Bung Lim,

Saya bisa mengerti logika Anda. Dan saya setuju, bahwa tugas utama parpol,
idealnya,  adalah seperti yang anda sebut puanjang luebar seperti di bawah.

Tapi anda tak bisa serta merta menyamakan kondisi di holand dengan di
jakarta. Yang brandweer/ambulance/polisinya plus pemdanya sudah beres
kinerjanya.
Buat saya itu simplifikasi, dan maap saja kalo saya bilang agak naif.

Jadi betapa lebih malangnya nasib rakyat jakarta(sehingga mungkin akan ada
lebih dari 56 penduduk yang meninggal dan lebih 350.000 pengungsi yang
terlunta-lunta) kalau saja semangat filantropi yang ditunjukkan parpol, lsm,
atau apapun disoroti dengan cara yang sinis seperti itu.

Rasanya menunggu semua sistem kontrol parpol/legislatif di jakarta (bahkan
indonesia) beres seperti di holand memerlukan waktu yang cukup lama
(terutama untuk para korban banjir!).

Dan sementara menunggu kondisi seperti itu rasanya tindakan parpol, lsm atau
apapun untuk membuat posko menjadi wajar adanya. Setidaknya agar tak semakin
banyak korban tewas berjatuhan karena tak terevakuasi atau pengungsi
keleleran karena kelambanan pemda.

Sekali lagi, saya setuju dengan ide besar anda, soal pemberdayaan parpol
atawa legislatif untuk dan atas nama kepentingan rakyat.

Tapi plis deh ah... turunlah ke bumi indonesia agar anda bisa lebih
realistis melihgat persoalan di lapangan.

Salam hangat,
bayu, korban banjir jakarta



On 2/8/07, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Pemikiran paling positif adalah MENCEGAH BANJIR, bukan bicara soal
bantuan dana asing dll. Bila tidak ada banjir, tidak diperlukan dana
asing, dan yang paling penting: tidak ada penduduk kehilangan harta,
mati kesetrum listrik, anak-anak tidak bisa ke sekolah, bahaya
epidemi typus dll.dll.dll. Bisa mengikuti logika saya?

Dalam sistim demokrasi, suara terbanyak menentukan. Bila PKS sombong
dan egois, maka meski pun PKS dikatakan yang pertama mengkritik
pemda DKI, kritikannya hanya sebatas kritikan sebab PKS bekerja
sendirian. Yang perlu dilakukan oleh PKS adalah mengumpulkan suara
di parlemen dari parpol-parpol lain agar kritikannya mencapai suara
terbanyak, supaya pemda DKI mau tak mau harus menuruti yang
digariskan oleh parlemen (baca PKS cs). Inilah tugas PKS dan parpol-
parpol lainnya di DPRD yang sebenarnya. PKS TIDAK BOLEH berbangga
membangun Posko Banjir, sebaliknya PKS mesti rela mengakui ke
masyarakat yang memilihnya "PKS telah gagal total mengontrol Pemda
DKI sehingga 44 penduduk Jakarta mati dan 350.000 penduduk lainnya
mengungsi". Beranikah PKS mengeluarkan statement politik seperti itu?

Di Belanda, bila ada badai atau salju, yang turun tangan membantu di
lapangan adalah tiga serangkai ambulance/polisi/brandweer, bukan
parpol. Namun parpol mengamati semuanya secara cermat. Parpol
Belanda akan segera turun tangan menggenjot pemerintah Belanda bila
kinerja ambulance/polisi/brandweer loyo, apalagi sampai minta uang
ke masyarakat yang terkena bencana. Parpol juga akan menggenjot
pemerintah bila kinerja KNMI (Dinas Meteorologi Belanda) memble
alias tidak memberi warning ke masyarakat Belanda sehari sebelum
badai/salju turun. dll. dll. Tugas parlemen adalah mengontrol
kinerja pemerintah secara represif, dan membuat RUU secara
preventif, bukan turun ke lapangan sebagai posko banjir!!!!

PKS justru harus menggenjot pemerintah pusat agar mengaktifkan
ambulance/polisi/brandweer (tanpa minta uang dari rakyat yang
menderita) dari provinsi-provinsi lain ke Jakarta sesuai semangat
NKRI. Turun tangannya PKS ke Posko Banjir hanya merupakan tindakan
mendegradasikan diri sendiri dari parpol menjadi posko banjir. Posko
banjir tentu diperlukan, tapi harus ditangani oleh
ambulance/polisi/brandweer, bukan oleh parpol seperti PKS. Bila PKS
merasa terpanggil untuk turun sendiri di lapangan, saya anjurkan PKS
segera pergi ke notaris dan mengubah statutanya dari parpol menjadi
Posko Banjir. Untuk selanjutnya kita akan mengenal PKS sebagai
PBKS "Posko Banjir Keadilan Sejahtera".

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "bayu
pelangi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Imho,
> Kalo saya sih nggak peduli, mau pks, pds, pki atau organisasi
genderuwo
> sekalipun! Kalo mereka mendirikan posko untuk membantu rakyat
kebanjiran,
> itu adalah perbuatan baik yang patut diapresiasi.
>
> Soal fungsi kepartaian yang di sebut om danny di bawah, kalo nggak
salah
> baca (cmiiw), organisasi pertama yang mengecam pemda dki telah
gagal dalam
> menghandel banjir juga adalah pks dki.
>
> Lebih baik arahkan energi untuk mencermati penyaluran bantuan oleh
aparat
> pemda yang ngga beres dan dikorup (seorang pengungsi di melayu
bilang begitu
> pada saya) juga bantuan asing yang katanya mulai masuk untuk
banjir via
> pemda.
>
> Mari kita berpikir positif.
>
> Salam
> bayu


Kirim email ke