Dear all. Saya, ade armando, sebenarnya agak sulit menanggapi beberapa tulisan di milis ini yang sebetulnya menyangkut diri saya yang menikah kembali. Masalahnya surat2 itu tidak ditujukan langsung pada saya, melainkan seolah-olah sedang membicarakan orang lain yang bukan anggota milis. Ada beberapa surat (yang saya ingat dari Aris dan John) yang memang menujukan surat itu pada saya, dan isinya positif (dalam arti menghargai kejujuran saya untuk mengatakan bahwa saya memang sudah menikah lagi). Saya agak kikuk juga untuk menjawab kedua surat itu, karena nanti dibilang 'pamer'. Tapi karena banyak peserta milis yang mengangkatnya lagi, saya rasa saya harus merespons:
1. Ya, saya saya sudah menikah lagi. 2. Saya tidak ingin membanggakan itu, karena pada dasarnya saya tetap menganggap poligami bukanlah pilihan ideal. Saya tetap menolak kalau itu dipromosikan, karena saya menganggap sebaik-baiknya perkawinan adalah perkawinan monogami seumur hidup. 3. Masalahnya, kita tahu hidup tidak selalu ideal. Saya tidak ingin bersecerita tentang proses atau perjalanan saya sehingga pada akhirnya saya memutuskan untuk menikah lagi, karena saya tidak ingin seperti meminta Anda memaklumi pilihan saya. Saya cuma akan bilang ini tak ada kaitannya dengan anak (karena saya sudah punya anak), dengan keinginan memiliki anak laki-laki (karena saya punya anak laki-laki), dengan kondisi istri saya (istri saya sehat), dengan kebutuhan seks (sama sekali nggak ada masalah), atau kebutuhan mencari daun muda. 4. Saya sadar ini bukanlah pilihan yang ideal, tapi ini adalah pilihan yang saya anggap paling benar dalam jalan hidup saya. Seperti saya katakan, perjalanan hidup saya membawa saya ke titik yang membuat saya percaya bahwa saya harus menikah dua kali. Ini adalah pilihan yang berat dan menyakitkan banyak orang yang saya cintai, tapi bukankah hidup tidak selalu berurusan dengan pilihan yang mudah dan menyenangkan hati semua orang? 5. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah bagaimana dalam kondisi yang jauh dari sempurna ini, saya meminimalkan efek buruknya. 6. Saya tentu tidak perlu meminta maaf kepada Anda semua. Tapi kalau karena pilihan saya ini, Anda akan menghujat saya, silakan. Saya hanya berharap bahwa ketika kita semua bicara pentingnya memperjuangkan pluralisme, kita benar-benar percaya akan pilihan-pilihan manusia sesuai dengan keyakinannya, kalaupun itu tidak sejalan dengan apa yang kita yakini. salam ade armando > Dear H
