Dear Debbie di Washington DC,

Kalo ngumpul2 di KBRI, tulung salam dari saya di Houston untuk Firdayat Aulia, 
urang awak yang sudah lama di tinggal disana.

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan 

  ----- Original Message ----- 
  From: Debbie Sumual-Patlis 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, February 26, 2007 10:04 AM
  Subject: Re: [mediacare] Jangan samakan Christopher dengan anjing - Re: 
Poligami Ade Armando


  So what gitu kalo udah tinggal di Amrik 30 tahun? 
  Trus kenapa kalo udah 30 tahun di sana masih makan nasi? Perlambang cinta ibu 
pertiwi? 
  Ih gila ya, gak penting banget! So low gitu loh!

  Emang sih it is a sad country, karna orang2nya pada asik ngeributin urusan 
pribadi orang.
  WOI MAS, bukannya pemikiran org2 di Amrik itu pada sebodo teing ama urusan 
orang?
  Lha, elo ngapain aja 30 tahun di sana kagak belajar hal yg satu itu?



    ----- Original Message ----- 
    From: Deddy Mansyur 
    To: [EMAIL PROTECTED] 
    Sent: Monday, February 26, 2007 9:25 AM
    Subject: [mediacare] Jangan samakan Christopher dengan anjing - Re: 
Poligami Ade Armando



    Oom Danny Boy,

    You and I are so lucky.

    We have been outside Indonesia for  a long time. Oom di Belanda 
bertahun-tahun dan saya juga di amrik selama 30 tahun. Mentalitas kita sangat 
berbeda dengan kehidupan manusia Indonesia yang tinggal di Indonesia. Seperti 
baru-baru ini, contoh saja, Oom kirim foto Grup Ferrari Indonesia majang-majang 
dijalanan di Indonesia......what the F _ _ K is this, uh???????? Sudah tahu 
Indonesia punya hutang banyak sekali, KKN dimana-mana, DPR bejat dengan studi 
banding, preman bunuh orang, merampok bank, TKW diperkosa di Arab, korban 
lumpur panas nggak ada yang belain, Adam Air who cares, sarjana-sarjana kagak 
punya pekerjaaan, gang Cendana masih hidup nyaman masih menikmati duit colongan 
dll, dsb, etc., and so forth...........and........IT IS A SAD COUNTRY......

    Saya saja sempet di "SEMPROT" sama beberapa anggota milis KA dan Mediacare 
gara-gara saya kasih komentar soal Ade. What I said was just, "He is a horny 
man...." Ada yang ngamuk sama saya. Mereka pikir saya punya pikiran yang 
dangkal, perhaps goblok who knows....

    My point is:

    Oom Danny Boy, you know it and I know it......I don't kiss your ass, right?
    Ada juga orang yang cemburu sama saya karena saya deket sama Oom Danny 
dalam cara berfikir. Saya juga ada yang nggak cocok sama Oom Danny Boy. 
Misalnya: Oom demen banget makan keju di Belanda dan saya kagak demen sama 
keju. Saya hanya demen makan RICE RICE RICE walaupun sudah berpuluh-puluh tahun 
di amrik. Ini contoh bahwa kita juga punya perbedaan but that does not mean we 
can't work together to build NKRI. Semuanya harus dimulai dengan MENTAL, WATAK, 
MORAL, CARA PERPIKIR dll manusia Indonesia. We are soooooo lucky to live 
outside Indonesia - you di Belanda dan saya di amrik. Di Indonesia, bener-bener 
sadis mutu kehidupan mereka. Rakyat kecil habis disiksa. Ada orang bilang sama 
saya, " What do you know about building NKRI, you don't care......." I DO CARE. 
Baru-baru ini saya set up program Self-Defense Karate For Women yang dijalankan 
oleh Dinda dan program tersebut berjalan dengan lancar di Jakarta. Bulan Juli 
ini saya akan ada di tanah air untuk memberikan Sel-Defense Combat Karate 
Seminar untuk anggota Kopassus. 

    You see, I care for Ibu Pertiwi walaupun sudah 30 tahun tinggal di 
amrik......and I still eat RICE.

    Got that?

    Oss!

    Jesus loves you. Buda loves you. Allah loves you. Konghucu loves you. Hindu 
loves you.

    I love you all.

    Let's work TOGETHER to build NKRI.

    sensei deddy mansyur
    university of houston
    www.uh.edu/shotokan
    http://www.isska.com/HoustonShotokan/pages/index.html


      Riza menutup emailnya dengan kalimat "jangan lakukan pada orang lain, apa 
yang anda tidak ingin alami ketika anda pada posisi orang lain tersebut"
      Namun kita tidak mendengar keluhan istri pertama yang dimadu. Ibu 
Fatmawati dulu marah-marah namun tetap tidak mau bercerai dari Soekarno. Bila 
disidangkan di Belanda, hakim akan bilang "Lho yang dirugikan saja tidak 
memberontak, kok orang lain yang mencak-mencak?"

