Mas Ade dan Kel Mediacare-ku,

Walau juga merasa menyesal Mas Ade akhirnya mengikuti Aa Gym
yg saya kagumi itu, saya terharu membaca postingan anda.

Tulisan anda yg cukup jujur masih membingungkan saya kenapa 
sampai pada titik harus mengambil istri kedua ?
Kayaknya masih ada yg mesti dimengerti [ tak harus dijelaskan Mas ..]
karena menurut anda semua masih berjalan dengan baik.
Mengikuti tulisan2 Mas Ade selama ini, mencoba memahami prinsip dan jalan
pikiran Mas Ade yang menunjukkan besarnya cinta Mas Ade pada bangsa
Indonesia , menyebabkan saya masih tetap respek dan hormat pada Mas Ade.

Tetap menulis disini Mas, sharring yg kita butuhkan untuk kebaikan Masyarakat
kita. Mudah2an anda akan terpilih lagi di KPI dan bisa berbuat lebih banyak lagi
dengan sarana KPI itu...

Salam , martin - indiana


----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, February 16, 2007 4:44:36 AM
Subject: Re: [mediacare] Berpoligami di Hari Kasih Sayang

Dear all.
Saya, ade armando, sebenarnya agak sulit menanggapi beberapa tulisan di
milis ini yang sebetulnya menyangkut diri saya yang menikah kembali.
Masalahnya surat2 itu tidak ditujukan langsung pada saya, melainkan
seolah-olah sedang membicarakan orang lain yang bukan anggota milis.
Ada beberapa surat (yang saya ingat dari Aris dan John) yang memang
menujukan surat itu pada saya, dan isinya positif (dalam arti menghargai
kejujuran saya untuk mengatakan bahwa saya memang sudah menikah lagi).
Saya agak kikuk juga untuk menjawab kedua surat itu, karena nanti dibilang
'pamer'.
Tapi karena banyak peserta milis yang mengangkatnya lagi, saya rasa saya
harus merespons:

1. Ya, saya saya sudah menikah lagi.
2. Saya tidak ingin membanggakan itu, karena pada dasarnya saya tetap
menganggap poligami bukanlah pilihan ideal. Saya tetap menolak kalau itu
dipromosikan, karena saya menganggap sebaik-baiknya perkawinan adalah
perkawinan monogami seumur hidup.
3. Masalahnya, kita tahu hidup tidak selalu ideal. Saya tidak ingin
bersecerita tentang proses atau perjalanan saya sehingga pada akhirnya
saya memutuskan untuk menikah lagi, karena saya tidak ingin seperti
meminta Anda memaklumi pilihan saya. Saya cuma akan bilang ini tak ada
kaitannya dengan anak (karena saya sudah punya anak), dengan keinginan
memiliki anak laki-laki (karena saya punya anak laki-laki), dengan kondisi
istri saya (istri saya sehat), dengan kebutuhan seks (sama sekali nggak
ada masalah), atau kebutuhan mencari daun muda.
4. Saya sadar ini bukanlah pilihan yang ideal, tapi ini adalah pilihan
yang saya anggap paling benar dalam jalan hidup saya. Seperti saya
katakan, perjalanan hidup saya membawa saya ke titik yang membuat saya
percaya bahwa saya harus menikah dua kali. Ini adalah pilihan yang berat
dan menyakitkan banyak orang yang saya cintai, tapi bukankah hidup tidak
selalu berurusan dengan pilihan yang mudah dan menyenangkan hati semua
orang?
5. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah bagaimana dalam kondisi yang
jauh dari sempurna ini, saya meminimalkan efek buruknya.
6. Saya tentu tidak perlu meminta maaf kepada Anda semua. Tapi kalau
karena pilihan saya ini, Anda akan menghujat saya, silakan. Saya hanya
berharap bahwa ketika kita semua bicara pentingnya memperjuangkan
pluralisme, kita benar-benar percaya akan pilihan-pilihan manusia sesuai
dengan keyakinannya, kalaupun itu tidak sejalan dengan apa yang kita
yakini.

salam

ade armando


> Dear H


Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links










 
____________________________________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index

Kirim email ke