Halo Maya,

Pernah dengar cerita dimana ada seorang bapak yang sedang naik kereta,
anak-anaknya bandel sekali lari kesana-kesini namun si bapak diem aja. Orang
disekitar nya bingung, kok bapak ini diam aja ya, kenapa dia gak negur
anaknya. Usut punya usut ternyata istri pria tersebut baru meninggal dan dia
habis dari pemakaman istrinya.


So, ada baiknya juga kita melihat alasan penutupan gereja tersebut.
Ada baiknya kita tanya ke masyarakat setempat kenapa gereja tersebut
ditutup.




On 3/8/07, Maya Sianturi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ...

Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang sedang dibangun dibakar
massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres seperti pelacuran,
perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan aktifitas mereka. Tetapi
sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat menjadi pribadi yang melayani
Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari ini tidak satupun mereka
yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. Sangat prihatiin dengan
kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang tidak mau tahu tentang
kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan.

Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus supaya Tuhan Yesus
berbelas kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran serta keadilanNya.
Kita terus berdoa supaya saudara seiman kita yang mengalami penganiayaan
boleh terus diteguhkan imannya. Dan mari kita terus memperjuangkan kebebasan
beragama yang merupakan hak asasi manusia.

Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan pikiran dan wawasan yang
luas yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini ingin maju, kita harus
belajar bersikap adil dan benar. Karena yang saya takutkan, bukan penindasan
terhadap umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang siap dituang atas
kebebalan bangsa ini. Jangan-jangan sudah mulai dituangkan dengan banyaknya
bencana dan kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Pembalasan Tuhan jauh
lebih mengerikan. Penindasan akan keKristenan hanya membawa akibat positif
bagi keKristenan yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah kekristenan sudah
membuktikan hal ini.

Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, belajar saling menghargai
keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika.

Merdeka!
MS

Kirim email ke