jangan kaget, era muslim itu majalah propaganda
jadi memang isinya ya semua yang menguntung apa yang didukungnya, terlepas
salah, ceroboh atau bebal apa yang dituliskannya

salam
krisna



Pada tanggal 29/03/07, amartien <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

  Yang menulis artikel ini tidak bertanggung jawab. Ataukah sengaja ingin
membodohi masyarakat?

Memang banyak di Indonesia yang menelan mentah2 apa yang disajikan di
majalah, media favorit mereka.

Menurut penulis artikel tsb.:
"Tiras majalah Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati tiras
majalah remaja AS Seventen, yang semula merajai minat remaja puteri di
Amerika."

Seperti yang sdri. Debbie bilang, itu memang tidak masuk akal. Dan dibawah
ini adalah buktinya.

Sirkulasi majalah Muslim Girl di AS adalah 50,000.


http://www.chicagotribune.com/news/local/chicago/chi-0703230284mar23,1,3704437.story?coll=chi-newslocalchicago-hed

Sedangkan majalah Seventeen adalah 2,3 juta.


http://query.nytimes.com/gst/fullpage.html?res=9805E5DF1031F930A15751C1A960958260

Mungkin saya tidak bisa menghitung, tetapi menurut saya 50,000 itu masih
jauh sekali dari 2,3 juta.

Tidak heran banyak penduduk Indonesia yang tidak tahu duduk sebenarnya
ber-macam2 masalah, bukan hanya dikarenakan oleh terbatasnya bahan bacaan,
tetapi juga kwalitas dari pada penerbit bahan2 bacaan tsb.

amartien


Debbie Sumual-Patlis <[EMAIL PROTECTED] <debbie_sumual%40yahoo.com>>
wrote:
SELAMAT! BRAVO! BAGUS!

Tapi kalau menyaingi tiras Seventeen ya nggak mungkin lah Mas... itu tidak
masuk akal, bahkan akal bebek yang tidak bisa menghitung berapa jumlah
muslim (remaja putri) dan berapa jumlah remaja putri non-muslim yg membaca
Seventeen sekalipun.

Begini, ya... boleh-boleh saja Anda berbangga diri (to be honest, yg
mustinya bangga adalah Amerika gak seh, karena majalah ini boleh terbit?),
tapi mbok jangan ngawur.

Sekali lagi, CONGRATS!


----- Original Message -----
From: Wido Q Supraha
To: [EMAIL PROTECTED] <taqlim-intern%40googlegroups.com>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <PENGAJIAN-KANTOR%40yahoogroups.com>;
[EMAIL PROTECTED] <FD-AlFalah%40yahoogroups.com> ;
[EMAIL PROTECTED] <mus-albarokah%40yahoogroups.com> ;
[email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, March 28, 2007 3:59 AM
Subject: [mediacare] Dunia Jilbab (280307)


Majalah Muslim Girl di AS, Saingi Tiras Seventen Rabu, 28 Mar 07 13:55 WIB
Memasuki bulan ketiga, majalah Muslim Girl, yang terbit di Amerika, makin
mendapat sambutan pasar yang luas di kalangan remaja puteri AS. Tiras
majalah Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati tiras majalah remaja
AS Seventen, yang semula merajai minat remaja puteri di Amerika.
Majalah yang memiliki halaman full collor itu memang ditujukan untuk
segmen remaja Muslimah usia 12 hingga 19 tahun. Di dalamnya, pembaca
disajikan beragam informasi terkait perempuan dan ajaran Islam. Juga
berbagai ulasan tentang trend masyarakat AS dan pengaruhnya bagi remaja
Muslimah.
Muslim Girl juga membahas ragam isu remaja Muslimah khas Amerika.
Misalnya, di salah satu edisinya, dibahas diskusi tentang pertanyaan: "Apa
saja program yang ada di masjid kamu?", "Apakah program masjid kamu disukai
remaja seperti kamu?" Bahkan ada juga pembahasan tentang percampuran tempat
shalat untuk laki-laki dan perempuan di sejumlah masjid di AS. Selain itu,
Girl Muslim juga mengupas soal pakaian olah raga, masalah musik, drama, yang
punya kaitan dengan Muslimah. Termasuk profil tokoh Muslimah yang sukses di
berbagai bidang, juga disajikan dalam setiap edisinya.
Muslim Girl dianggap sebagai majalah alternatif yang sukses untuk umat
Islam di AS, di tengah ragam kebudayaan dan keterbukaan yang menjadi bagian
dari gaya hidup di AS. Mamoun Sayed, Kepala Eksekutif Yayasan An Nawawi,
lembaga pengajaran Islam, mengatakan bahwa apa yang disajikan majalah Girl
sangat dibutuhkan bagi remaja Muslimah AS.
Ia mengatakan, "Kalau ada yang mempunyai kesempatan dan mampu untuk
disepakati meski ada juga silang pendapat, itu adalah Amerika. Mungkin saya
tidak sependapat dengan pandangan anda, tapi saya akan tetap membela hak
saya dalam menyampaikan pendapat saya itu. " Maksud Masoud adalah sikon
media massa di AS yang beragam turut mendukung keberhasilan majalah Girl di
AS.
Majalah dwi mingguan itu terbit pertama kali di bulan Januari 2007.
"Remaja muslimah adalah pasar yang penting bagi majalah ini, segmen yang
selama ini diabaikan. "Dan kami ingin menyapa mereka, " ujar Asma Khan
pengagas majalah itu. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya, juga
untuk memperbaiki imej negatif tentang Muslimah di tengah komunitas Amerika
yang menerima banyak informasi dari berbagai media massa AS. "Ada sebagian
lembaga pers yang menilai perempuan Muslimah terkait dengan terorisme. Ada
juga yang terus menerus membicarakan benturan gender antara laki-laki dan
perempuan. Majalah kami berusaha menampilkan ke balikannya, dengan
contoh-contoh positif tentang muslimah dan nilai Islam yang benar. "
Tentu saja ada catatan terkait dengan majalah Muslim Girl. Majalah
tersebut tidak menampilkan hanya Muslimah berjilbab saja dalam ilustrasi dan
fotonya. Hal ini juga mungkin membuka peluang adanya sejumlah pihak yang
masih keberatan dengan gaya Muslim Girl.
"Kami berupaya membuat sebuah simbol sendiri, berusaha sebaik mungkin,
sebatas yang kita bisa lakukan untuk saat ini, " ujar Asma. Jika ingin tahu
lebih jauh tentang Muslim Girl, anda bisa kunjungi situs 
http://www.Muslimgirlmagazine. Com (na-str/iol)

Source : http://www.eramuslim.com/news/int/4609eece.htm




Kirim email ke