On 6/5/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

---:
>
++++ "dipatahkan"? oleh siapa? bilamana? inherent atau tidak, kita
lihat dengan jelas jemelas, tak ada komunitas Muslim didunia ini
yang tertata rapi. Tak ada sebab akibat?


Jawab: Ada sebab akibat.  tapi itu perlu penelitian yang ilmiah, bukan
asumsi saja, apalagi yang berasumsi orang ignorant.


+++ "Makan uang Arab"? kalau orang Arab beli mesin mesin harus bayar
kan? jadi kami makan hasil keringat kami. kalau tak mau beli mesin
dari LN ya buat sendiri dong (bisa?)


Orang dari negara miskin yang kerja di Arab juga makan dari hasil keringat
mereka.



+++ Ha ha ha ejaan Indonesia? yang
mana? "elu", "gua", "dikerjain", "komplek" , "permak" Sejak kapan
ada standardisasi ejaan Indonesia?


Ada bung. Makanya beli Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan belajar basic
grammar yang dinamakan EYD.



+++ Lho apa salahnya orantg Katholik Philippina (bukan Filipina),
berkerja pada induk semang Arab? Asal hati hati, dan tidak
diperkosa, bukan? By the way saya bukan katholik, emang gue pikirin?
ha ha ha


Saya hanya memberi contoh bahwa yang kerja di Arab itu bukan cuma dari
negara Islam miskin. Mungkin karena masalah kemudahan aja orang Arab
memperkerjakan orang dari Indonesia, Bangladesh dan Filipina, bukan dari
negara mayoritas Kristen yang miskin di Afrika atau Amerika Latin yang jauh,
atau orang Buddha yang ditimpa kemiskinan di Myanmar atau Thailand atau
China, yang nggak kurang familiar dengan Bahasa Arab atau Inggris. Kalo Anda
bukan Katolik itu bukan urusan saya.
Bahasa Indonesianya Filipina mas. FYI bahasa Inggrisnya The Phillippines
(orang Filipina laki-laki disebut Filipino dan yang perempuan Filipina).

+++ kalau gitu, karena % Muslim mayo, harusnya hunian mewah juga
sebagian besar dihuni Muslim? Nggak tu? Di hunian saya Muslim dapat
dihitung dengan jari satu tangan ha ha ha


Apa Anda sudah menghitung jumlah orang kaya di Indonesia? Berapa persen
orang Islam yang kaya raya dan berapa persen non-Islam yang kaya? Mungkin
Anda hanya mengamati beberapa tempat saja. Mungkin kawasan Anda dihuni
kelompok tertentu, misalnya Tionghoa, karena faktor lain, karena kelompok
tertentu cenderung untuk menghuni satu pocket-pocket daerah tertentu?
Mungkin saja. Lagi pula tidak perlu bermewah-mewah Mas. Kalo Anda tinggal
di hunian mewah ya gak apa-apa tapi kalo diumumin di milis itu norak.
Mungkin Anda OKB? Kebanyakan anggota middle-class adalah pribumi Muslim,
wajar aja karena mayoritas.

.


Kirim email ke