      Orang Indonesia 'tuh mesti belajar keluar dari budaya nrimo-nya. Dikorup 
ya nrimo, kebanjiran ya nrimo, rumahnya di Porong jadi Pompei ya nrimo, dimadu 
ya nrimo. Saya pribadi TIDAK SETUJU poligami, terutama karena saya Katolik. 
Tapi di Indonesia de facto berlaku dua macam pasal UU, yaitu pasal yang 
mengatur Kantor Catatan Sipil dan pasal yang mengatur Kantor Urusan Agama. 
Pertanyaan saya tetap sama: "siapa berani menolak/menghapus KUA?" Kelihatannya 
tidak ada yang berani, semuanya ya nrimo saja. Belum lama berselang, rekan kita 
Husna Mulya dari Koalisi Perempuan bilang akan berdemo menentang poligami, saya 
bilang ketika itu: "Yang mesti dicecar KUA". Terbukti sampai sekarang tidak ada 
follow up-nya, berarti upaya Husna kurang mendapat dukungan dari perempuan 
Indonesia sendiri, alias mereka nrimo saja.

      Bila bangsa Indonesia bisa berapi-api membebaskan diri dari penjajahan 
kolonial Belanda di tahun 1945, mengapa kini tidak bisa membebaskan diri dari 
korupsi, poligami, aparat pemerintah yang lalai/loyo dll.? Bukankah lembaga 
legislatif yang mewakili rakyat sudah tersedia, bahkan ada dua macam di 
Indonesia, satunya DPR lainnya DPD? Mengapa mereka tidak berupaya menghapus 
KUA? Kemungkinan besar karena mereka nrimo juga ya. Apakah anggota Kincir Angin 
juga nrimo, kelihatannya begitu, he he.

      Sebuah diskusi yang menarik dan bermanfaat.

      Salam hangat, Danny Lim, Nederland


        Dear Danny,

        Provokasinya menarik akan tetapi argumen yang dibangun Danny melupakan 
satu faktor penting yaitu peradaban. Manusia purba yang hidup di gua memang 
mempraktekkan apa yang dikatakan Danny, pejantan yang secara fisik besar 
mendapat "hak" untuk mengawini banyak batina sehingga komunitas purrba tersebut 
dapat bertahan menghadapi manusia purba maupun hewan purba lainnya. Akan tetapi 
pada saat sekarang manusia tidak berada dalam periode survival bakan jumlah 
manusia mengancam survival dari bumi dan karenanya harus dikendalikan.
        Soal poligami memang multi dimensi akan tetapi kita dituntut untuk 
membangun kepekaan terhadap berbagai aspek lain seperti keberlangsungan dunia, 
penghargaan terhadap hak asasi dan martabat manusia, serta terutama hukum besi 
dalam etika sosial "jangan lakukan pada orang lain, apa yang anda tidak ingin 
alami ketika anda pada posisi orang lain tersebut".

        Jabat erat,
        Riza  

        Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          --- In [email protected], "Danny Lim" wrote:

          Alam telah mengatur sedemikian rupa agar khewan tidak punah, 
          karenanya sang jagoan menjadi kepala regu dan boleh menebarkan 
          spermanya ke banyak betina. Anak-anak yang lahir dari sperma jantan 
          jagoan diharapkan akan menjadi jagoan pula, sehingga jenis khewan 
          itu tidak punah. Coba kalau yang mengawini banyak betina itu monyet 
          kerempeng, 'kan anak-anak monyetnya bakalan kerempeng semua, ya 
          nggak? Sekali kehujanan saja mati semuanya.

          Tapi manusia bukan khewan, jadi tidak bisa diukur dari otot 
          khewannya, melainkan dari budi pekertinya. Pertanyaannya: apakah 
          anak-anak dari orang yang berpoligami bakal lebih rese dari anak-
          anak yang papinya bermonogami? Kalau ya, maka KUA mesti ditutup.

          Fenomena ini menarik untuk diamati lebih jauh, misalnya dengan 
          mengamati tokoh-tokoh top/teladan/berjasa Indonesia, apakah berasal 
          dari papi yang berpoligami atau papi yang bermonogami? Kasarnya, 
          apakah ada relasi antara prestasi anak-anak dengan situasi poli/mono 
          papinya? Contoh yang saya lihat, Megawati Soekarnoputri berasal dari 
          papi poligamis, tokh Megawati bisa menjadi presiden Indonesia. Dus 
          kesimpulannya?

