Bayu (dan mungkin banyak member Media Care lainnya) sampai sekarang tidak bisa membedakan "bantuan persoonlijk" dan "menancapkan bendera parpol di posko banjir". Tentu saja anggota PKS tidak saya larang membantu di posko banjir, Bayu mau mengerahkan seluruh handai taulan untuk membantu di posko banjir malah bagus. Tapi di lapangan TIDAK BOLEH menancapkan bendera parpol. OK deh bila brandweer/ambulance/polisi di Indonesia belum secanggih di Belanda, tapi terjunnya anggota PKS di lapangan 'kan bisa memakai bendera lain? PKB tidak pasang bendera PKB, cuma pasang bendera NU. Tempo hari ada yang mengusulkan "pakai saja bendera PMI".
Sekali lagi, membantu di lapangan 'tuh bagus gus gus gus, tapi menancapkan bendera parpol di posko banjir 'tuh jelek lek lek lek. Kalau saya tanya Bayu, apa susahnya memakai bendera PMI atau tidak memakai bendera sama sekali? Jangan seperti sekarang ini, PKS sebagai parpol loyo di parlemen tapi mau merebut suara rakyat di posko banjir? Makanya saya bilang. level PKS kini bukan lagi level parpol tapi level posko banjir. Rakyat Indonesia pada Pemilu berikutnya mesti mencoblos parpol lain yang bisa mengurusi banjir, nanti parpol yang anda coblos itu 'kan bisa mengerahkan tenaga- tenaga PKS untuk posko-posko banjir, bukan? Yang talentanya di parlemen duduk di parlemen, yang talentanya di posko banjir ya jangan duduk di parlemen donk deh nih yee tuh bah cihui ...... :-(. Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], "bayu pelangi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Lim, > > Saya bisa mengerti logika Anda. Dan saya setuju, bahwa tugas utama parpol, > idealnya, adalah seperti yang anda sebut puanjang luebar seperti di bawah. > > Tapi anda tak bisa serta merta menyamakan kondisi di holand dengan di > jakarta. Yang brandweer/ambulance/polisinya plus pemdanya sudah beres > kinerjanya. > Buat saya itu simplifikasi, dan maap saja kalo saya bilang agak naif. > > Jadi betapa lebih malangnya nasib rakyat jakarta(sehingga mungkin akan ada > lebih dari 56 penduduk yang meninggal dan lebih 350.000 pengungsi yang > terlunta-lunta) kalau saja semangat filantropi yang ditunjukkan parpol, lsm, > atau apapun disoroti dengan cara yang sinis seperti itu. > > Rasanya menunggu semua sistem kontrol parpol/legislatif di jakarta (bahkan > indonesia) beres seperti di holand memerlukan waktu yang cukup lama > (terutama untuk para korban banjir!). > > Dan sementara menunggu kondisi seperti itu rasanya tindakan parpol, lsm atau > apapun untuk membuat posko menjadi wajar adanya. Setidaknya agar tak semakin > banyak korban tewas berjatuhan karena tak terevakuasi atau pengungsi > keleleran karena kelambanan pemda. > > Sekali lagi, saya setuju dengan ide besar anda, soal pemberdayaan parpol > atawa legislatif untuk dan atas nama kepentingan rakyat. > > Tapi plis deh ah... turunlah ke bumi indonesia agar anda bisa lebih > realistis melihgat persoalan di lapangan. > > Salam hangat, > bayu, korban banjir jakarta > > > > On 2/8/07, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Pemikiran paling positif adalah MENCEGAH BANJIR, bukan bicara soal > > bantuan dana asing dll. Bila tidak ada banjir, tidak diperlukan dana > > asing, dan yang paling penting: tidak ada penduduk kehilangan harta, > > mati kesetrum listrik, anak-anak tidak bisa ke sekolah, bahaya > > epidemi typus