Pak Anwari, It is very interesting to read this post of yours. Btw, I was born in a very rigidly religious Muslim family, most things are viewed black and white. And I was brought up in such a condition. It was somewhat difficult (for younger Nana) to accept people's different opinions, moreover when it is related to religious teachings. Gradually, slowly but surely my reading has shaped a new Nana that always tries to accept different opinions from other people, and respect them. That's why I must say that I absolutely agree with what you wrote: "Marilah kita hidup sebaik-baiknya, hidup berguna buat diri sendiri dan buat sesama. Jangan berusaha menyamakan pendapat, ideologi, menyeragamkan pikiran dan memaksakan kehendak. Ini semua akan selalu menjadi penyebab keributan, peperangan dan hal-hal lain yang tidak menyenangkan. Rambut di kepala sama-sama hitam (dan putih, dan pirang dan kuning dan lain-lain) tetapi pikiran bisa berlainan. Anggota keluarga saya sendiripun tidak bisa saya paksa untuk mengikuti pikiran dan pendapat saya, karena sejak lahir semua manusia lain bentuk dan kodrat serta nasibnya." However, indeed I write articles to post in my blogs to share what has troubled myself, and whether people will agree with my opinions or not, of course it all comes back to themselves. I never want to impose my ideas to other people, just give, umm ... perhaps, different alternative in viewing something.
Regards, Nana --- In [email protected], "Anwari Doel Arnowo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya membaca buku pengetahuan umum yang diterbitkan terdiri dari lebih > dari dua puluh jilid, milik cucu saya. Saya tertarik mengenai geologi. > Disitu digambarkan setelah terbentuknya Planet Bumi dan temperatur > menurun, yaitu sekitar 6 milyard tahun yang lalu, di bumi ini cuma ada > satu buah benua. Setelah sekian milyard tahun lagi maka benua yang satu > itu terbelah menjadi sekian pecahan berupa benua dan pulau-pulau. > Menurut pengamatan, maka benua yang empat buah itu (bukan lima, karena > Eropa itu bukan benua, tetapi bagian dari Asia) sekarang sedang saling > mendekati kembali. Ini dibuktikan dari Lautan Atlantik yang sejak sekian > ratus tahun terakhir ini menjadi makin sempit. Anda bisa lihat kalau > Australia itu digeser kearah Barat Laut, maka Indonesia terjepit kembali > ke Asia akan persis semua titik-titik temunya. Jadi kesimpulan > pengamatan semua benua didunia ini bukan tetap tetapi "mengambang". > > Kembali ke masalah nabi Adam, kalau benar kita dari keturunannya, maka > itu harusnya kejadian sebelum terjadinya pecahan-pecahan tadi, kan? > Bagaimana mungkin manusia menyeberangi lautan yang ganas-ganas seperti > itu dan kekuatannya masih minimum? Bagaimana membuat kapal? Jadi > seharusnya, menurut logika manusia turunan Adam ini harus terbentuk dulu > dan baru terikut terpecah-pecah sesuai tanah yang dipijaknya. > > Yang mengherankan saya bagaimana manusia itu bentuknya, warna kulitnya > dan cara hidupnya bisa bertahan secara berlain-lainan. Orang Eskimo > tidak sama dengan Aborigin dari Australia dan lain juga dengan orang > asal Purwokerto. Semua ini menjadi misteri, apa benar kita ini turunan > nabi Adam. > > Itulah problemnya kalau kita ini mau beragama, harus percaya dulu, baru > berpikir. Kalau berpikir dulu baru masuk agama tertentu, akan > berbenturan dengan yang seperti ini, dimana manusia tidak mampu > menerangkannya. Saya juga pernah membaca bahwa Tuhan itu adalah sesuatu > yang kita belum mengerti pada suatu kurun waktu tertentu. Ingat contoh > ada Dewa Api ada Dewa Angin, tetapi setelah belajar ratusan tahun > lamanya, manusia mengerti apa api dan apa angin, maka pengetahuan > mengenai Tuhan bergeser misalnya mengapa planet-planet tidak berbenturan > satu dengan yang lainnya. Siapa yang mengatur lintasan-lintasan benda > angkasa? Siapa yang menciptakan susunan biologi manusia seperti