www.dunia-jilbab.blogspot.com

 

Militer Australia Dituntut Akomodasi Calon Tentara Muslimah

 

Kamis, 3 Mei 07 09:33 WIB

 

Young Australian Muslim Women sebuah lembaga dan wadah organisasi Muslimah
di Australia memprotes kebijakan pemerintah yang masih melarang perempuan
Muslim yang memakai jilbab untuk bergabung dengan militer.

 

Jamal Rifi, tokoh yang gencar berkampanye anti-Islamofobia tak hanya
mendesak kepada pihak militer untuk tidak diskriminasi, tapi ia juga
mendorong kaum muda Muslimah untuk mencoba dan tidak menarik diri karena
berbagai diskriminasi.

 

"Mereka berpikir tidak ada tempat dan kesempatan di dalam militer bagi
Muslimah yang ingin bergabung. Mungkin karena halangan budaya, fisik dan
kekerasan di dalam dunia militer. Coba saja dulu, ini semua sebenarnya
tentang seberapa keras usaha kita untuk meruntuhkan Islamofobia dan
diskriminasi yang ada, " ujar Rifi.

 

Jamal Rifi juga meminta kepada media untuk mengubah sudut pandang mereka,
terutama pada komunitas Islam. Kaum Muslimin tidak boleh terus menerus
diadili oleh media dan dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan terorisme dan
kekerasan.

 

"Jilbab adalah salah satu citra perempuan Muslimah. Dan hal itu tidak perlu
diubah, yang perlu dilakukan adalah, komunitas Muslim harus berpartisipasi
pada banyak lini kehidupan sosial di Australia, " tekan Jamal Rifi.

 

Hari ini, jumlah penduduk Muslim di Australia mencapai 1, 5% dari total
populasi di Australia atau sekitar lebih dari 20 juta penduduk yang beragama
Islam. Sentimen anti Muslim, hingga kini masih terasa kuat di negara
Kangguru ini, terutama pasca kerusuhan rasial yang terjadi pada bulan
Desember 2005 silam. Dan untuk mengakhiri Islam-Phobia ini, para pemimpin
Islam meminta kaum Muslimin di Australia meningkatkan kontribusinya di
masyarakat dan membuktikan bahwa umat Islam adalah masyarakat yang beradab
dan anti kekerasan. (na/str/kynews)

 

Source :
http://www.eramuslim.com/berita/int/7503084222-militer-australia-dituntut-ak
omodasi-calon-tentara-muslimah.htm




Kirim email ke