Oom Mody, Maaf ya, ini soal perintil tapi saya keberatan nama saya dikaitkan dengan jotos-jotosan.
Saya kadang merasa perlu menegur/ngisengi DL buat kebiasaannya menerapkan standar ganda atau ketika olok2annya sudah keterlaluan (biasanya kalau sedang mabuk membandingkan Belanda dan Indonesia secara membabi-buta, tidak proporsional). Setuju kalau DL dianggap kekanak2an; kalau dia sebut2 nama saya sebagai alasan mundur dari milis, seharusnya dia lakukan minggu2 lalu dong. Akhir2 ini saya tidak pernah mengomentari (dan melewatkan posting2) DL kok. Maaf kepada sidang pembaca untuk urusan tidak penting tapi agak mengganggu buat saya ini. Ida. MOD: Nama Ida Khouw sepertinya memiliki kenangan khusus buat Oom DL, makanya disebut-sebut dalam satu paket bersama Manneke dan Sato Sakaki. Kenapa tidak janjian makan siang bareng saja, kan sama-sama di Belanda tho? Biar akoer gitu lho...:)) --- In [email protected], "idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Waduh nama saya disebut2 berkaitan dg ring tinju :-( > > Sayang ya DL sampai titik akhir tak juga mau introspeksi, malah > menempatkan dirinya sebagai victim, tanpa berkaca diri kenapa banyak > orang terstimulasi mengolok2 dirinya. > > Secara jujur saya harus katakan banyak juga info ttg Belanda yg > menarik dan bermanfaat yg diinfokannya, andai saja ia tak menuliskan > komentar2 pribadinya yang kadang lebih buruk dari kata-kata kasar. > > I. > > Mod, kok mengumpamakan milis ini sebagai ring tinju sih? saya tidak > pernah, tidak akan pernah, dan menganjurkan orang2 dekat saya > (terutama yg lebih muda) untuk jangan pernah menyukai 'olah raga'(?) > yang mempertontonkan kekerasan itu. > > > > MOD: > > Oh Ida, maaf. Kalau "jotos-jotosan" memang paling gampang diumpakan sebagai pertandingan tinju. Lebih gampang dicerna, daripada misalnya sabung ayam...hehehehe.. > > Untuk peradaban modern, tinju memang dikategorikan sebagai olah raga yang amat tidak manusiawi. Mungkinkah 10 tahun lagi olahraga tinju dilarang? Barangkali Belanda atau EU mau mengawali?
