Bung, yang namanya clurit versus bedil itu dalam kasus ini adalah kasat mata.

1. Kalau bukan daerah operasi militer, tak boleh tentara sembarang ledakkan 
bedilnya. Etika menembak tentara tidak sama dengan polisi, Bung.

2. Clurit dibawa (katanya) saat penduduk yang sedang bekerja babat rumput untuk 
makanan sapi itu lewat, yang membantu sesama penduduk versus tentara yang punya 
bedil. Mau kepepet atau tidak, yang mati itu ada ibu hamil dan anak balita loh, 
bukan yang bawa clurit!

Mau rasis atau tidak, Bung Paulus, jangan lupakan bahwa tanah sengketa itu 
sedang disewakan oleh Marinir ke pihak swasta (mungkin dari Jakarta atau 
Surabaya) untuk hal lain. Padahal rakyat sudah garap tanah itu puluhan tahun 
sebelum perusahaan swasta itu masuk. 

Dengan kata lain, oknum Marinir yang nembak itu BUKAN atas perintah komandan 
yang punya etika dan filosofi seorang tentara: MENJAGA  DAN MELINDUNGI BANGSA 
DAN NEGARA DARI ANCAMAN BANGSA LAIN. 

Halah, ini kok malah nembakin bangsa sendiri?

Mari Bung kita berpikir jernih dalam keadaan ini. 

1. Do some research before blaming others, nonton dialog di Metro TV juga riset 
kok (first-second-third person source bisa dipilih)

2. Strategi standar: alihkan fokus orang dari masalah sesungguhnya dengan 
memperkeruh suasana, lalu orang bingung atau lupa mau hujat siapa... Ruhut 
paling jago soal adu domba macam beginian, makanya dia lempar ke etnis itu. 

3. Bottom line, selalu rakyat yang lemah yang harus dilindungi. Ini adalah 
esensi sebuah kebijakan publik (yang mungkin tak pernah diajarkan oleh Marinir 
untuk kadetnya, yang semuanya pada makan tidur pakai uang rakyat  APBN bo'). 

Peace!
Indra


Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Kalau 
mengikuti berita ini, kok rasanya gak adil juga ya porsi pemberitaannya. Kan 
memang sudah tradisi kita, kalau ada kecelakaan, tak peduli penyebab 
kecelakaannya apa dan siapa, yang  yang besar atau yang lebih kuat yang selalu 
disalahkan dan yang digebuki massa. Mobil dan motor tabrakan, pasti salah 
mobil. Motor tabrak sepeda atau tabrak pejalan kaki, yang salah selalu motor. 
Tidak peduli apakah pejalan kakinya nyebrang sembarangan atau tiba2 muncul, 
pokoke sing gede sing disalahken. 







 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke