Waduh nama saya disebut2 berkaitan dg ring tinju :-(

Sayang ya DL sampai titik akhir tak juga mau introspeksi, malah
menempatkan dirinya sebagai victim, tanpa berkaca diri kenapa banyak
orang terstimulasi mengolok2 dirinya.

Secara jujur saya harus katakan banyak juga info ttg Belanda yg
menarik dan bermanfaat yg diinfokannya, andai saja ia tak menuliskan
komentar2 pribadinya yang kadang lebih buruk dari kata-kata kasar.

I.

Mod, kok mengumpamakan milis ini sebagai ring tinju sih? saya tidak
pernah, tidak akan pernah, dan menganjurkan orang2 dekat saya
(terutama yg lebih muda) untuk jangan pernah menyukai 'olah raga'(?)
yang mempertontonkan kekerasan itu.



MOD:

Oh Ida, maaf. Kalau "jotos-jotosan" memang paling gampang diumpakan sebagai 
pertandingan tinju. Lebih gampang dicerna, daripada misalnya sabung 
ayam...hehehehe..

Untuk peradaban modern, tinju memang dikategorikan sebagai olah raga yang amat 
tidak manusiawi. Mungkinkah 10 tahun lagi olahraga tinju dilarang? Barangkali 
Belanda atau EU mau mengawali?


--- In [email protected], radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Kawans,
>
>   Andai Mediacare itu sebuah laga tinju, "jagoan" asal Belanda Oom
Danny Liem (DL) memutuskan untuk keluar dari ajang jotos-jotosan. Ia
sudah pasrah, walau tak mau mengaku kalah. Kemarin ia mengirim email
kepada saya, bahwa ia tak mau lagi posting di milis ini untuk
selamanya. Selanjutnya, Oom DL ingin berkonsentrasi di milis yang ia
kelola: Kincir-Angin.
>
>   Lalu apa yang melatar belakangi itu? Ia mengaku tak tahan dengan
hinaan, cercaan, makian plus kata-kata kasar dari "seterunya". Siapa
saja? Ia sebutkan beberapa nama, diantaranya Sato Sakaki, Manneke, dan
Ida Khouw. Ada nama lain? "Yah, ada beberapa nama lainnya, tapi tak
perlu saya sebutkan."
>
>   Lalu saya tanya: "Oom, apa nanti mereka malah menilai Anda itu
kekanak-kanakan?"
>
>   "Yah, itu sudah keputusan final dari saya. Saya tidak peduli apa
kata orang," jawabnya.
>
>   Demikian sekilas info dari saya. Sekaligus ingin kasih saran
kepada rekan Sato Sakaki untuk mengurangi porsi hujatan dan lebih
memoles "bahasa kasarnya" biar tak terlalu kentara, karena capai juga
kalau saya harus menyuntingnya. Daripada saya delete kan?
>
>
>
>   salam,
>
>
>    rd
>


Kirim email ke