Uni yang baik. Ayolah, kita sedang bicara tentang hal yang sangat serius. Kenapa Anda menjawab hanya dengan gaya melucu seperti itu. Saya mau tanya, sebenarnya berapa seriuskah stasiun televisi Jakarta hendak menerapkan sistem jaringan? Saya sih menduga, kalian tidak punya niat baik ke arah itu. Saya duga, kalian sudah terlalu merasa nikmat bisa mengeruk keuntungan dari seluruh Indonesia tanpa memberi sumbangan apa-apa bagi kesejahteraan daerah. Saya rasa, kalian ngak peduli bahwa selama ini seluruh penonton di Indonesia hanya menjadi angka-angka yang kalian tambahkan pada rating kalian yang berguna untuk menarik pengiklan. Kalian nggak pedulilah bahwa orang-orang daerah harus menerima saja apa yang didikte dari Jakarta. Kalian nggak peduli dengan demokratisasi. Kalian nggak peduli dengan desentralisasi.. Uni, saya tanya, Anda tentu pernah belajar soal jaringan televisi swasta di AS. Lalu, apa yang menurut Anda, membuat di Indonesia kita tidak mungkin mengembangkan sistem jaringan televisi serupa.
salam ade armando ----- Original Message ----- From: Uni Zulfiani Lubis To: [email protected] Sent: Sunday, March 18, 2007 2:14 PM Subject: Re: [mediacare] Re: Mengapa ANTV masih terpuruk Wah, saya pikir Ade sudah cukup "sibuk" belakangan ini...soal bagaimana progress TV nasional melakukan transfer ke lokal...biar kami lapor ke KPI baru aja yaa.....sayang juga Anda sudah tidak di KPI... Ciao..... Saya tidak menanggap substansi jawaban Uni Lubis. Saya cuma sangat tergerak dengan pernyataan dia bahwa untuk memenangkan pertarungan, yang akan dilakukan antara lain adalah dengan membenahi transmisi Surabaya. Saya yakin sikap Uni adalah sikap semua stasiun televisi Jakarta yang selama ini bersiaran secara nasional. Mereka nampaknya betul2 mengabaikan kewajiban UU penyiaran 2002 bahwa sebenarnya tahun ini (2007) sudah tidak boleh lagi ada siaran nasional. Seharusnya mereka mengembangkan jaringan stasiun televisi di seluruh daerah. Jadi, alih2 sekadar membangun atau memperbaiki relay station, yang harus mereka lakukan adalah membangun atau mencari partner lokal untuk membangun stasiun lokal yang akan manjadi bagian dari jaringan mereka. Stasiun-satsiun televisi Jakarta ini memag tidak peduli dengan demokratisasi dan desentralisasi penyiaran! hah! ade armando > > 3a. Re: Mengapa ANTV masih terpuruk? > From: Uni Zulfiani Lubis > 3b. Re: Mengapa ANTV masih terpuruk? > From: Arya Perdhana > > 3a. Re: Mengapa ANTV masih terpuruk? > Posted by: "Uni Zulfiani Lubis" [EMAIL PROTECTED] > Date: Sat Mar 17, 2007 9:51 am ((PDT)) > > Halooooo apa kabar....berbulan-bulan tidak sempat membaca milis (kerja > berat neeehh.....memenuhi harapan Mas Naratama ---sayang waktu 2 pekan > lalu saya ke Washington DC gak ketemu yaa)......Lalu, ada teman yang > cerita bahwa ANTV lagi dibicarakan. Mumpung ada luang di Sabtu-Sabtu di > kantor, sambil nonton Topik Petang ANTV yang moga-moga makin oke....saya > komentari harapan-harapan teman-teman semua): > > 1. Thanks atas harapannya, juga doanya. Kami tetap semangat kog.... > 2. Salah satu jawaban atas "Mengapa" adalah trasmisi, terutama Jakarta > dan Surabaya. Insyaallah bulan Juni tahu ini antena transmisi Jakarta > dan Surabaya sudah diganti yang baru dan berkekuatan 2 kali lebih besar > dari yang sekarang digunakan. Kedua kota ini penting menurut ukuran > Nielsen (saya sendiri masih ragu.dengan validitas > Nielsen..hehehehe...biasanya kalau TVyang sdh gede rating/sharenya > percaya banget sama Nielsen. Smtr yang kelas menengah suka > mempertanyakan...namanya