Kita harus melihat latar belakang kenapa keberadaan para imigran dari Timur Tengah di Eropa seperti itu. Para imigran itu kebanyakan adalah keluarga korban konflik di Timur Tengah. Mereka mengungsi untuk menyelamatkan nyawa mereka. Tanpa keahlian dan pendidikan yang memadai mereka datang ke Eropa dan harus bersaing dengan orang tuan rumah yang berpendidikan dan memiliki keahlian. Akibatnya mereka termarjinalisasi, hidup di ghetoo dalam kemiskinan. Dari situlah muncul masalah-masalah sosial seperti kejahatan. Apalagi pasca September 11 dan serangan terror lainnya imigran dari Arab semakin termarjinalisasi karena racial prejudice yang semakin besar. Mereka sulit mendapat pekerjaan dan didiskriminasi dalam berbagai bidang. Masalah dari negara-negara Eropa, terutama negara Skandinavia, adalah mereka terlalu membuka diri terhadap pencari suaka dari negara Arab yang tertimpa konflik. Gambaran imigran Arab di Eropa dan Amerika mungkin berbeda. Kebanyakan imigran Arab di Amerika adalah kelas menengah dan mereka terintegrasi dengan baik, walaupun ada masalah racial profiling dll setelah Sept 11. Itu karena latar belakang imigrasi mereka juga berbeda.
On 6/19/07, Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sabtu kemarin, saya bertemu teman saya orang Norway, udah 3 tahun ga ketemu sama dia. nah waktu kita lagi makan2, segala macem kita omongin. termasuk soal agama, terorism, dll. iseng saya bertanya, waktu di Denmark ada kasus kartun nabi, apakah di Norway terjadi hal yg sama atau mirip ttg sentimen islam. .
