Media Care sih kagak mungkin bisa ditutup oleh FPI, wong di sini ada banyak jagoan. Ada sensei Deddy, ada prof. Manneke, ada Wido simpatisan PKS, ada pak Njoo pentolan PDS, ada lawyer Leo Tobing, ada jurnalis top Ida Khouw, ada Endiarto Widjaja yang know-hownya jempolan, ada Yap Hong Gie yang piawai pembauran dll.dll.dll. Saya berani taruhan satu krat Teh Botol Sosrodjojo, FPI akan berpikir minimal 3 kali sebelum melabrak Media Care.
Ingat 'kan FPI kepentok Garda Bangsa ketika FPI menyudahi ceramah Gus Dur dulu? Nah bobot Media Care dengan pentolan-pentolan di atas ini kagak kalah dibanding bobot Garda Bangsa. So don't worry to all of friends, kita aman di Media Care sini, ihik ihik. Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], "JG" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > FPI is the Law.. > Hati-hati ntar mediacare dipaksa tutup juga lho.. > > > Kind Regards, > > Jc > ----- Original Message ----- > From: Wielsma Baramuli > To: [email protected] > Sent: Wednesday, March 14, 2007 10:14 AM > Subject: Re: [mediacare] FPI Paksa STT Setia Ditutup > > > Kejahatan koq dibiarkan! Jadi apa negeri ini kalau setiap kelompok boleh menggunakan kekuatannya untuk menghakimi orang lain. Hare gini... masih berperilaku jahiliah, pake prinsip hukum rimba, yang bener aja! > > ~YOGHA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > FPI Paksa STT Setia Ditutup > > *Harian Komentar, 12 Maret 2007* > > *FPI Paksakan Sekolah Tinggi Teologia Ditutup* > > Sekolah Tinggi Teologia (STT) Setia yang telah beroperasi selama 17 tahun, > tiba-tiba diprotes massa yang diboncengi FPI (Front Pembela Islam) di > bilangan Jakarta Timur, Sabtu (10/03). Dalam aksinya, massa FPI menuntut > agar kampus yang berada di Jalan Kampung Pulo (Pinang Ranti) tersebut harus > ditutup. > > Selain itu, massa juga melarang pihak kampus yang sedang melaksanakan proses > pembangunan sebuah asrama baru bagi mahasiswa di sana. Akibat aksi protes > tersebut, sebanyak 400 personel dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta > Timur turun langsung melakukan penjagaan. Sehingga pengepungan itu tidak > sampai menjurus pada aksi anarkis. > > Sementara Rektor STT Setia, Pdt Matheus Mangentang ketika ditemui Komentar > di Jakarta menyatakan, tuntutan massa FPI tersebut tidaklah mendasar. Oleh > sebab itu, STT Setia tidak akan memenuhinya. "Kampus ini berdiri sudah 17 > tahun lebih. Kita juga mendapat izin berdiri. Biar bagai-mana pun, sampai > titik darah penghabisan, saya tidak akan memenuhi tuntutan mereka," tegas > Pdt Matheus seraya menambahkan untuk tingkat pascasarjana saja di kampusnya, > statusnya diakui Depdiknas. > > Oleh sebab itu, dia akan mengadukan masalah ini ke Komisi III DPR RI. "Kami > akan koordinasi dengan Komisi III DPR. Kalau itu dibiarkan, maka akan > menjadi preseden buruk," tukasnya. Dijelaskannya, ada 1.000 sampai > 2.000orang tercatat sebagai mahasiswa STT Setia, dan mereka datang > dari berbagai > daerah. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika ada tuntutan sejumlah > kalangan untuk menutup sekolah tinggi Kristen tersebut. "Kami minta pihak > aparat memberikan jaminan keamanan terhadap berlangsungnya pendidikan di > kampus kami,'' tandas Pdt Matheus seraya menegaskan, kampus STT Setia legal > karena memiliki izin dari Menag dalam hal ini Dirjen Bimas Kristen. > Sementara Kabag Humas Depag, Afrizal, kepada koran ini, belum berani > menanggapi persoalan tersebut. "Saya akan koordinasikan dulu dengan Dirjen > Bimas Kristen," kuncinya. > > Pada bagian lain, Pembantu Rektor II STT Setia, Juwanto mengaku heran dengan > adanya tuntutan pembubaran STT tersebut. Pasalnya, selama ini tidak ada > masalah antara pihak yayasan dengan warga sekitar. "Selama beroperasi, tidak > pernah ada persoalan dengan sejumlah penduduk di sini," tutur Juwanto. Ia > mengatakan yakin, jika ada yang meminta untuk membubarkan perguruan ini, itu > bukan murni berasal dari penduduk sekitar. "Kami yakin ada pihak-pihak yang > sengaja memprovokasi protes yang dilancarkan massa tersebut karena memang > tidak ada persoalan dengan warga sekitar," ujarnya. > > Juwanto menambahkan bahwa pihaknya juga telah memenuhi semua perizinan yang > diperlukan terkait dengan rencana pembangunan gedung asrama bagi para > mahasiswa. "Semua perizinannya sudah kami urus, jadi dalam pertemuan antara > muspida yang rencananya digelar Senin (hari ini, red) kami akan > mengungkapkan hal itu. Kami mau persoalan ini diselesaikan secara hukum," > tuturnya. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Robinson Manurung sebagaimana > dilansir media online nasional mengaku, situasi kampus masih kon-dusif. > Namun untuk mengan-tisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya > mengerahkan 400 personel dari polres dan polda. "Kami akan memfasilitasi > pertemuan antara warga dan pengurus yayasan bersama unsur walikota dan kodim > pada Senin mendatang," tutur Manurung.(zal/ shc) > > Sumber : http://forum.kafegaul.com/showthread.php? p=6370364#post6370364 > > ~Yogha > WWW.MOTIVATION2SUCCESS.INFO > > > > > > > ------------------------------------------------------------------- ----------- > Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. > Try the Yahoo! Mail Beta. >