juga manusia....). Jakarta dan Surabaya > mencakup hampir 80% dari covarage pengukuran Nielsen. Jadi, moga-moga > perbaikan antena transmisi di kedua kota ini memudahkan orang menonton > ANTV. Sekarang ini share ANTV di Jakarta dan Surabaya masih jauh dari > harapan kami. > 3.Programming tentu sedang bebenah terus untuk menyajikan program yang > bisa jadi trend setter (seperti dulu.....). > 4.Setahun ini secara manajemen ANTV tengah melakukan proses > internalisasi nilai-nilai baru, termasuk Good Corporate Governance yang > jadi standar perusahaan multinasional. Pijakan yang baik ini moga-moga > bisa jadi dasar dalam menyusun business planning ke depan. After all, > memadukan semua potensi yang ada, lokal dan internasional, ada > dinamikanya. Dan, so far seru jugaa......Tunggu Juni yaa...insyaallah > pemancar kami makin bagus, jadi para pecinta Liga Indonesia, keluarga > besar news antv TOPIK...dan program seru lainnya bisa nonton dengan > lebih "JELAS dan NYAMAN". > > Tetap nonton ANTV yaaa..... > > > Wassalam, > > Uni Lubis > > indrawadi pisang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hasil rating AC Nielsen tersebut tidak bisa > dipertanggung jawabkan, tingginya rating suatu acar TV > sangat tergantung dari berapa banyak stasiun transmisi > yang ada (kecuali TVRI), wajar RCTI tetap nomor 1, > hitung saja berapa banyak stasiun trasmisinya di tiap > daerah.... > Sementara TV lain ????? > Buat pengelola TV perbanyak saja stasiun transmisinya, > karena tidak setiap masyarakat mampu untuk membeli > antena parabola dan reciver digital..... > > --- muhamad husen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Ya .... ada beberapa hal yang mejadi catatan 'tidak >> penting' dalam industri televisi. >> Pertama, merunah image tidak mudah dan tidak cukup >> hanya satu atau dua tahun. Hal itu perlu beberapa >> tahun. Kehadiran ANTV semula adalah TV olahraga... >> lalu berubah menjadi anak muda dan lalu terburuk dan >> lama tidak terdengar dalam ranah pertelevisi. Tentu >> saja, penonton sudah lama melekat dalam pikiran dan >> bawah sadarnya nonton TV A atau B, dan sekian lama >> ANTEV tidak terpola dalam pikiran penonton, dalam >> bawah sadarnya. Membangkitkan itu butuh waktu tidak >> satu atau dua tahun. >> Kedua, meski dukungan dengan pentolan di dunia >> pertelevisian, bukan berarti mudah membalikan image >> sepertu membalikan tangan. Sebab, perlu proses dan >> didukung dengan program-progarm yang bukan instan. >> Instan dalam arti tiba-tiba program itu menarik >> pennton dengan lonjakan yang meloncat., maka akan >> segera turun drastis. Berbeda jika program itu >> merangkan naik pelan, maka pelan-pelan memikat >> penonton. >> >> >> Naratama Rukmananda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Setahun sudah raja >> televisi Asia, STAR TV masuk kedalam tubuh >> stasiun milik keluarga Bakrie ANTV. Hadirnya STAR >> TV menajamkan gigi >> ANTV untuk menjadi stasiun televisi nomer wahid di >> seantero negeri >> Indonesia. Tidak tanggung2x, jago-jago broadcaster >> dari Indosiar, >> TPI dan SCTV direkrut ANTV. Sebut saja Karni Ilyas >> (Liputan 6), >> Titan Hermansyah (produksi Indosiar), Daniel G >> Resojoyo >> (TPI,pencetus KDI), Uni Lubis (TV7), Alex Kumara, >> dan puluhan >> lainnya dipasang pada posisi-posisi penting untuk >> mendongkrak >> stasiun yang penuh warna-warni ini. >> >> Hasilnya? OM Farhan, Sinetron "Ternyata Ustad Juga >> Manusia", >> Espresso, Super Deal 2 Milyar, Teater Bollywood dan >> banyak program >> baru lainnya tampil