ini? > Biologi manusia sampai hari ini mungkin baru sebagian kecil saja yang > diketahui oleh dokter-dokter. > > Demikianlah hidup berlanjut dan nanti apakah kepandaian manusia pada > tahun 3000? Saya kira manusia tahun 3000 masih akan mempunyai > pertanyaan-pertanyaan seperti diatas. Terselesaikan suatu masalah pada > suatu jaman, maka akan timbul satu masalah lain yang lebih canggih. > > Marilah kita hidup sebaik-baiknya, hidup berguna buat diri sendiri dan > buat sesama. Jangan berusaha menyamakan pendapat, ideologi, > menyeragamkan pikiran dan memaksakan kehendak. Ini semua akan selalu > menjadi penyebab keributan, peperangan dan hal-hal lain yang tidak > menyenangkan. Rambut di kepala sama-sama hitam (dan putih, dan pirang > dan kuning dan lain-lain) tetapi pikiran bisa berlainan. Anggota > keluarga saya sendiripun tidak bisa saya paksa untuk mengikuti pikiran > dan pendapat saya, karena sejak lahir semua manusia lain bentuk dan > kodrat serta nasibnya. > > Maaf terpaksa saya menulis agak panjang agar we can "talk" to each other > more clearly.......... > > Anwari Doel Arnowo > > 13 Mei 2007 > > > > > --- In [email protected], "Nana" <fe36smg@> wrote: > > > > > > Bung Anwari, > > > > Mungkin aku lebih percaya kepada kaum African American yang berpikir > > bahwa Adam adalah manusia berkulit putih yang pertama hadir di dunia > > ini. Sebelum itu??? Ya berkulit hitamlah. LOL. Bagaimana dengan orang > > Asia yang berkulit kuning? Setelah keturunan kulit putih dan kulit > hitam > > itu bersatu kali. Hahahaha ... But harusnya putih ketemu hitam kan > > jadinya abu-abu? dan bukannya kuning? LOL. > > > > Incest? Hmm ... aku pernah berkenalan dengan seorang perempuan berusia > > sekitar 20 tahun (tahun 2004) via internet, dari Indonesia. Dia sangat > > terobsesi dengan incest, and wants to show her love to her mother by > > giving her sexual satisfaction. But of course, she didn't dare to do > > that. Mengingat kisah yang paling populer tentang Adam dan Hawa yang > > menyuruh anak-anaknya to marry each other for breeding, memang what is > > wrong with incest? As long as they don't harm anybody else, nothing > > wrong with that. So, I told her. But when she insisted that I do some > > sexual activity to my only daughter to show my love for her, she was > too > > much. Her life is hers, my life is mine. Since then on, we no longer > > contacted each other. She accused me as "only talking" and not really > > doing what I said. > > > > I don't scold people who have sex with their own family members > because > > that is none of my business. But when people think that I do it too, > oh > > well ... NOT YET probably. wakakakaka ... > > > > By the way, one family in the neighborhood where I live consists of > > husband and wife who still have close blood relationship (cousins, so > I > > heard). They have five children and all of them are blind. Is it > caused > > by their blood relationship? Well, it must be scientifically proven > > first, of course. > > > > My own parents are cousins and have the same family name that shows > the > > close blood relationship. They have four children (I am number two). > > And? We all live healthy. > > > > Salam, > > > > Nana > > --- In [email protected], "Anwari Doel Arnowo" a_arnowo@ > > wrote: > > > > > > > > > Ini kalau anda mempercayai bahwa semua manusia adalah turunan nabi > > Adam, > > > sebagai manusia pertama didunia, di Planet Bumi. Lalu datang Siti > Hawa > > > (Eve) yang diciptakan dari tulang rusuk Adam. Okay? Turunan mereka > ada > > > empat anak dua laki-laki dan dua perempuan, so the story goes. Nabi > > Adam > > > memrintahkan mereka kawin satu sama lain. Correct me if this is > wrong > > > and please go on. ...... Incest, what in the world was that, > anyway?? > > > Put your imagination at its best !! > > > > > > Anwari Doel Arnowo > > > > > > Toronto, Ontario, Canada 12 May 2007 >