          Salam hangat, Danny Lim, Nederland

          --- In [email protected], apiko joko mulyono 
          wrote:
          >
          > Bung Moderator...
          > Supaya adil, loloskan juga postingan saya ini.
          > 
          > Saya juga bisa berbicara tentang poligami Mas Ade Armando dengan 
          mengambil hikmah kehidupan binatang. 
          > 
          > Untuk Mas Ade, saya sarankan jangan samakan Christoper dengan 
          anjing. Menurutku, Christopher lebih layak disamakan dengan monyet 
          Yaki. Anda tahu monyet Yaki? Itu adalah sebuah komunitas monyet yang 
          hidup di salah satu pedalaman rimba di Sulawesi. Kalau malam mereka 
          naik ke pohon-pohon, saat pagi hingga sore mereka turun ke tanah 
          mencari makan. 
          > 
          > Salah satu perilaku yang menarik dari kelompok Monyet Yaki ini 
          adalah dalam soal hak dan kewajiban si pemimpin monyet. Monyet yang 
          berperan sebagai leader ini punya kewajiban sebagai pelindung, 
          penjaga, pengayom, pembela monyet-monyet yang jadi anggota 
          kelompoknya yang terdiri dari monyet2 betina dan monyet anak-anak, 
          serta monyet pejantan dan mungkin monyet yang sudah tua renta dari 
          ancaman dalam maupun luar kelompoknya. 
          > 
          > Sebagai imbalannya, monyet leader ini punya hak mengawini semua 
          monyet betina yang sudah layak dikawini. Terserah dia mau pilih yang 
          mana yang disukai. Sementara itu monyet pejantan lain yang hanya 
          berstatus anggota kelompok, harus puas hanya dengan satu pasangan. 
          Kalau ingin merebut hak yang dimiliki pimpinan, dia harus mampu 
          mengalahkan si monyet leader. Dia harus berani bertempur mengadu 
          nyawa atau terusir dari kelompoknya. 
          > 
          > Nah, kalau Christoper lalu merenung-renung dan berkesimpulan 
          bahwa Ade Armando juga adalah monyet, lantaran kekuatan seksualnya 
          yang--bisa jadi--melebihi Christoper yang harus puas dengan satu 
          wanita, ya so what gitu looh? Tapi harus diingat, jika merujuk pada 
          perilaku monyet Yaki, maka Christoper adalah monyet yang 
          kemampuannya pas-pasan, alias the looser monkey.... 
          > 
          > Sementara Mas Ade adalah monyet yang punya kemampuan leadership 
          yang layak diapresiasi secara positif. Dan memang, Mas Ade selama 
          ini boleh dibilang punya citra yang baik di masyarakat. Tulisan-
          tulisannya punya bobot serta bisa mempengaruhi perilaku orang. Saya 
          belum pernah dengar, Mas Ade tukang main perempuan. Begitu dia main 
          sama perempuan lain---selain mbak Nina tentunya--- perempuan itu 
          adalah istri keduanya, yang sah dia gauli....yang akan mendapat 
          pahala jika dia 'campuri' , dia 'gauli', dia 'intimi'....
          > 
          > Dan saya memaknai kehadiran Citra dalam kehidupan Mas Ade adalah 
          sebagai hadiah dari Tuhan atas prestasinya berperan dalam dunia fana 
          ini. Mas Ade sendiri menyebut poligaminya sebagai takdir. Jadi itu 
          sangat terkait dengan keyakinan Mas Ade tentang campur tangan Tuhan, 
          yang tidak bisa diganggu-gugat. 
          > 
          > Jadi apa yang salah dengan poligami Mas Ade? Apa karena 
          poligaminya sama cewek cantik? Yang namanya laki-laki kalau mau 
          nikah (apakah nikah pertama, kedua, ketiga, atau keempat) biasanya 
          yang jadi kriteria utamanya adalah karena kecantikannya. Dan itu sah-
          sah saja bukan? Apa ada aturan yang mengharamkan menikah dengan 
          wanita karena kecantikannya? Gak ada!!
          > 
          > Emangnya ada laki-laki normal kayak Christoper atau Mas Ade atau 
          saya nikah dengan wanita yang giginya 'mrongos' alias tonggos, 
          matanya juling dan berbibir sumbing? Ya mikir-mikir dulu kecuali 
          kalau dia janda tua kaya raya yang sudah divonis dokter tiga bulan 
          lagi tewas karena kanker payudara....atau kecuali dia adalah sosok 
          perempuan yang sangat cerdas, soleh dan baik hati...
          > 
          > Saudara Christoper sebaiknya berhenti menulis kata-kata yang 
          kurang membangun hubungan persaudaraan menuju arah yang positif. 
          Semakin Anda mengirim tulisan nggak bermutu, semakin orang tahu 
          seberapa tinggi mutu Anda sebagai manusia. 
          > 
          > Lama-lama orang sepakat, Christoper memang hanya layak jadi 
          monyet Yaki yang tidak punya hak mengawini banyak betina. Alias the 
          looser Yaki....:) :) 
          > 
          > Wassalam,
          > ApikoJM
          > 
          > 
          > Christopher Nommensen wrote:
          > Dear Moderator... 
          > 
          > Mohon loloskan email saya ini..
          > karena pernyataan saya bersifat ilmiah, bukan emosional :-)
          > 
          > Bung Ade menyatakan saya adalah anjing....
          > Mmm.... itu berarti adapersamaan antara saya dan anjing...
          > Mmm... saya berpikir.. apa persamaan saya dan anjing... :-)
          > 
          > Setelah melalui perenungan... 
          > Saya menemukan jawabannya...
          > 
          > Ternyata Bung Ade lah yang sama dengan anjing...
          > Sama-sama suka memasukkan penisnya ke lebih dari satu pasangan
          > 
          > :-)
          > 
          > Salam Kesegaran
          >




   

Kirim email ke