Sombong??? bukannya mau membela om dhani tapi saya tidak melihat 
adanya bentuk kesombongan dari tulisan om Dhani. Saya yang termasuk 
eneg melihat bendera2 partai - apapun itu partainya -  ditengah 
bencana yang sedang terjadi, kadang saya berpikir, mereka ini mau 
bantu atau mau kampanye atau mau mencoba membuat masyarakat amnesia 
politik terhadap ketidak becusan dan ketidak mampuan mereka di 
parlemen. Padahal kunci dan fungsi sebenarnya mereka justru ada di 
gedung parlemen.

Saya jadi inget sebuah peristiwa ketika terjadi bencana di jateng, 
dimana kader parpol yang paling doyan n getol berkampanye di saat 
bencana itu ditolak dan diomelin oleh warga karena kader tersebut 
lebih sibuk nyari posisi yang pas untuk MENANCAPKAN ATRIBUT 
PARPOLNYA, mungkin dalam pikiran si aktifis itu posisi yang terbaik 
adalah posisi yang gampang kesorot oleh media tv.

Bung Ibnu, kalau saya nilai justru simpatik berlebihan yang anda 
miliki itu yang perlu diobati.

Selama pemerintah pusat tidak pernah becus dan berdaya dalam 
menghadapi bencana, maka selama itu pula bencana akan menjadi sebuah 
BERKAH tersendiri bagi PARPOL2 yang melempem itu untuk BERKAMPANYE 
secara GRATIS dan membuat masyarakat menjadi amnesia. Tinggal tunggu 
lihat saja di 2009, indonesia akan dihujani oleh pamflet2 PARPOL yang 
isinya penuh dengan PHOTO - PHOTO MUSIBAH dan BENCANA ALAM, hugh...

Partai boleh saja turut membantu, tapi alangkah baiknya jika mereka 
saat terjadi bencana itu IKHLAS melepaskan SELURUH ATRIBUT PARTAI dan 
cukup menggunakan 1 atribut YAITU ATRIBUT PMI dan mereka para RELAWAN 
PARTAI itu berada dalam satu komando (payung) yang dibentuk oleh 
pemeritah daerah atau pusat, yah mungkin mirip dengan satkorlap lah, 
apa mereka mau??? gak yakin lah, lah wong mereka punya KEPENTIGAN DAN 
KEUNTUNGAN yang harus diperoleh dari BENCANA DAN MUSIBAH yang tengah 
terjadi.



--- In [email protected], "ibnu sudarmono" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jika ada warga yang sombong seperti om danny, di tempat saya pasti 
di gebukin.
> tentu saja yang ada di posko-posko banjir adalah kader dan 
simpatisan PKS ( inilah hebatnya partai ini ).
> 
> rasa tidak suka yang berlebihan, mbok jangan terus di piara...
> Saya yakin warga yang memang sedang mengalami musibah pasti akan 
bergembira menyambut posko ini..
> 
> 
> 
> ibnu sudarmono
> 
> 
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Danny Lim 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, February 06, 2007 6:55 PM
>   Subject: [mediacare] Re: PKS Dirikan 152 Posko Banjir di 5 
Wilayah DKI Jakarta
> 
> 
>   PKS adalah partai politik, dus kinerjanya di parlemen. Bila PKS 
>   selama ini tidak pernah mengontrol kinerja pemerintah dalam 
>   problematik kemasyarakatan antara lain banjir, malah membangun 
posko 
>   banjir, maka PKS telah membuktikan dirinya TIDAK memiliki level 
>   partai politik, tapi sekedar level posko banjir.
> 
>   Sebuah aksi pen-degradasi-an PKS oleh diri sendiri yang diumumkan 
>   besar-besaran oleh Wido. Terima kasih kepada Wido, benar-benar 
murid 
>   ogut yang jempolan.
> 
>   Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> 
>   --- In [email protected], "Wido Q Supraha" <supraha@> 
>   wrote:
>   >
>   > 06/02/2007 05:37 WIB
>   > 
>   > 
>   > 
>   > PKS Dirikan 152 Posko Banjir di 5 Wilayah DKI Jakarta
>   > 
>   > Iqbal Fadil - detikcom
>   > 
>   > 
>   > 
>   > Jakarta - Hingga hari ke-5 banjir, DPW PKS DKI Jakarta telah 
>   mendirikan 152
>   > pos penanggulangan bencana (P2B) di berbagai wilayah yang 
terkena 
>   banjir di
>   > Jakarta dan sekitarnya. 1500 Kader kepanduan juga dikerahkan 
untuk 
>   membantu
>   > korban.
>   > 
>   > 
>   > 
>   > "39 Posko di Jakarta Timur, 33 di Jakarta Barat, 21 di Jakarta 
>   Pusat, 37 di
>   > Jakarta Selatan dan 22 di Jakarta Utara," jelas Ketua DPW PKS 
DKI 
>   Jakarta
>   > Bidang Pembinaan Pemuda, Agus Sujatmiko, dalam rilis yang 
diterima 
>   detikcom,
>   > Selasa (6/2/2007).
>   > 
>   > 
>   > 
>   > Dijelaskan Agus, berbagai kegiatan sudah dilakukan posko antara 
>   lain
>   > evakuasi korban banjir pelayanan kesehatan dan penyediaan 
makanan
>   > sehari-hari. 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > "Pendirian dapur umum tidak dilakukan oleh semua posko, hanya 
>   untuk beberapa
>   > tempat yang kondisinya masih parah akibat terjangan banjir, 
kader-
>   kader PKS
>   > setempat diinstruksikan untuk menyediakan makanan matang untuk 
>   dibagikan
>   > kepada korban banjir," imbuh Agus. 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > Melalui 152 Posko tersebut disebar bantuan sebanyak 1 ton 
beras, 
>   satu truk
>   > makanan ringan, mie instan dan telor ayam. (bal/bal)
>   > 
>   > 
>   > 
>   > Source : http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php
>   >
>


Kirim email ke