Mbok ya repot dikit searching2. Parameternya CAKRAM kan kreativitas koran
itu dan kinerja
bisnisnya (iklan).

Kalau paramaternya koran terbaik adalah terlaris dan terbanyak iklannya, ya
pasti setiap tahun Kompas yang dapat to mas...he he he. Inkumben tak
terkalahkan.
Alangkah membosankannya dunia ini.

Curiga, curiga terus.
Udah hidup di luar negeri pun masih saja keturunan penuh curiga.

Dasar Katro, nDesoo ....
Puas? Puas?


On 4/6/07, loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  IMO, ini contoh diskusi tentang media yang sering dikeluhkan kurang
diekspos di mediacare. Jadi bagi mereka yang sering mengeluh,
keberadaan diskusi seperti ini perlu direvitalisasi, he, he, he,
apalagi oleh wartawan Republika semacam bung Rahmad Budi.

Wajar kok orang menanyakan 'cap' TERBAIK untuk Republika karena
pertimbangan2 berikut.

1. Apa kriteria UTAMA cakram untuk nilai TERBAIK (bukan terlaris,
tercantik, dsb, lho)? IMO kriteria utama TERBAIK harus dari segi ISI
berita, bukan TAMPILAN (layout, dsb yang lebih cocok untuk kriteria
berpenampilan TERCANTIK) atau dari segi pangsa pasar (yang lebih
cocok untuk kriteria TERLARIS), khususnya dilihat dari sisi
OBYEKTIFITAS isi berita yang IMO paralel dengan prinsip KESEIMBANGAN
isi berita.

Salah satu cara menilai dan menguji obyektifitas atau keseimbangan
isi berita Republika yang bisa dilakukan oleh SETIAP ORANG AWAM
adalah dengan memilih topik2 berita tertentu dari Republika dan
perhatikan pemberitaan Republika ketika menyoroti topik2
kontroversial, apakah opini2-nya memberitakan opini kedua belah
pihak? Apakah kata2-nya menggunakan kata2 netral atau kata2
berkonotasi negatif untuk satu pihak, tetapi sebaliknya netral atau
berkonotasi positif untuk pihak yang lain?

Contoh topik yang bisa diambil adalah topik tentang kasus 15 tentara
Inggris (yang akhirnya 'mengaku' di depan 'pihak2 independen' bahwa
mereka memang melanggar wilayah Iran, bukan lagi berada di wilayah
Irak), topik tentang RUU APP di masa lalu, dst, dst.

2. Saya yakin banyak orang2 awam spt saya pun tak pernah sebelumnya
mendengar nama Cakram.

Begitu mendapat info (mudah2-an tak benar) bahwa Cakram bergerak
khusus dibidang jasa periklanan, pikiran negatif saya langsung ber-
tanya2: jangan2 Cakram pun menerima order iklan khusus untuk 'cap'
TERBAIK? Maklum aja di jaman akal2-an ini, iklan pun bisa
tersembunyi di dalam berita, didalam pengumuman, dsb. Kecurigaan
negatif saya agaknya diperkuat dengan 'kegembiraan' secara
berlebihan (bukannya bersikap hati2, apalagi bersikap malu2)
mendapat titel dari majalah yang kurang dikenal awam ini.

Kalau tak dikritisi, praktek penilaian koran Republika 'media
terbaik' versi salah satu media (cakram) bisa diulang atau ditiru
dalam bentuk2 lain, misalnya penilaian 'siaran radio terbaik' oleh
satu stasion radio lain yang sudah terbiasa mencari dana untuk
siaran2 komersial atau bahkan mungkin nanti anda pemilihan 'anggota
DPR terbaik' oleh salah satu (BUKAN semua atau sebagian) anggota DPR.

Mentalitas yang membutuhkan badan INDEPENDEN yang bisa berperan
sebagai wasit yang adil tetapi tegas untuk melakukan penilaian thd
badan2 se profesi, instansi2 pemerintah, dsb, memang tak dimiliki
oleh KITA, sebab sejak SD pun ketika bersaing secara terbuka dengan
pihak2 lain (mis. bersaing dalam ujian negara), KITA terlalu sering
dibantu oleh atau minta bantuan pihak sekolah (kelompok) lewat cara2
yang tak benar dan tak fair (minta pengkatrolan nilai, dsb).

Salam

--- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "rahmad
budi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ndesoo semua.
>
> Kayak gitu aja diributin
>
> Katroo ....
>
> Rahmad Budi H
> Republika
> Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
> 0856 711 2387




--


Rahmad Budi H
Republika
Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
0856 711 2387

Kirim email ke