Yth Sunny.
Melihat Tentara PETA, tidak bisa dilihat dari hanya satu sudut pandang.
Apalagi setelah sekian tahun masa berlalu. KIta tentu saja perlu membuat
perspektif baru dengan melihat kenyataan sejarah. Saya baru saja kedatangan
seorang teman yang ahli sejarah Belanda. Awalnya dia berpikiarn dan bersikap
seperti Sdr Sunny bahkan terkesan negatif sekali pada kelahiran TNI. Tapi
setelah mendengar dan melihat bukti-bukti apa adanya, sikapnya berubah, bahkan
ingin mengetahui lebih lanjut. Persoalan PETA, tentu tidak menjadi penting
kalau saja Belanda telah melibatkan bangsa Indonesia dalam kegiatan Han-Kam
sejak Perang Dunia pertama. Meskipun pada tahun 1916-1917, para politis
(khususnya Boedi Oetomo) telah berusaha memajukan konsep "Indie Weerbaar", tapi
karena satu dan lain hal konsep itu ditolak. Rupanya yang disetujui cuma orang
Pribumi boleh menjadi tentara bayaran KNIL. Itu juga dalam status prajurit atau
perwira rendahan dan jumlahnya terbatas. Dalam KNIL yang diterima cuma
suku tertentu saja seperti Jawa, Ambon, Menado dll. Ketika Perang Dunia ke II
meletus, sekali lagi Dewan rakyat (Volks Raad) mengusulkan "Milisi" secara
besar-besaran. Tapi karena banyak pertimbangan, baru saat Jepang siap menuju
selatan, milisi terbatas yang diadakan. Itu juga cuma orang-orang dari kelompok
tertentu saja yang diterima (Belanda totok, Indo, Ambon, Menado dll). Dengan
jatuhnya Belanda ketangan Jerman, Pendikan perwira juga diadakan di Hindia
yaitu di Bandung. KMA (Koninklijke Milier Academi, gedungnya masih ada sekarang
dijalan Suratman). Juga dibentuk Corps Reserve Officirs (CORO) . Semua ini
dipersiapkan untuk membantu kekuatan pertahanan yang ada. Tapi semuanya tidak
ada gunanya, karena setelah Perang Laut Jawa 28 Februari 1942, Jepang dengan
mudah menduduki Pulau Jawa. Meskipun Kapitulasi baru terjadi pada tanggal 8 dan
9 maret 1942, tanggal 4 Maret, Batavia sudah resmi dikuasai Jepang. Maka dari
itu kesannya rakyat Indonesia, pasif saja. Bahkan
menyambut kedatangan saudara tua ini (lihat film "Ned.Indie in de tweede
wereld oorlog"). Peta dibentuk pada tahun 1943, dengan tujuan untuk Home Guard
semata dan sifatnya sukarela. Para pimpinannya adalah orang Indonesia juga,
hanya pelatihnya saja yang Jepang. Awal dari pelatihan ini atas inisiatip Bung
Karno karena ketika berkunjung ke Jepang melihat Home Guard semacam ini. Saat
itulah beliau berkata : "Kita harus memiliki Tentara Pembela Tanah Air seperti
ini". Hal itu menjadi kenyatan, saat Be Pang (Staf intelijen) bernama Yanagawa
memulai pendidikan di Tanggerang. Diantara yang dilatih adalah para senior
perwira PETA seperti Suprijadi, Umar Wirahadikusumah, Kemal Idris, Yono Sewoyo,
Zulkifli Lubis dsb. Dari percobaan 2 angkatan di Tanggerang ternyata para
pemuda kita lebih 50 % lolos penggemblengan dan dilantik sebagai perwira. Dari
lulusan Tanggerang inilah baru dibentuk Pendikan Sekolah PETA di Bogor
(gedungnya kini jadi musium PETA Bogor). Saat itulah Soedirman
dan Soeharto masuk sebagai kadet. Jadi Soeharto bukan lulusan Sekolah
Tanggerang. Secara menyeluruh, PETA memang dipersipakan untuk menangkis
kedatangan sekutu kalau menyerang Jawa, tetapi secara prinsip tentunya untuk
membela Jepang juga. Tapi keuntungan yang dirasakan adalah sempat dilatihnya
sejumlah besar bangsa Indonesia dalam pengetahuan dan teknologi militer
sehingga mampu melawan kembalinya kekuasaan Kolonial Belanda. Jadi walaupun
Belanda tidak mengajarkan Bangsa Indonesia sehingga pandai berperang karena
takut memberontak, Jepang telah memberikan semuanya. Dan itu, telah
dipergunakan dengan baik. Bagian yang kurang menyenangkan dari sistim
pendidikan militer Jepang, adalah mereka (para parjurit Indonesia) juga dididik
dalam idiologi Fasisme. tentu hal ini semua menjadi tidak cocok kalau kita mau
menegakkan tatanan demokrasi (baca Sutan Sjahrir, "Perjuangan Kita").
