Menurutku, inilah artikel terpendek sepanjang sejarah Harian KOMPAS. Artikel
itu tersusun dari 3 kalimat saja, dengan belasan kata. Lalu apa yang bisa
didapatkan oleh para pembaca dari secuil artikel basa-basi itu?
Sementara secara besar-besaran KOMPAS rutin memuat "artikel" soal apartemen
kelas atas, mobil mewah, ponsel, Microsoft, peluncuran piranti lunak terbaru,
seremonia dan bentuk kemewahan lainnya. Padahal kerap terdengar KOMPAS anti
menonjolkan promosi produk, kalau tak mau pasang iklan. Semua ulasan produk itu
tak dicantumkan sebagai advertorial, pariwara, dan istilah lainnya. Iklan
gelap? Walahualam......
Karena cukup banyak berita "basa-basi", lama kelamaan para pembaca KOMPAS ya
membacanya hanya sekadar untuk basa-basi belaka. Kalau begitu, saya sarankan
Harian KOMPAS perlu mengubah slogan kebanggaannya menjadi "Amanat Hati Nurani
Biro Iklan", bukan "Amanat Hatinurani Rakyat".
===========================================
Perempuan Termarjinalkan
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0702/24/Politikhukum/3338108.htm
Sebanyak 41 peraturan daerah di Indonesia masih diskriminatif terhadap
kaum perempuan serta kelompok minoritas, seperti homoseksual,
transjender, dan transseksual. Aturan itu menyebabkan eksistensi mereka
terus termarjinalkan. Pendiri Arus Pelangi, Widodo Budi Darmo,
mengemukakan itu di Palembang, Kamis (22/2). (lkt)
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.