sabtu kemarin,
saya bertemu teman saya orang Norway, udah 3 tahun ga ketemu sama dia. nah waktu kita lagi makan2, segala macem kita omongin. termasuk soal agama, terorism, dll. iseng saya bertanya, waktu di Denmark ada kasus kartun nabi, apakah di Norway terjadi hal yg sama atau mirip ttg sentimen islam. dia bilang tidak, di Norway pemerintahannya sangat moderat. belum lama ini, pemerintah menghapuskan pelajaran agama kristen di banyak sekolah di Bergen, Norway. ternyata, disana banyak imigran asal Afghan, Irak, Pakistan, dan Lebanon yg mendapat suaka pemerintah krn merupakan korban perang di negara asalnya. bukannya tahu diri, malah ngelunjak. bagaikan menolong anjing kejepit, kini pemerintah Norway malah kelimpungan. orang2 muslim imigran ini membuat geng2 dan kamp sendiri/ghetto, mereka tidak berbaur dgn orang bule lokal. bahkan mereka ternyata yg banyak menuntut supaya pelajaran agama kristen dihapus dari sekolah2, karena dianggap haram bagi agamanya. populasi mereka pun meningkat, satu keluarga ada anak 8. karena mereka bilang pake kondom itu dosa. padahal biasanya di sana, keluarga2 bule anaknya cuma 2-3 saja sehingga beban pemerintah tidak berat. di Oslo, kriminal pun meningkat ketika banyak imigran2 ini yg tidak punya pekerjaan dan jadinya merampok dan keluyuran malam mencopet di bus kota. padahal biasanya, meskipun dompet ketinggalan di kursi bioskop, kita bisa ambil lagi tanpa ada cacat. ini adalah pelajaran dan pengalaman teman saya yg warganegara Norway, dia tidak pernah keberatan hidup dgn imigran muslim disana. tapi tak disangka ternyata pagar makan tanaman. yah begitulah... --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas, seperti teman teman saya di Belgia, Denmark dan Perancis > ceritakan, para tamu seringkali lebih galak daripada yang punya > rumah.. > > > kalau ditindak karena berbuat rusuh, teriak teriak minta HAM. Dilain > pihak, HAM sering diejek sebagai ciptaan barat yang dekaden... > > Salam > > danardono > > >