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Peta pejuang kemerdekaan? Apakah tidak salah interpertasi? Peta
didirikan oleh tentara Jepang untuk membela kepentingan penjajahan mereka
bukan untuk memerdekaan Indonesia. Jadi yang benar ialah kalau ada
anggota-anggota Peta yang membela itu atas inisiatif pribadi bukan policy
kepentingan organisasinya,. dengan begitu menyatakan Peta pejuang Indonesia
merdeka adalah keliru!
----- Original Message -----
From: Pandji R. Hadinoto
To: MediaCare
Sent: Thursday, February 01, 2007 12:37 PM
Subject: [mediacare] WISKINDO 20 Pebruari 2007
Wisata Kebangsaan Indonesia
20 Pebruari 2007
PETA Pejuang Indonesia Merdeka
Pada bulan kedua tahunan kalender tercatat setidaknya 7 (tujuh) peristiwa
politik hukum yang berpengaruh bagi perkembangan politik kebangsaan Indonesia,
yaki 8 Pebruari 1925 Perhimpoenan Indonesia resmi gantikan Indonesische
Vereegining dengan catatan Majalah Hindia Putra (1916) berganti nama Indonesia
Merdeka (1924) dan Gedenkboek 1908 1923 Indonesische Vereegining (terbit
1924); 11 Pebruari 1945 Kesepakatan Sekutu di YALTA dicapai setelah Konperensi
bersidang sejak 4 Pebruari 1945; 14 Pebruari 1945 Perlawanan Bersenjata PETA
(Pembela Tanah Air) di Blitar pimpinan Shodancho SUPRIJADI; 14 Pebruari 1946
Pengibaran Sang Merah Putih di Manado pimpinan Ch. Ch. Taulu dan pendirian
Pemerintah RI di Sulawesi Utara; 20 Pebruari 1927 Jong Indonesia berdiri di
Bandung oleh MR Sartono & MR Sunario yang kemudian pada Desember 1927 menjadi
Pemuda Indonesia; 22 Pebruari 1948 Gerakan hijrah dari kantong2 pertahanan
diawali; 26 Pebruari 1946 Sidang Lengkap KNIP di Solo.
Amanat Kesepakatan YALTA mengembalikan situasi di Asia kepada status quo
seperti sebelum invasi Jepang Desember 1941 seolah pembenaran legitimasi
politik neo kolonialisme Belanda atas wilayah Indonesia.
PETA sebutan bagi Boei Giyugun (Tentara Sukarela Pembela Tanah Air) tercatat
dibentuk di Jawa, Bali dan Sumatera dibentuk pada 3 Oktober 1943 berdasarkan UU
Balatentara Jepang (Osamu Seirei No. 44) yang menegaskan bahwa PETA adalah
pasukan sukarela untuk membela tanah air, dan pada tahun 1945 telah terbangun
66 batalyon infantri dan 3 satuan khusus (Yugeketai) di pulau Jawa, 3 batalyon
infantri di Bali dan 55 kompi infantry Giyugun di Sumatera. PETA dibubarkan
pada 19 Agustus 1945, dan mantan PETA menjadi inti BKR (Badan Keamanan Rakyat)
pada 23 Agustus 1945, lalu TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober 1945,
kemudian TRI (Tentara Rakyat Indonesia) dan akhirnya menjelma jadi TNI (Tentara
Nasional Indonesia) sebagaimana dikenali kini. PETA diyakini sebagai sumber
jiwa patriotisme/nasionalisme, humanisme, kerakyatan, keadilan yang semuanya
berakar pada keimanan yang religius-monoteistis.
