FYI: Ronald Reagan punya S1

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan
www.houstonshotokan.com

PS:
Bill Gates dan Michael Dell kagak punya SI - college dropped out
Tapi bisa jadi milyardeh deh deh deh tanpa KKN
Michael Dell berasal dari Houston, Texas


Ronald Wilson Reagan
40th President of the United States
(January 20, 1981 to January 20, 1989)
Nicknames: "The Gipper"; "The Great Communicator"; "Dutch"
Born: February 6, 1911, in Tampico, Illinois
Died: June 5, 2004, in Los Angeles, California
Father: John Edward Reagan
Mother: Nelle Wilson Reagan
Married: Jane Wyman (1914- ), on June 25, 1940 (divorced in 1948); Nancy Davis 
(1923- ), on March 4, 1952
Children: Maureen Elizabeth Reagan (1941-2001); Michael Edward Reagan (adopted) 
(1945- ); Patricia Ann Reagan (1952- ); Ronald Prescott Reagan (1958- )
Religion: Disciples of Christ
Education: Graduated from Eureka College (1932) 
http://www.eureka.edu/ www.eureka.edu 
Occupation: Actor, public official
Political Party: Republican
Other Government Positions:
* Governor of California, 1967-75 



----- Original Message ----- 
From: "radenayu asli" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, March 16, 2007 4:12 AM
Subject: Re: [mediacare] Syarat S1 Capres akan Jadi Pembahasan Krusial di 
DPR


> MEMANG ANEH. MAU CARI PEMIMPIN ATAU MEMBUTUHKAN
> AKADEMISI? RONALD REAGAN, YANG KALAU TAK DIBATASI
> KONSTITUSI AS BISA MENJADI PRESIDEN UNTUK PRIODE
> KETIGA, TERNYATA JUGA GAK PUNYA IJASAH S1. TAPI DIA
> BERHASIL MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PRESIDEN NEGARA
> ADIDAYA. PAK HARTO MALAH GAK PUNYA IJAZAH SMU.YANG
> SEKARANG DI RI PUNYA GELAR DOKTOR, TAPI LIHAT AJA
> EKONOMI KITA, ANGKA KEMISKINAN BERTAMBAH, PENGANGGURAN
> MENINGKAT! KUNCINYA, YANG DIBUTUHKAN ADALAH SEORANG
> PEMIMPIN YANG TEGUH (STRONG LEADERSHIP), BUKAN
> AKADEMISI, NANTI BISA HANYA WACANA, WACANA. TERIMA
> KASIH, SEKEDAR URUN REMBUG.
>
>
>
> --- Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> Refleksi; Bersyarat S1 berarti negara seribu bencana
>> tidak akan memiliki presiden dari kelas bawah
>> seperti Evo Morales [Bolivia] dari Bolivia atau Luiz
>> Inácio Lula da Silva [Brasilia]. Dengan lain kata
>> dimarginalisasikan hak demokratis rakyat lapisan
>> bawah. Jayalah neo-Mojopahit!
>>
>>
> http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=286483&kat_id=23
>>
>> Kamis, 15 Maret 2007  22:00:00
>>
>> Syarat S1 Capres akan Jadi Pembahasan Krusial di DPR
>>
>> Laporan: Yusuf Assidiq
>>
>> Jakarta-RoL--Persyaratan agar calon presiden dan
>> anggota parlemen harus berpendidikan sarjana [S1]
>> seperti tercantum dalam draf RUU Pilpres versi
>> Pemerintah, diperkirakan akan menjadi masalah
>> krusial dalam pembahasannya. Prasyarat tersebut
>> dipastikan akan membuat polemik baru di DPR.
>> Dikatakan oleh Sekjen Forum Masyarakat Peduli
>> Parlemen Indonesia, Sebastian Salang, menganggap
>> jika masih sekedar usulan, persyaratan minimal
>> sarjana itu boleh-boleh saja. Akan tetapi dirinya
>> memprediksi hal tersebut bakal menjadi masalah
>> krusial apabila sudah sampai pada tahap pembahasan
>> di DPR."Pasti akan terjadi perdebatan alot, karena
>> banyak hal akan menjadi pertimbangan," tandasnya di
>> Jakarta, Kamis (15/3).
>>
>> Sejauh ini dia belum melihat bahwa usulan itu adalah
>> untuk menjegal calon presiden tertentu. Tapi dia
>> meminta agar pemerintah memperhatikan hal tersebut
>> dengan seksama mengingat persyaratan pendidikan
>> formal harus juga dilihat dari realitas yang ada di
>> masyarakat.
>>
>> "Kalau kita lihat kenyataanya, maka prasyarat
>> sarjana itu belum cocok. Pemerintah sendiri baru
>> bisa menerapkan program pendidikan dasar 9 tahun.
>> Jadi idealnya kalau mau dibatasi, ya SMP, sebab
>> kalau sarjana kok terlalu tinggi," ujarnya lagi.
>>
>> Maka dari itu, dia meminta Pemerintah supaya jangan
>> hanya melihat sisi pendidikan formal. Karena selama
>> ini pengalaman menunjukan banyak politisi yang tidak
>> punya gelar formal cukup mampu menunjukkan
>> kualitasnya dan tak kalah dengan para profesor atau
>> doktor. "Sehingga jangan menyederhanakan persoalan
>> semata-mata dilihat dari gelar," katanya.
>>
>> Bahkan Sebastian khawatir jika standar itu
>> diterapkan, praktek jual beli ijazah palsu akan
>> semakin marak."Kita lihat bahwa kasus ijazah palsu
>> tidak hanya terjadi di DPR dan DPRD tetapi juga
>> dalam beberapa kali Pilkada. Sekarang 'kan tidak
>> sulit untuk memperoleh ijazah, orang tidak perlu
>> susah-susah belajar untuk itu," dia menambahkan.
>>
>> Pada kesempatan terpisah, Ketua Fraksi PAN DPR,
>> Zulkifli Hasan juga kurang sependapat dengan syarat
>> capres atau anggota dewan harus sarjana, terlebih
>> jika dimaksdkan untuk menjegal capres
>> tertentu."Kalau seperti itu, kita tidak bisa
>> memahami syarat tersebut, tapi sejauh ini kita belum
>> melihat kecenderungan ke arah sana," kata dia kepada
>> pers.
>>
>> Menurutnya, dalam berpolitik, sebenarnya bukan
>> syarat pendidikan formal yang diutamakan, melainkan
>> dukungan maupun kepercayaan yang diberikan
>> masyarakat. Sebab tidak ada jaminan bahwa seseorang
>> yang memiliki gelar akademis lantas bisa diterima
>> oleh masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya akan tetap
>> melihat perkembangannya ke depan.

Attachment: image001.gif
Description: GIF image

Kirim email ke