dll.dll.dll. Bisa mengikuti logika saya? > > > > Dalam sistim demokrasi, suara terbanyak menentukan. Bila PKS sombong > > dan egois, maka meski pun PKS dikatakan yang pertama mengkritik > > pemda DKI, kritikannya hanya sebatas kritikan sebab PKS bekerja > > sendirian. Yang perlu dilakukan oleh PKS adalah mengumpulkan suara > > di parlemen dari parpol-parpol lain agar kritikannya mencapai suara > > terbanyak, supaya pemda DKI mau tak mau harus menuruti yang > > digariskan oleh parlemen (baca PKS cs). Inilah tugas PKS dan parpol- > > parpol lainnya di DPRD yang sebenarnya. PKS TIDAK BOLEH berbangga > > membangun Posko Banjir, sebaliknya PKS mesti rela mengakui ke > > masyarakat yang memilihnya "PKS telah gagal total mengontrol Pemda > > DKI sehingga 44 penduduk Jakarta mati dan 350.000 penduduk lainnya > > mengungsi". Beranikah PKS mengeluarkan statement politik seperti itu? > > > > Di Belanda, bila ada badai atau salju, yang turun tangan membantu di > > lapangan adalah tiga serangkai ambulance/polisi/brandweer, bukan > > parpol. Namun parpol mengamati semuanya secara cermat. Parpol > > Belanda akan segera turun tangan menggenjot pemerintah Belanda bila > > kinerja ambulance/polisi/brandweer loyo, apalagi sampai minta uang > > ke masyarakat yang terkena bencana. Parpol juga akan menggenjot > > pemerintah bila kinerja KNMI (Dinas Meteorologi Belanda) memble > > alias tidak memberi warning ke masyarakat Belanda sehari sebelum > > badai/salju turun. dll. dll. Tugas parlemen adalah mengontrol > > kinerja pemerintah secara represif, dan membuat RUU secara > > preventif, bukan turun ke lapangan sebagai posko banjir!!!! > > > > PKS justru harus menggenjot pemerintah pusat agar mengaktifkan > > ambulance/polisi/brandweer (tanpa minta uang dari rakyat yang > > menderita) dari provinsi-provinsi lain ke Jakarta sesuai semangat > > NKRI. Turun tangannya PKS ke Posko Banjir hanya merupakan tindakan > > mendegradasikan diri sendiri dari parpol menjadi posko banjir. Posko > > banjir tentu diperlukan, tapi harus ditangani oleh > > ambulance/polisi/brandweer, bukan oleh parpol seperti PKS. Bila PKS > > merasa terpanggil untuk turun sendiri di lapangan, saya anjurkan PKS > > segera pergi ke notaris dan mengubah statutanya dari parpol menjadi > > Posko Banjir. Untuk selanjutnya kita akan mengenal PKS sebagai > > PBKS "Posko Banjir Keadilan Sejahtera". > > > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland > > > > --- In [email protected] <mediacare% 40yahoogroups.com>, "bayu > > pelangi" <bayu.pelangi@> > > wrote: > > > > > > Imho, > > > Kalo saya sih nggak peduli, mau pks, pds, pki atau organisasi > > genderuwo > > > sekalipun! Kalo mereka mendirikan posko untuk membantu rakyat > > kebanjiran, > > > itu adalah perbuatan baik yang patut diapresiasi. > > > > > > Soal fungsi kepartaian yang di sebut om danny di bawah, kalo nggak > > salah > > > baca (cmiiw), organisasi pertama yang mengecam pemda dki telah > > gagal dalam > > > menghandel banjir juga adalah pks dki. > > > > > > Lebih baik arahkan energi untuk mencermati penyaluran bantuan oleh > > aparat > > > pemda yang ngga beres dan dikorup (seorang pengungsi di melayu > > bilang begitu > > > pada saya) juga bantuan asing yang katanya mulai masuk untuk > > banjir via > > > pemda. > > > > > > Mari kita berpikir positif. > > > > > > Salam > > > bayu > > > > >