Peringkat kepemimpinan PETA diatur sebagai berikut Bundancho (Komandan Regu,
Sersan), Shodancho (Komandan Peleton. Letnan), Chudancho (Komandan Kompi,
Kapten), Daidancho (Komandan Batalyon, Mayor).
Sejarah mencatat bahwa ternyata PETA berperan melahirkan modal perangkat
keras perjuangan mempertahankan Indonesia Merdeka 1945 1949, a.l. terbukti
Mantan Daidancho PETA Soedirman terpilih jadi Panglima Besar TKR pada 12
Nopember 1945.
Dalam konteks kekinian di bulan Pebruari 2007 ini, semangat Indonesia Merdeka
dari Perhimpoenan Indonesia, semangat Jong Indonesia menjadi Pemoeda Indonesia
dan semangat mempertahankan Indonesia Merdeka dari para prajurit PETA tersebut
diatas adalah layak senantiasa jadi penjuru bagi Nasionalis generasi pengisi
Indonesia Merdeka agar sinyalemen lunturnya wawasan dan etos serta spirit
kebangsaan dapat segera diatasi secara nasional. Artinya, kalau bukan kita2
lalu siapa lagi ? Peningkatan sikap kebangsaan kini menjadi penting a.l. ketika
dipahami bahwa penguatan bagi perlindungan hak asasi di bidang politik di era
reformasi kini justru masih ditemani oleh pelemahan bagi perlindungan hak asasi
di bidang ekonomi, kesejahteraan sosial dan hukum [Jajak Pendapat Kompas,
Paradoks Perlindungan HAM di Indonesia, 2 Januari 2007]. Penguatan sikap
kebangsaan menjadi sedemikian penting perannya bilamana dipahami bahwa sederet
ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan bagi Persatuan
dan Kesatuan Bangsa kini menjadi bisa tidak terhindarkan a.l. sebagai dampak
daripada berperannya ideologi imperialisme dunia seperti neoliberalisme berikut
kegiatan2 kontra liberalisme berkarakter radikal seperti terorisme yang
melekat, demikian pula serangan narkoba atas generasi muda yang dapat
menghancurkan masa depan Bangsa, dan potensi konflik perbatasan wilayah NKRI
dengan negara2 tetangga [Kiki Syahnakri, Keamanan Nasional dan TNI-Polri,
Kompas 19 Januari 2007]. Dengan kata lain, saatnyalah kini bagi para Nasionalis
segera bersikap tegas terhadap pergeseran kekuasaan pasar dan korporasi akibat
gagasan Neoliberalisme yang memang berniat pengendalian tata dunia baru
berdasarkan pasar dan kekuatan modal dengan mengabaikan aturan Negara dan
Negara kesejahteraan melalui doktrin liberalisasi-privatisasi-deregulasi. Sikap
tegas Nasionalis ini pantas digelar mengingat kini tercatat 20% aset asing
global dikuasai 100 korporasi multinasional terbesar, 51 dari 100 negara
terbesar dunia adalah korporasi dan 49 sisanya adalah Negara bangsa, guna
mengatasi ketimpangan dunia yang ditandai ketidakadilan dan merebaknya tingkat
kemiskinan serta mempertimbangkan perlindungan terhadap konstitusi Negara
Indonesia yang mengamanatkan Negara Kesejahteraan (Welfare State).
Tidak berkelebihan, sekaligus pada kesempatan ini, dimaklumkan bahwa pada 20
Pebruari 2007 yad jam 14.00 s/d 17.00 wib dijadwalkan acara Riwayat Kejuangan
PETA bagi Indonesia Merdeka dalam kerangka Gema Nasionalis 45 (Nasionalis ber
Roh Kejuangan 45) bertempat di Gedung DHN Kejuangan 45, Jl. Menteng Raya 31,
Jakarta Pusat 10340.
Semoga, dengan demikian, generasi penerus Indonesia Merdeka dapat senantiasa
terinspirasi dari pengalaman Generasi Proklamasi menuju pembangunan cita-cita
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagaimana diamanatkan oleh Pembukaan
UUD 1945.
Jakarta, 31 Januari 2007
Pandji R. Hadinoto / KaDep Politik & Hukum DHN Kejuangan 45
eMail : [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
---------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.410 / Virus Database: 268.17.18/662 - Release Date: 1/31/2007
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com