menemani program klasik Lensa >> Olah Raga dan >> Sepak Bola FA Cup. Dari sisi produksi dan >> programming, ANTV sudah >> berada dijalur yang benar bahkan cenderung untuk >> selangkah lebih >> maju dibandingkan stasiun2x lain. Kualitas dan >> kuantitas programpun >> semakin berwarna dan penuh dengan improvisasi. Ini >> menunjukkan bahwa >> para Profesional dan STARTV berhasil merubah wajah >> ANTV sebagai >> stasiun TV yang paling disegani. >> >> Tapi, coba kita lihat Rating ACNielsen di >> penghujung akhir Februari >> 2007 dibawah ini: >> >> Week 0708 (18 - 24 Februari 2007) >> 10 Kota (Jkt, Sby, Mdn, Smg, Bdg, Mks, Ygy, Plb, >> Dps & Bjm) >> >> Share All Time >> Share Pemirsa ABC 5+ >> >> 1.RCTI (19.8) >> 2.SCTV (16) >> 3.Trans TV (15.3) >> 4.Indosiar (9.7) >> 5.TPI (9.5) >> 6.Trans 7 (7.3) >> 7.ANTV (5.7) >> 8.Lativi (5.7) >> 9.GTV (5.7) >> 10. Metro TV (1.8) >> 11. TVRI (1) >> 12. Local TV (2.3) >> >> Mengapa ANTV masih saja terpuruk diposisi 7? bahkan >> dilewati oleh TV >> lama tapi baru, Trans7? Mungkin banyak teori dan >> kajian yang >> dianalisa dari sudut programming maupun marketing. >> Mungkin banyak >> lagi ulasan dari sudut manajemen penyiaran hingga >> ke kualitas >> produksi termasuk mengkaji para saingan yang terus >> berevolusi. >> >> Tapi, ada satu hal yang bisa jadi bahan pemikiran. >> ANTV terpuruk >> karena WOW KEREN! Masih ingat slogan ini? ini >> adalah slogan populer >> anak2x muda pemirsa ANTV di tahun 1990an hingga >> 1997an. Selama kurun >> waktu 7 hingga 10 tahun (hampir 1 dekade), pemirsa >> muda Indonesia >> dimonopoli dengan ANTV sebagai TVnya Anak Muda. MTV >> yang pernah >> hadir lebih dari 12 jam setiap hari, turut >> menguatkan posisi ANTV >> diantara anak2x SMP, SMU hingga Mahasiswa yang >> belum lulus. Belum >> lagi program Planet Remaja, Betis dan lainnya terus >> membombastis >> promo ANTV yang hanya layak ditonton anak muda. >> Satu2xnya program >> yang berhasil merubah wajah saat itu hanya FAMILI >> 100 yang sempat >> melambungkan nama ANTV.Walau tetap saja, TVnya Anak >> Muda selalu >> menempel dalam ingatan. >> >> Nah, WOW KEREN inilah yang turut andil membuat ANTV >> tetap terpuruk >> saat ini. Generasi Anak2x muda yang dulu pencinta >> Wow Keren, telah >> menjadi dewasa, punya keluarga,punya anak. Mereka >> sudah >> terkontaminasi dengan slogan Wow Keren sehingga >> dalam usia lanjut >> mereka sulit berpaling lagi ke ANTV, sudah >> terlanjur milik anak >> muda. Problema muncul ketika mereka tidak lagi >> menganjurkan sang >> generasi penerus para anak-anaknya untuk menonton >> ANTV karena anak2x >> itu belum menjadi remaja.... disisi lain, para >> kakek dan nenek yang >> sejak dulu kesal dengan MTV di ANTV, sudah >> terlanjur mencap kalau >> ANTV adalah TVnya Anak Muda. Jadi mereka lebih baik >> setia >> diRCTI,TPI,SCTV dan Indosiar,... . pilihan lain ya >> Trans TV.... >> >> Jadi apa yang harus dilakukan ANTV? Mungkin ANTV >> perlu berganti >> nama. Menjadi apa? entah AN-STAR TV atau >> TVAN,....silahkan saja. >> Yang penting WoW Keren (yang kalau di Jogja >> diplesetkan menjadi Wow >> Kere) harus menghilang dari wajah ANTV. >> >> Ini memang kajian bebas. Hanya pemikiran lepas >> tanpa batas. >> Untuk almamater tercinta yang turut membesarkan >> diri ini. >> Agar tidak lagi terpuruk dimakan zaman. >> >> SALAM ANTV >> Naratama >> >> >> >> >> >> -------------------------------------------------------------------------------- Finding fabulous fares is fun. Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains.
