Di bawah ini Ida Khouw menulis "........ pokoknya gerakan2 itu jangan diberi tempat sedikitpun. Selain karena mereka adalah piaraan orang2 kuat, ......." Bisakah Ida Khouw menyebut beberapa nama yang dikategorikan sebagai "orang-orang kuat" yang "memelihara" gerakan- gerakan di bawah ini? Hal ini penting diungkapkan, sebab kitorang mau tahu siapa "orang-orang kuat" itu dan seberapa kuatnya mereka, dengan demikian puluhan ribu sarjana hukum Indonesia S1, S2 dan S3 dapat mengukur diri, apakah cukup kuat atau kalah kuat melawan "orang-orang kuat" ini. Juga penting diketahui apakah betul- betul ada "orang-orang kuat" itu, ataukah hanya khayalan dan/atau isapan jempol Ida Khouw saja?
Saya pribadi percaya, bahwa kelompok-kelompok rese itu bergerak anarkis merajalela karena dibiarkan selama ini oleh polisi/kejaksaaan, tidak ada backing "orang-orang kuat" yang mengeksploitir mereka. Polisi/kejaksaan Indonesia takut mencekal mereka, sebab bisa-bisa menimbulkan amarah orang Islam se Indonesia yang merasa "Islam diserang". Kelompok rese ini 'kan pandai memilih nama grup-nya, Front Pembela Islam. Seakan Islam yang diserang, mereka membelanya mati-matian. Jadi kalau FPI dihalangi, muslim se- Indonesia akan berpikir "Waduh .... Islam diserang dua kali nih deh sih donk bah", etc.etc. Jadi penting sekali mengetahui apakah ada dan siapa "orang-orang kuat" versi Ida Khouw itu? Menurut saya, melumpuhkan "sekelompok orang-orang kuat" lebih mudah (bukan berarti mudah) ketimbang menyadarkan 200 juta muslim Indonesia bahwa "Islam tidak sedang diserang oleh agama lain". Bukan begitu? Sebuah diskusi yang menarik dan bermanfaat. Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], "idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hallo Pak/Bu Buntaran, > > Saya sangat mendukung kalau ada gerakan "Mari Rebut Islam Kembali", > ajakan yang pernah saya baca di sebuah milis. > > Saya paham terlukanya Muslim yang 'lurus' (kelompok2 anarkis itu sih > Islamnya 'bengkok' :) menyaksikan Islam dicatut demikian rupa, umat > terus2an dibikin addicted to conspiracy theories, dibikin paranoid > melalui berbagai slogan seperti "Islam Under Attack", dll. > > Namun tanpa upaya aktif mencounternya, pembusukan dari dalam ini akan > terus melenggang. > > Sejauh ini yang saya tahu baru kelompok Gus Dur yang tegas terang2an > melakukan perlawanan. Saya yakin -suka atau tak suka pada Gus Dur- > beliau melakukannya didorong kecintaannya yang dalam pada Islam. > Sayang sekali kekuatan yang mendemonisasi kelompok Gus Dur lewat > berbagai macam teori konspirasi, pelabelan seperti yg disingkat > Sipilis itu demikian kuatnya. > > Saya pribadi tak begitu setuju anarkisme dijawab dengan anarkisme, > mungkin harus dipikirkan jalan lain, pokoknya gerakan2 itu jangan > diberi tempat sedikitpun. Selain karena mereka adalah piaraan orang2 > kuat, saya pikir kelompok2 preman ini bisa hidup terus karena sedikit > banyak masyarakat sekitar tempat kejadian 'memberi tempat' atau paling > tidak melakukan pembiaran pada tindakan mereka (mungkin karena takut > pada label Islam di dalamnya, mungkin juga karena ketidakpedulian > karena yang jadi korban adalah umat agama lain atau tempat2 hiburan, > atau mungkin malah ada yg diam2 mendukungnya walaupun tak ikut serta). > > Teman kita Aquino pernah menuliskan butir2 gagasannya di sini: > kelompok Muslim 'lurus' turun ke tingkat akar rumput, merebut kembali > warga yang sudah diracuni paham anarkis. > > Saya sendiri terpikir satu hal, misalnya warga sekitar TKP tampil > menentang dengan mobilisasi tanda tangan (atau bentuk dukungan lain) > anti gerakan anarkis tiap kali ada kejadian kekerasan yang dilakukan > kelompok2 itu. > Melalui tindakan2 itu kan, Insya Allah, akan nampak bahwa mereka bukan > bagian dari Islam yang 'lurus'. > > Sementara menyangkut kristenisasi, Herry Permana (He-Man), anggota > milis ini pernah berbagi cerita bagaimana melakukan counter dengan > cara2 yang lebih beradab dan bisa. > > Salam, > Ida Khouw > > > --- In [email protected], "pbuntaran" <pbuntaran@> wrote: > > > > Saya sangat mendukung pembubaran organisasi PREMAN mengatas namakan > > AGAMA!!! > > > > Mungkin bisa di tela'ah lebih dalam siapa orang yang menyetir dan > > mendanai Organisasi PREMAN yang menamakan diri FPI, kalo tdk salah > > salah satu preman profesional di kalangan pemerintahan ORDE Baru > > (belum bisa dibuktikan sih,mungkin msh takut). Itu adalah salah satu > > ide cemerlang bagi PREMAN PROFESIONAL dengan membentuk organisasi2 > > preman kelas teri tersebut dengan mengatas namakan agama yaitu "FPI" > > dan mengatas namakan rakyat yaitu "FBR", untuk kepentingan badan > > usaha yang mereka geluti, karena urusan sweaping tempat2 hiburan dan > > majalah porno adalah kedok saja, karena sekarang banyak badan2 usaha > > pemerintah dan swasta dimintai jatah kerja oleh preman2 berorganisasi > > tsb. Seperti jatah pembuangan limbah bahkan smp penempatan lahan. > > > > Saya seorang muslim bukan krn terlahir dr keluarga muslim, tp saya > > memilih Agama saya berdasarkan hati nurani dan pembelajaran sekian > > lama. Jadi kalau sewaktu2 saya di wajibkan bertempur melawan FPI dan > > ortganisasi lain2nya yang merusak tatanan negara Indonesia, saya siap > > & rela mati demi Negara saya. > > > > > > --- In [email protected], "idakhouw" <idakhouw@> wrote: > > > > > > Tepat sekali Mbak Ani, kelompok2 spt FPI memang sudah benar2 mencoreng > > > wajah Islam. > > > Karenanya saya pikir umat Islam jangan terkecoh dengan label "Islam" > > > dalam organisasi spt. FPI, tak perlu berbagi sentimen dengan mereka: > > > artinya ketika banyak orang angkat suara menentang kelompok anarkis > > > ini, janganlah merasa Islam yang sedang diserang. Sementara saya juga > > > berharap kalangan yang menentang FPI tidak terjebak menjadi menyerang > > > Islam. > > > > > > Organisasi2 preman seperti FPI harus juga dicounter oleh kalangan > > > Muslim yang 'lurus'. Terus terang, terlalu berat bila non- Muslim yang > > > melakukannya, sebab kelompok2 jahat itu akan mudah memobilisasi > > > sentimen semacam ini: "non-Muslim menyerang Islam" dan strategi itu > > > selalu berhasil, perhatikan saja yang terjadi di milis2: bahkan > > > kalangan yang seharusnya bisa berpikir lebih kritispun mudah terkecoh > > > dengan strategi sentimen agama semacam ini. > > > > > > Salam, > > > Ida Khouw >
