Bagi wanita yang melakukan tugas kemiliteran dilarang memakai jilbab dan jenis 
lain seperti burkha. Lihat juga Libiya, pengawal-pengawal Qadafi yang teriri 
dari wanita tidak memakai jilbab tetapi pakain milter dengan bertopi. 

  ----- Original Message ----- 
  From: Wido Q Supraha 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Friday, May 11, 2007 6:47 AM
  Subject: [mediacare] Perempuan muslimah berjilbab dilarang bergabung dengan 
militer


  www.dunia-jilbab.blogspot.com

  Militer Australia Dituntut Akomodasi Calon Tentara Muslimah

  Kamis, 3 Mei 07 09:33 WIB

  Young Australian Muslim Women sebuah lembaga dan wadah organisasi Muslimah
  di Australia memprotes kebijakan pemerintah yang masih melarang perempuan
  Muslim yang memakai jilbab untuk bergabung dengan militer.

  Jamal Rifi, tokoh yang gencar berkampanye anti-Islamofobia tak hanya
  mendesak kepada pihak militer untuk tidak diskriminasi, tapi ia juga
  mendorong kaum muda Muslimah untuk mencoba dan tidak menarik diri karena
  berbagai diskriminasi.

  "Mereka berpikir tidak ada tempat dan kesempatan di dalam militer bagi
  Muslimah yang ingin bergabung. Mungkin karena halangan budaya, fisik dan
  kekerasan di dalam dunia militer. Coba saja dulu, ini semua sebenarnya
  tentang seberapa keras usaha kita untuk meruntuhkan Islamofobia dan
  diskriminasi yang ada, " ujar Rifi.

  Jamal Rifi juga meminta kepada media untuk mengubah sudut pandang mereka,
  terutama pada komunitas Islam. Kaum Muslimin tidak boleh terus menerus
  diadili oleh media dan dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan terorisme dan
  kekerasan.

  "Jilbab adalah salah satu citra perempuan Muslimah. Dan hal itu tidak perlu
  diubah, yang perlu dilakukan adalah, komunitas Muslim harus berpartisipasi
  pada banyak lini kehidupan sosial di Australia, " tekan Jamal Rifi.

  Hari ini, jumlah penduduk Muslim di Australia mencapai 1, 5% dari total
  populasi di Australia atau sekitar lebih dari 20 juta penduduk yang beragama
  Islam. Sentimen anti Muslim, hingga kini masih terasa kuat di negara
  Kangguru ini, terutama pasca kerusuhan rasial yang terjadi pada bulan
  Desember 2005 silam. Dan untuk mengakhiri Islam-Phobia ini, para pemimpin
  Islam meminta kaum Muslimin di Australia meningkatkan kontribusinya di
  masyarakat dan membuktikan bahwa umat Islam adalah masyarakat yang beradab
  dan anti kekerasan. (na/str/kynews)

  Source :
  http://www.eramuslim.com/berita/int/7503084222-militer-australia-dituntut-ak
  omodasi-calon-tentara-muslimah.htm



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.6/795 - Release Date: 5/9/2007 3:07 
PM

Kirim email ke