Kalo kita ketemu sama org norak yg lebih galak dari kita gimana?

Soalnya pernah tuh aku negur seorang perempuan yg lagi telp ngabarin kalo 
bentar lagi pswt mo mendarat padahal kita masih ribuan kaki di udara. Eh yang 
ada aku dipelototin sama suaminya yang badannya gede dan bertampang garang.


----- Original Message -----
From: [email protected] <[email protected]>
To: [email protected] <[email protected]>
Sent: Fri May 25 18:33:11 2007
Subject: Re: [mediacare] HP dan Penerbangan Pesawat

Teman saya punya cara efektif dalam menangani penumpang yang kampungan kaya 
gitu.
Begini:
bila masih di atas pesawat, segeralah bangkit  dari tempat duduk anda, hampiri 
dan maki - maki dia. Kalau perlu pakai ngancam akan pukul mukanya segala. 
Jangan lupa,  TERIAK pakai suara yang jelas untuk menarik perhatian para 
penumpang lain dan pramugari.  Jangan lupa pakai bahasa tubuh yang meyakinkan, 
misalnya KEPALKAN TANGAN.

Dampaknya:
1. Penumpang lain akan tahu bahwa apa yang anda lakukan itu demi keselamatan 
bersama.
2. Si pemilik handphone tahu bahwa bukan hanya dia saja yang jagoan di atas 
pesawat.
3. Si pramugari akan sangat terbantu menghadapi penumpang sok punya HP bagus.

Sepintas nampak katro juga ngadepinnya , tapi menghadapi orang - orang kayak 
gitu memang mesti kasar.

Saya sendiri belum pernah sampai sekeras itu. Tapi kalau ngelabrak orang yang 
nyerobot antrian di konter check - in, itu mah sering banget. Lumayan lah, 
selama ini selalu didukung sama calon penumpang lain yang merasa dirugikan.

Ayo kita coba menciptakan babak baru kisah baru dalam dunia penerbangan sipil 
di Indonesia. Kisah tentang semakain maraknya pertengkaran di udara karena 
beberapa orang katro pingin tunjukkan ke pubik bahwa dia punya HP bagus da 
orang terpenting sedunia. Saya yakin, dengan banyaknya kejadian pertengkaran / 
perkelahian di udara akan memaksa pihak perusahaan penerbangan atau pemerintah 
bertindak keras menegakkan aturan.

Mau coba cara Katro?

Hardi



On May 25, 2007, at 4:16 PM, Kaniasari wrote:



        mudah2an....

        -------Original Message-------

        From: yunita
        Date: 5/25/2007 8:19:32 AM
        To: Undisclosed- 
<mailto:%22Undisclosed-Recipient%3A%2C%22%40smtp2.solusi.net.id> 
Recipient:,@smtp2.solusi.net.id
        Subject: Fw: HP dan Penerbangan Pesawat

        Yunita Kartini
        M A T R I X
        Grha Praba Samanta
        Jl. Daan Mogot Km.12 No. 9
        Cengkareng Timur, Jak-Bar 11730
        Telp : 62 21 544 8720
        Fax : 62 21 544 8717

        -----Original Message-----
        Rakyat High-Class, Tapi KATROG
        HP dan Penerbangan Pesawat
        Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 
Maret
        2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara 
Adisucipto.
        Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.
        Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan
        menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya
        seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat
        marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari 
salah
        satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat.
        Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan 
merupakan
        tugasnya.
        Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian 
dia
        bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, 
dimana
        dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan 
tugasnya
        tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu
        petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.
        Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin 
turbin
        ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya 
turbin
        tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
        Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya 
tidak
        salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat.
        Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan 
ini
        bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan 
pesawat.(KOMPAS)
        Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi 
pake
        pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan 
itu
        dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang indonesia harus selalu
        belajar dengan cara yang keras.
        Buat yang belum tahu, kenapa Gk boleh menyalakan Handphone di pesawat,
        berikut penjelasannya:
        Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar
        berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud 
Polonia
        -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui 
dengan
        pasti.
        Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan 
menggunakan
        ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber
        informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) 
bahwa
        ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan
        Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan 
oleh
        ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua,
        terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.
        Contoh kasusnya antara lain:
        Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" 
dari
        bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh
        penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal 
ponsel
        terhadap sistem kemudi pesawat.
        Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan
        pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus
        meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa
        dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.
        Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi 
setinggi
        700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di 
bandara
        Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum 
mematikan
        komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian,
        23-9-1998).
        Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak 
landasan,
        langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
        Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan 
mereka
        dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance)
        terhadap kenyamanan orang lain.
        Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
        menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat
        ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi 
dan
        kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya
        di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.
        Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: Arah
        terbang melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) 
terganggu,
        Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, 
Gangguan
        sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan
        bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan
        oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas
        komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course 
Deviation
        Indicator) diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah 
bersumber
        dari ASRS.
        Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja
        ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di
        landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
        Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara
        mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara 
pengawas
        dengan baik.
        Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang 
radio
        melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base
        Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 
35
        kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa
        menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja 
diperkirakan
        ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah
        ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta )
        (Varis/pertamina)
        Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum 
adalah
        juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang 
tidak
        peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak
        tahu tata krama?
        Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu
        kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang
        tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan
        santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam
        pesawat terbang. (Honda-tiger.or.id)
        Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.






Kirim email ke