Tahun 80-an, saya mengenal Tuti Gintini sebagai wartawan budaya. Mulai dari peliputan syuting film hingga dunia kepenyairan. Lama tak terdengar kabar, saya tonton liputan infotainment tentang sakit parahnya. Terkejut, haru dan rela melepasnya dengan penuh doa, kini selamat jalan, teman. Semoga lempang jalan-Mu menghadap-Nya.
Sahabat dari jauh, handry tm (semarang). --- helmi_jo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya juga menyampaikan turut berduka cita atas > berpulangnya rekan Tuti > Gintini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi > ketabahan dan selalu > mendapat kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Amin. > > Helmi Johannes > VOA-Indonesia > Washington DC > > --- In [email protected], naratama > rukmananda <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Salam. Saya sempat mengikuti kisah Tuti Gentini. > Semoga Allah SWT > memberikan ampunan dari segala kesalahan dan dosa > selama ini. Semoga > keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan > Iman. Amin...... > > > > > > Naratama Rukmananda > > > > > > > > donnie123s ludi hasibuan <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: Kami > turut berduka atas kepergian rekan Tuti Gentini.... > > > > Berthold Sinaulan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kami di > kantor Suara Pembaruan baru saja (pukul 11.47 WIB) > mendapat berita > duka cita, bahwa rekan, sahabat, dan saudara kami, > Tuti Gintini, telah > meninggal dunia. Setelah berkarir di Suara > Pembaruan, Tuti melanjutkan > karirnya di Metro TV. > > Kami belum mendapat info lebih lengkap mengenai > berita duka cita > ini. Mohon teman-teman yang mengetahuinya, dapat > menginformasikan > selengkapnya di milis ini. > > Semoga TUHAN memberi kekuatan kepada keluarga > yang ditinggalkan. > > > > P.S. Kabar terbaru, jenazah disemayamkan di RS > Dharmais Jakarta Barat. > > > > > ____________________________________________________________________________________ Be a PS3 game guru. Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games. http://videogames.yahoo.com/platform?platform=120121
