempat, untuk ke Jakarta melaporkan fakta sebenarnya. Kamis, 25 Jan
2007, Ust. Ahmad didampingi beberapa tokoh Forum Umat Islam, termasuk
Ust. Abu Bakar Ba'asyir dari Majelis Mujahidin Indonesia dan Habib
Rizieq dari Front Pembela Islam, mendatangi Komnas HAM untuk
menyampaikan fakta.

    Rekaman Video Yang Menjijikkan
    Rekaman video kekejaman 'Kristen Radikal' pada masa sebelum
kesepakatan Malino dipersaksikan. Tampak belasan mayat anak kecil
Muslim sedang dikumpulkan, diantaranya ada anak balita yang 1/3
tempurung kepala bagian atasnya lepas terbacok rata (kemudian
disambungkan lagi), usus terburai dan anak kecil lainnya yang punggung
atau bahunya terbelah lebar dan dalam bekas bacokan. Disisi lain
tampak pula mayat-mayat orang dewasa termasuk para wanita dewasa.
Mayat seorang ibu terlihat pergelangan tangannya putus rata dibacok
dengan senjata yang sangat tajam yang menyebabkan bekas bacokannya
sangat 'rata'.
    Suatu rekaman video penutup akhirnya diputarkan yang menyebabkan
teriakan ledakan marah para pemuda ormas Islam yang ikut hadir
disertai teriakan histeris para wartawan yang ikut menyaksikan. Dalam
rekaman ini tampak seorang pemuda muslim Poso sedang dikeroyok oleh
sekelompok pemuda Kristen Radikal (istilah yang dikemukakan Habib
Rizieq untuk membedakannya dengan umat Kristen umum). Sebuah golok
telah menyabet kulit kepala pemuda tersebut hingga terkelupas selebar
dan setebal kue serabi, sehingga terlihat daging berwarna putih dan
kelupasan kulit kepala yang masih menggantung di kepalanya
terumbai-umbai ketika ia bergerak kesana kemari. Pemuda muslim ini
terlihat masih bisa berdiri dan teriak-teriak minta tolong pada polisi
bersenjata lengkap yang ada disekitarnya namun tak berdaya atau tak
berani atau tak mau bertindak tegas. Beberapa pemuda Kristen Radikal
terlihat masih terus memukulnya dengan kayu, sementara seorang pemuda
lainnya menombak dada kiri pemuda malang
    tersebut dengan sebilah bambu runcing. Pemuda tersebut melepas
tombak bambu itu dengan tangannya, lalu dengan kepala yang berlumuran
darah, kulit kepala terkelupas, baju penuh darah, ia berjalan
terhuyung menuju mobil polisi yang ada 3 meter disampingnya. Sesaat
terlihat kelupasan kulit kepala pemuda tersebut masih melambai
tergantung diatas telinganya akibat gerakan tubuhnya. Seorang polisi
yang ada dalam mobil tersebut mengusirnya ketika pemuda malang itu
minta perlindungan, mungkin polisi itu jijik mempersilahkannya masuk
ke mobil atau bisa juga ia takut melindungi pemuda itu sementara
puluhan pemuda Kristen Radikal sedang memukulinya. Walau akhirnya
pemuda malang tersebut bisa diselamatkan ke sebuah mobil patroli bak
terbuka polisi, namun dari sekitar 20 - 30 polisi yang ada di lokasi
hanya 1-2 orang yang terlihat berusaha melerai, namun dengan cara
seadanya.
    Andi Baso, tokoh penandatangan Perjanjian Malino, yang ikut hadir
menjelaskan bahwa itu masih belum apa-apa dibanding laporan yang ia
terima dimana beberapa wanita dewasa di suatu desa di Poso diperkosa
para Kristen Radikal dan beberapa diantaranya kemaluannya dimasukkan
botol dengan paksa, ditendang kemaluannya, dan lalu sebagian mati
ditempat. Kabar lain mengatakan Tibo pernah menyembelih seorang anak
kecil dan meminum darahnya yang sedang mengalir dari lehernya langsung
ke mulutnya.

    Kecemburuan Sosial Sebagai Sumbu Perang Antar Umat Beragama Poso
    Menurut Andi Baso, pemicu awal perang Poso adalah kecemburuan
sosial dari umat Kristen terhadap kemajuan umat Islam di Poso. Warga
Kristen Poso sudah biasa menenggak minuman keras sehingga bangun
telat, ke ladang telat, kerja telat, akhirnya ekonomi memburuk. Sedang
warga muslim, ditambah pengaruh transmigran muslim dari Jawa, yang
selalu bangun subuh untuk sholat subuh, lalu berangkat kerja sejak
subuh, lantas lebih cepat maju. Akibat kemajuan ekonomi umat Islam,
lantas lebih banyak mesjid dibangun, lalu uang lebih banyak tersedia
untuk beli pengeras suara. Kemajuan rumah ibadah dan pengeras suara
ini merupakan friksi awal yang memulai kecemburuan sosial. Secara
logika dalam situasi seperti ini provokasi dari luar lebih mudah
meledakkan umat Kristen, sebaliknya tidak ada artinya provokasi bagi
umat Islam yang tidak memiliki kecemburuan sosial.


Kirim email ke